
💥💥💥
"Melani."
"Hm, i-iya?" Melani menoleh ke samping menatap sekilas pria disampingnya
"Kamu nggak turun? ma-mksudku, beli sesuatu gitu apa yang kamu suka?" tanya Raffa dengan sedikit gugup
"Hmmm, i-iya, aku turun." secara reflek gadis itu mengangguk, ia segera membuka pintu mobil dan bergegas turun dari kendaraan tersebut
Namun, tubuhnya tertahankan tatkala dadanya masih dibaluti seatbelt
"Oh astaga, maaf." Melani cengengesan, ia segera melepaskan seatbelt. setelahnya ia pun keluar dari kendaraan tersebut.
Raffa terkekeh melihat lucunya wanita itu
Assisten Raffa pun ikut menyusul, ia segera turun dan menghampiri gadis tersebut yang sepertinya tengah membeli martabak.
"Pak, rasa coklat satu box ya." pinta Melani
"Dua box aja, Pak." timpal Assisten Raffa, sontak saja membuat gadis itu terperanjat kaget mendengar suara bariton pria ini
"Mau beli juga?" tanya Melani
Assisten Raffa mengangguk seraya mengulum senyum. Melani hanya membulatkan mulutnya saja membentuk huruf O.
Disisi lain, sepasang suami istri tengah memerhatikan mereka yang sepertinya sudah mulai akrab. Chika tersenyum cerah melihatnya, ia begitu berharap bila sang sahabat dekatnya akan mendapatkan pasangan seperti sang Assisten.
"Lihat mereka, sudah mulai dekat." Chika menunjuk kedua insan itu
"Dasar Assisten! nggak ada kita, baru mau mempepet sahabatmu."
"Mungkin aja gengsi."
"Cih!"
"Jangan gitu, emangnya kamu yang agresif!" cibir Chika, ia teringat saat pria ini buru-buru sekali ingin menikahinya
Andrew menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal, kemudian ia berbalik badan tatkala pedagang sate itu memanggilnya.
**
"Antarlah Melani! pakai saja mobilku dulu," titah Andrew kepada sang Assisten, tatkala mobil tersebut telah berhenti tepat di depan gedung Apartement
__ADS_1
"Baik, Tuan." turutnya
Andrew dan Chika pun segera turun dari mobilnya, membiarkan kendaraan tersebut melalang buana diatas jalan raya yang masih padat malam itu.
Chika melambaikan tangan pada Melani hingga mobil itu kembali melaju meninggalkan dirinya. Chika menghela nafas panjang, merasa lega melihat kedekatan dua insan itu walaupun masih terlihat kaku dan malu malu.
"Melani."
"Iya??"
"Maaf ya soal tadi,"
"Apaan?"
"Kita berdansa." ucap pria itu, tersenyum simpul
"Oh, tadi kan sudah minta maaf juga." seloroh Melani, membuat pria itu menjadi kikuk.
🌴
Hari pun telah berganti, hari minggu ini Andrew akan mengajak sang istri untuk mendatangi suatu tempat yang begitu istimewa untuknya. tampak perempuan itu tengah mengeringkan rambutnya dengan hairdryer sembari menatap pantulan tubuhnya yang membesar.
Chika menggembungkan pipinya, perempuan itu terlihat sangat chubby.
"Lucu, gemasin kamu tuh." ucap Andrew, mencubit kedua pipi sang istri
"Eeemh! atit tau!" ia meringis
Cup!!
Andrew mengecup kedua pipi chubby sang istri, ia benar-benar gemas dengan perubahan bentuk tubuh wanita itu
"Aku suka kalau kamu gendut kayak gini, enak dipeluk." ujarnya, memeluk tubuh wanita itu dari belakang, menatap pantulan tubuh mereka dari cermin rias dihadapannya
"Emang nggak malu punya istri gendut?" tanya Chika
Andrew menggeleng, "Sama sekali enggak, toh ini semua karena kamu mengandung anakku. hanya lelaki bodoh yang mempermasalahkan bentuk tubuh istrinya."
"Gayamu!" Chika mencubit perut suaminya, membuat pria itu menggaduh. "Kalau bukan karena hamil, pasti juga nggak suka sama wanita gendut. iya, kan??"
"Hmmm," Andrew tampak berpikir. "Kalau bisa, turunkan sedikit saja berat badannya." ucap pria itu dengan jujur
Sontak saja membuat Chika membulatkan matanya, "Kan, benar! pasti ujung-ujungnya pengen wanita langsing. Dasar!!" Chika kembali mencubit tubuh pria itu secara bertubi-tubi
__ADS_1
Andrew menggaduh, ia segera menjauh dari istri nakalnya dan berlari kecil ke ruang ganti.
"Akh, Sayang! sakit tau," keluhnya
**
"Kita mau kemana sih, Yang?" tanya Chika, pria ini menutup matanya dengan kain berwarna hitam
"Ada deh, nanti juga tau sendiri."
"Is, gitu amat!" gerutunya
Setelah selesai menutup mata sang istri, Andrew kembali menekan pedal gas mobil dan melajukannya dengan kecepatan yang sedang.
Sesekali ia menatap sang istri yang tengah mendengarkan musik klasik, musik yang Andrew setel dari mobilnya. sebelah tangannya memegang kendali setir, sedangkan tangan kirinya asyik mengelus perut sang istri yang terlihat semakin menggemaskan.
"Apa masih jauh, Yang??" tanya Chika, ia mulai risih akan kedua matanya yang ditutupi oleh kain
"Sudah mau sampai, Sayang." Andrew membelokkan mobilnya
Hingga kendaraan itu pun telah tiba di suatu tempat yang nyaman, tentram dan damai.
Andrew menghentikan mobilnya tepat di depan tempat tersebut.
"Sudah sampai, jangan buka dulu!!" titahnya
Chika mengangguk walaupun ia sudah merasa jengah. Andrew bergegas turun dari mobil dan mengitari kendaraan tersebut.
Chika turun, dengan dibantu oleh sang suami yang selalu siaga atas dirinya. Andrew berdiri dibelakang tubuh sang istri dan bersiap untuk membuka ikatan itu.
"Siap??" tanya Andrew, Chika mengangguk
Pria itu pun mulai membuka pengikat kain yang telah menutupi sepasang mata indah milik istrinya.
Chika mengerjap-ngerjapkan kedua matanya, pemandangan yang tidak biasa mulai ditangkap oleh penglihatannya.
"Ru-rumah???" Chika terkesima, gadis itu terbelalak kaget
"Ya! istana kita." Andrew langsung memeluk tubuh itu dari belakang. Chika menatap tak percaya akan apa yang ia lihat.
💥💥💥
__ADS_1
Akhirnya pindah 😂😂