Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Happy Anniversary


__ADS_3

💥💥💥


"Ck! tidurlah, Tuan! anda mimpi," gerutu Raffa, ia kembali memejamkan mata


Namun tidak berselang lama, pria disampingnya ini masih saja mengganggu tidurnya. bagaikan anak kecil yang merengek minta ini dan itu. dan sungguh membuat Assisten Rafa tidak bisa terlelap sedikit saja.


"Raffa! carikan seblak!" pinta Andrew, lelaki itu tak henti-hentinya mengganggu


Raffa sudah sangat jengah, ia pun bangkit duduk dan menatap kesal kepada Tuannya.


"Udah malam, Tuan, mana ada seblak." Raffa menunjuk jam waker yang ia ambil dari atas nakas


Pukul 01:00 Wib


"Aku gak mau tau, Raffa! turuti perintahku dan gajimu saya naikkan!"


"Sial! nyogok ujungnya." gumam Raffa


"Kalau kamu tidak mau, gajimu saya potong!" ancamnya, membuat bulu kudu pria itu merinding


"Hhh ... baiklah, semoga aja masih ada," ucapnya dengan malas.


Assisten Raffa bangkit berdiri, berjalan ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya agar terlihat segar dan mengurangi rasa kantuk yang masih melanda.


Andrew kembali membaringkan tubuhnya setelah dirasa pria itu pergi. Andrew menatap langit-langit kamar yang temaram, pikirannya masih kepada Chika yang entah dimana sosok itu. Andrew merasa rindu, dan ia juga merasa bersalah.


Andrew kembali flashback, dimana dengan isengnya ia meminta Chika untuk memuaskan hasrat terpendamnya. dan ia tak menyangka bila gadis itu sangat lugu dan meminta untuk dinikahkan.


Hingga mereka menikah dan menanda tangani surat perjanjian kontrak 3 bulan, Andrew bagaikan tengah ditelan hidup-hidup oleh tulisan tangannya. dimana ia yang memutuskan kontrak 3 bulan, dan disaat itu jugalah ia tidak sanggup untuk berpisah.


Sungguh malang, namun mau bagaimanaa lagi, dunianya seketika telah ditata rapi oleh Chika dalam sekejap. memasak untuknya, bela-belain bawa bekal ke kantor tanpa ia memerintahkan. dan itulah hal pertama yang membuat Andrew terkesan kepadanya.


"Hhh ...." terdengar hembusan nafas yang dirasa sesak untuk ditahan


Andrew kemudian mencari ponselnya yang entah dimana, ternyata berada diatas nakas dan Andrew bergegas menghubungi nomor Chika.


Hanya memanggil tanpa berdering, sungguh membuatnya kembali frustasi.


Andrew kembali mencoba menghubungi via telepon yang dikenai pulsa, setahunya nomor whatsapp dan telepon wanita itu adalah nomor yang sama.


Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif

__ADS_1


"Sial!! apa dia ganti nomor?" gumamnya


Disisi lain, Assisten Raffa tengah berkelana di jalanan Ibukota dan bergelut dengan angin malam yang teramat menusuk permukaan kulitnya. Sepasang netra yang sedikit sayu, menyapu sekitar tempat dimanakah warung yang masih buka dan menjual makanan anak millenial ini.


Sudah setengah jam namun belum juga ia dapati makanan itu. Hingga Raffa melihat warung nasi goreng, mie goreng dan ia berharap pedagang itu juga menjual seblak.


Raffa menghentikan mobilnya di depan lapak tersebut, kemudian ia turun dan menghampirinya.


"Permisi, jual seblak juga gak, Pak?" tanya Raffa


"Iya, Tuan, mau seblak nya?" tanya Bapak tersebut


"Boleh, dua porsi yaa," pinta Raffa, Bapak itu mengangguk dan mulai menyajikan permintaan pelanggannya.


"Hhh ... syukur aja ada," gumam Assisten Raffa, menghela nafas panjang


**


"Tuan, anda sudah tidur??" Assisten Raffa yang baru saja masuk ke dalam kamar, menekan saklar lampu yang berada di panel dinding. hingga ruangan tersebut terang benderang dan menampikkan sosok lelaki malang yang tengah duduk berselonjor sembari menonton televisi.


"Seperti yang kau lihat, saya belum tidur." ketusnya


Andrew menelan salivanya dengan kasar saat melihat makanan yang menggiurkan itu, ia berpindah posisi menuju sofa saat melihat sang Assisten membawa makanannya ke meja.


Tanpa banyak berkata-kata, pria yang tengah dilanda ngidam ini pun cepat-cepat melahap miliknya dengan penuh kenikmatan.


Saat sedang menikmati seblak ceker, sorot matanya melirik ke sebelah. dimana sang Assisten juga ingin melahap seblak miliknya.


Andrew langsung beraksi, "Itu untukmu?" tanya Andrew menunjuk box seblak dengan gerakan bola matanya


"Ya, emang siapa lagi?"


"Bukannya kau ngantuk? mending tidur aja! biar itu untukku," titah Andrew


Assisten Raffa menjengit mendengarnya,


"Tidak, kantuk saya udah hillang, Tuan. dan saya juga ingin makan," tukasnya


Enak aja cuma untuk dia doang, batin Raffa


"Kamu makan yang lain aja sana di dapur! ini untuk saya kedua-duanya," Andrew merampas milik Assistennya

__ADS_1


Sungguh dinihari yang sangat mencekam dalam hidup Raffa, bukan mencekam karena ada sosok kunti, tapi sosok pria menyebalkan yang menjelma menjadi bocah.


Assisten Raffa menghembus nafas dengan kasar, menatap makanan itu yang tercium wangi dan menggugah selera. kemudian beralih menatap pria disampingnya, kuah merah melekat di bibir Andrew.


"Pergilah!" usir Andrew, melotot


Assisten Raffa tersenyum seringai penuh kelicikan, melihat Tuannya kembali lengah, ia langsung menyendoki makanan itu ke mulutnya dengan terburu-buru


Sontak saja Andrew menatapnya dengan tajam, Raffa tergelak dan kembali ke ranjang.


"Assisten gak ada akhlak!"


"Hahahaha," ia tertawa


***


Celine tengah bersantai ria di ruang tamu sembari mengobrol dengan seseorang melalui via telepon. sesekali sorot matanya menatap televisi yang menyala, menyiarkan fashion week di channel luar negeri.


"Setelah aku mendapatkannya, aku akan kembali meninggalkan dia, Sayang, dan kita bisa berliburan lagi."


"............."


"Iya sabar dong, ini orangnya juga entah kemana! kau tau? semalaman aku ditinggal sendirian, dasar baj*ngan!"


"............."


"Masa bodo! yang penting surat penyera------


Celine menggantung ucapannya dengan seseorang diseberang sana tatkala perhatiannya teralihkan kepada pintu yang terbuka, ia terhenyak dan buru-buru memutuskan sambungan teleponnya.


"Sayang." Celine bangkit berdiri dengan senyum semringah tatkala pandangannya melihat cake tart di tangan sang suami.


"Happy Anniversary,"


💥💥💥


Kira-kira Andrew dengar gak tadi??


bakal ada kejutan nih setelah ini 😂😂


Penasaran penasaran? 😜

__ADS_1


__ADS_2