
💥💥💥
Chika mengerjap-ngerjapkan kedua matanya saat dirasa lengannya mengalami kesemutan. pandangannya sayup-sayup terlihat buram dan semakin lama terlihat jelas. pandangan pertama wanita itu ialah langit-langit ruangan dengan lampu terang benderang dan pula tiang infus yang berada disisi kanannya.
Chika mengerutkan dahinya, kemudian ia menoleh ke samping kiri dan terhenyak melihat seorang pria yang terlelap begitu pulas, menopang pada tangannya.
"Eemh!" Chika berusaha menarik kembali tangannya saat dirasa semakin kesemutan. mungkin saja karena tangannya terlalu lama didekap oleh pria ini.
Hingga hal tersebut membuat tidur pria ini menjadi terusik. ia mendengkur, mengerjap-ngerjapkan kedua matanya, kemudian mendongak.
"Tuan." Chika terhenyak melihat pria itu adalah Andrew, pria yang masih berstatus menjadi suaminya
"Chik, udah bangun??"
"Ngapain kamu kesini!" teriak Chika, menatapnya tidak suka
Andrew bangkit, menyentuh pundak sang istri namun ditepis oleh wanita tersebut.
"Jangan sentuh aku, Tuan! pergilah, kita sudah berpisah!"
Andrew menghela nafas panjang, "Berpisah bukan berarti bercerai. kamu masih sah menjadi istriku." tuturnya
Membuat Chika tertegun
"Ja-ja-jadi anda gak menalak saya? kenapa, hah! kenapa anda terlihat seperti pria man*ak yang menginginkan dua istri, hah!" sembur Chika
"Hei, tenanglah! kondisi kamu lagi gak stabil, Sayang. baringlah,"
"Sayang, sayang! aku bukan sayangmu!" Chika berusaha untuk melepaskan jarum infus yang melekat di kulit punggung tangannya.
Andrew yang melihat itu merasa bergidik ngeri, ia langsung beraksi untuk menghentikan perbuatan konyol istrinya.
"Chika! apa yang kau lakukan!" Andrew berusaha menahan tangan nakal itu.
"Lepas!"
"Enggak!"
__ADS_1
"Pergilah! urusan kita udah sel---
Andrew langsung membungkam mulut istrinya yang terus saja bercerocos, dengan bibirnya. Chika terbelalak kaget saat pria ini melu*at bibirnya dengan begitu buas. Chika berusaha untuk memberontak, memukul-mukul dada bidang suaminya yang tetap kokoh tanpa tergoyahkan sedikit pun.
Andrew merengkuh kedua tangan nakal itu, membaringkan sang istri untuk lebih memperdalam ci*mannya. Chika tak henti-hentinya meronta, namun sensasi ini benar-benar menghipnotisnya. hingga perempuan tersebut akhirnya melunak, membiarkan Andrew melakukan apa saja dengan bibir miliknya.
Setelah beberapa saat, Andrew melepaskan pagutan mereka saat dirasa perempuan ini kembali tenang.
"Aku udah menceraikan Celine, kamu satu-satunya orang yang ku cintai." Andrew berkata lembut, menyelip anak rambut Chika ke belakang telinganya
Chika terdiam mendengarnya
"Eh salah! bukan kamu saja yang ku cintai, tapi anak kita." Andrew menyentuh perut sang istri, mengelusnya dengan lembut.
Sontak saja Chika menjengit karena pria ini mengetahui kehamilannya. perempuan itu meringsek, memundurkan tubuhnya dengan tatapan takut menatap pria ini.
"Kamu tau??"
"Aku mohon jangan ambil anakku! aku rela tidak dapat kompensasi, tapi jangan anakku!" Chika menggeleng, kemudian ia berusaha mendorong tubuh Andrew.
"Tidak! kau hanya jadikan aku sebagai baby sitternya saja kan? jangan harap! lagi pula aku tidak mau memberikannya padamu!"
"Kembalilah ke Nyonya Celine, dia menunggumu!" gertak Chika
"Aku sudah bercerai dengannya, Chika, tepat tiga bulan kita. makanya aku menyuruhmu tetap berada di sisiku. tapi kamu malah kabur membawa anak kita tanpa sepengetahuan ku."
"Aku sudah tidak mencintainya lagi, selama ini aku hanya bersikap biasa saja padanya layaknya suami kepada istri. biar dia tidak curiga dengan rencanaku."
"Kamu sakit hati karena beberapa hari terakhir kita berjauhan?"
Chika menggeleng, "Mana mungkin, aku tau posisiku."
"Itu hanya bagian dari rencanaku, lagi pula aku juga jengah bersamanya. asal kamu tau, kami sempat ribut saat kami ingin ke Mall."
"Andai kamu tau aja, pikiranku hanya berpaku padamu, cuma kamu, kamu dan kamu. bahkan kami tidak pernah melakukan hubungan suami istri karena aku selalu teringat pada mu."
"Mungkin diluar, kami terlihat harmonis, saling mencintai. tapi nyatanya enggak, aku slalu ada alasan agar tidak melayaninya di ranjang."
__ADS_1
"Percayalah, aku hanya mencintaimu dan anak kita." lirih Andrew, mengelus pipi Chika dan menatapnya dengan penuh cinta.
Kemudian Andrew menunduk, mengecup perut datar istrinya yang tengah tumbuh sebuah janin.
"Apa kalian benar-benar bercerai?" tanya Chika, menatap sayu wajah itu. kemudian ia mendongak untuk menahan sesuatu yang telah tergenang dipelupuk matanya
"Iya, tadi pagi aku menceraikannya."
"Hhh ..." Chika menghembus nafas dengan kasar, dadanya terasa sesak.
"Maaf,"
Andrew mengernyit heran, "Maaf kenapa?"
"Ka-karena kehadiranku membuat hubungan kalian menjadi renggang, karena ku juga kamu jadi punya rasa padaku dan menduakan istri sah mu. maaf ..."
Chika merasa tidak enak hati pada Celine, ia merasa karena kehadirannya mampu mengubah perasaan Andrew berpaling kepadanya.
"Kamu salah paham, ini tidak ada kaitannya denganmu. sebenarnya sudah sangat lama aku ingin menceraikannya, karena apa?? dia berselingkuh dariku sejak 8 bulan yang lalu."
"Hingga kamu datang mengisi hari-hariku yang penuh dengan kekosongan, kamu memperhatikanku, kamu memberikanku hak yang seharusnya memang wajib ku dapati, karena itu aku semakin yakin kalau aku--mencintaimu, Chika."
Andrew langsung memeluknya dengannya erat, Chika terpaku mendengar penuturan pria ini, pria yang memperlakukannya dengan baik walau terkadang sifatnya yang seperti macan mulai keluar namun Chika menyukainya. dan semenjak pagi tadi, ia benar-benar merindukan sosok Andrew. entah mungkin karena bawaan janinnya?
Andrew melonggarkan pelukannya, menatap wajah polos istrinya yang terdiam termanggu.
"Chika, apa kamu mencintaiku?"
💥💥💥
Iya enggak Iya enggak 🙇
Ayo like lagi, koment, vote dan hadiahnya 🎉🎉
Yuk kepoin fb atau ig ku dengan nama yang tertera di sinopsis, aku baru post babang Andrew 😁
jangan lupa follow/add yaa 😉
__ADS_1