
💥💥💥
"Mami! kemarilah! ada adek kembar." girang Aqilla, memanggil Ibunya yang baru saja datang ke kamar itu
"Ssstt! Qilla, suara kamu besar sekali." perempuan itu menaruh jari telunjuknya di depan bibir, sepasang netra yang menatap penghuni kamar itu dengan perasaan yang tidak enak.
"Nyonya, masuklah!" tegur Chika, tetangganya itu pun menurut dan menghampiri putrinya untuk menjauh dari ranjang tersebut.
"Maafkan Qilla, dia amat berisik."
"Nggak masalah, namanya juga anak kecil." ucap Chika
"Hmmm, bagaimana keadaan kamu? kata Tante Chaterine, anak pertama sempat kritis ya?" tanyanya, mendudukkan tubuhnya dibibir ranjang tepatnya disamping Chika yang sedang menyusui baby Veer
Seketika saja raut wajah Chika berubah sendu, perempuan itu langsung mengusap punggung wanita muda ini
"Iya, bayiku yang ini." Chika menatap putranya
"Oh astaga!" dia mengelus rambut bayi itu. "Apa yang terjadi? hasil USG kan bagus,"
Chika pun menceritakan semuanya kepada tetangganya ini tentang kondisi bayi pertamanya, dan itu sungguh membuat Maminya Qilla ini terkejut. menatap tidak percaya.
"Ya ampun, aku turut bersedih mendengar cerita kamu, Chik, tapi Veer anak yang kuat ya ... Semoga kalian sehat terus."
"Iya, Nyonya, terima kasih."
"Is! jangan panggil Nyonya! mbak aja deh,"
"Hehehe, iya, Mbak."
"Sepertinya kamu harus istirahat dulu, aku pamit ya .... mungkin nanti akan kesini lagi." perempuan itu beranjak bangkit dari duduknya, mengenggam tangan sang putri yang masih asyik menatap baby Veer
"Iya, Mbak, terima kasih udah mampir ya." ucap Chika, perempuan itu mengangguk seraya tersenyum. memaksa putrinya untuk kembali pulang walau sedikit sulit membujuk gadis itu.
**
__ADS_1
Andrew baru saja merebahkan kembali tubuhnya setelah membantu sang istri menidurkan bayinya yang sempat rewel. sedangkan Chika, perempuan itu tengah memompa asi nya ke dalam botol untuk persediaan jika saja sepasang bayi itu merasa kehausan secara bersamaan.
Andrew meneguk air salivanya dengan kasar, gunung kesukaannya telah memiliki susu yang terlihat menggoda.rasanya, ingin sekali ia mencicipi air susu itu, walaupun hanya setetes.
Ternyata, Chika mengetahui gelagat suaminya yang tengah memperhatikan harta karun milik anak-anaknya. ia menggeleng-gelengkan kepala, kemudian kembali fokus meremas salah satu gundukan itu
"Tidak usah melihatnya sampai segitu kali. kamu tidak akan mendapatkannya!" seloroh Chika
Sontak saja Andrew menjengit mendengarnya, "Emang apa yang ku lihat?" tanya Andrew, pura-pura tidak tahu
"Apalagi kalau bukan gunung merapi milikku." ucap Chika
"Eh, gunung merapi pula," gumam Andrew
"Siapa bilang aku melihat itu! aku lihat botolnya, kenapa baru sedikit yang tertampung? apa kamu butuh bantuan tenaga, Yang?" Andrew bangkit duduk, menghadap istrinya
Chika menatapnya dengan tajam, ocehan pria ini benar-benar membuatnya tidak fokus.
"Tidak perlu! cukup baring lalu pejamkan matamu!" tegas Chika
Chika tersenyum seingai
"Tidak,tidak! aku belum mengantuk jika saja istriku juga belum tidur." Andrew menggeleng
"Aku bantu ya, Sayang." ia bergegas menyentuh gunung indah itu, namun sebelum tangan nakal itu menyentuhnya, Chika langsung menepuk punggung tangan suaminya
"Tidak perlu, Sayang! mending kamu tidur untuk persiapan tengah malam."
"Emang ada apa dengan tengah malam?"
"Tentu saja membantuku, jika saja keduanya terbangun."
"Eh, iya juga ya." gumam Andrew, menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Tapi aku belum mengantuk, Sayang." rengeknya,.merangkul pundak Chika dan menunduk menatap gunung merapi yang tengah menyemburkan lahar putihnya, sungguh menggoda.
__ADS_1
"Tubuhmu berat!" Chika mengendikkan sebelah pundaknya yang dijadikan alat tumpu kepala suaminya
"Hmm, aku pengen bantu."
"Hhh ...." Chika menghembuskan nafasnya dengan kasar. menghentikan sejenak aktivitasnya, lalu menoleh menatap wajah itu. wajah tampan yang hanya beberapa senti dengan wajahnya.
"Kamu bukan membantuku, tapi menyulitkan dirimu sendiri." ujar Chika
"Maksudnya?" Andrew mengangkat kepalanya, menatap heran pada Chika
"Kamu menyulitkan dirimu sendiri, karena pasti tidak akan mampu menahan hasratmu untuk menyentuhku." jelas Chika
"Akhirnya bersolo ria di kamar mandi." Chika tergelak, menutup mulutnya dengan telapak tangan
"Hmmm," Andrew bergumam, mulai menyadari kesusahannya dalam menahan gairah cinta yang membahana. ia tahu, bila ia akan berpuasa selama 40 hari lamanya.
"Tidurlah! jangan bermimpi merebut harta karun si kembar. kamu harus mengalah dulu, Sayang. hahaha," ledek Chika sembari menatap ekspresi wajah suaminya yang tampak frustasi
"Padahal pengen nyicip setetes aja tuh." gumamnya, menarik selimut ke atas hingga menutupi separuh tubuhnya
Chika masih tergelak, sungguh lucu suaminya ini. perempuan itu pun kembali melanjutkan kegiatannya yang akan selesai sebentar lagi.
Beberapa menit kemudian, perempuan itu pun telah selesai dalam menyetor ASI nya ke dalam botol bayi. bermanfaat sekali jika saja kedua bayinya butuh asupan gizi dari sang ibu secara bersamaan.
Chika menjuntaikan kakinya ke lantai, perempuan itu bergegas bangkit dan melangkah ke lemari pendingin untuk menyimpan botol tersebut.
"Selamat bobok, Veer dan Giel, jangan rewel ya ... kasihan Papa kalau harus bergadang."
💥💥💥
Selamat bobok juga netijen ...
Eh, masih maghrib lho, nggak boleh bobo 😂
Btw kisah jones udah launching ya ... tapi baru satu bab. ini rencana mau nulis, semoga masih kuat. hehehe 😅
__ADS_1
Jangan lupa like, koment, vote dan hadiahnya yaa untuk novel ini dan jones 😉 favorite juga