Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Wisuda


__ADS_3

💥💥💥


Tiga bulan kemudian


Hari ini adalah hari kebahagiaan untuk Chika yang akan melaksanakan wisuda di kampusnya. tiga tahun ia menggarap ilmu di tempat itu dan memberikannya banyak pengalaman, juga suka dan duka. kadang ada rasa haru yang ia alami, harus berpisah dengan teman-temannya yang kompak bersama dirinya dalam mengerjakan sesuatu.


Namun mau bagaimana lagi, hidup terus berjalan dan harus mengejar cita-cita setelah proses penggalian ilmu di Universitas itu selesai. seperti halnya Chika, perempuan itu juga mengelola Restoran miliknya yang telah resmi dibuka sejak satu bulan yang lalu.


Chika mengulum senyum menatap wajahnya yang cantik, pipinya tengah di rias secantik mungkin oleh Mua yang Andrew sewa untuk mendandani dirinya.


Lirikan matanya sesekali menatap Giel yang sedang menyusu di gunung merapi milik sang ibu, menyesapnya dengan cukup kuat kemudian melepaskannya.


Ia mendongak menatap wajah Mama Chika yang terlihat paripurna bak bidadari


Eeemm ...


Tangan mungilnya berusaha menjangkau dagu milik Chika, membuat wanita itu tersenyum ceria melihat bayinya


"Hello, Giel ... udah siap mimiknya?"


Eem


Baby Giel kembali menenggelamkan wajahnya di gunung itu, menye*ap put*ng nya dengan rakus, membuat milik Chika terasa berdenyut


"Oh, Giel ... santai, Sayang." Chika terkekeh kepada bayinya, begitu juga Mbak Mua yang turut merasa lucu dengan tingkah bayi tiga bulan ini.


**

__ADS_1


Mobil yang membawa calon wisudawati dan sang pangeran telah tiba di pelataran kampus yang cukup ramai kala hari itu


Disusul pula oleh mobil Raffa yang membawa Melani, ibunya dan keluarga tiri Chika. Raffa rela mengantar mereka karena berada dibawah perintah Andrew. pria itu dengan senang hati menurut, asal gajinya naik disetiap bulannya


Dan tidak lupa, keluarga Andrew pun juga turut serta bersama si kembar yang berada dibawah penjagaan sang Oma Chaterine


"Kita sudah sampai, guys!" seru Mami kepada dua bocah tengil itu, untung saja mereka tidak rewel dan anteng di pangkuan Oma asalkan kedua bibir itu diberi dot dan bisa bersikap tenang


Mereka semua pun turun dari mobil, setelah kendaraan itu terparkir indah di tempatnya


"Jeng, berikan satu pada saya." pinta Ibu Ayna, ibu tiri Chika yang datang menghampiri besannya


"Ayo, siapa yang mau bersama Oma Ayna, hm?" tanya Mami pada si kembar


Dan jawabannya adalah sepasang netra yang mendongak menatap dirinya.


Acara inti pun telah dimulai setelah kata sambutan dan juga sedikit ceramah hingga nasihat telah tersampaikan untuk para tamu, khususnya mahasiswa ini.


Chika dan Melani duduk dengan tenang walau sedikit gugup, menyaksikan salah satu mahasiswa angkatan mereka tengah menaiki panggung untuk melakukan serah-terima hasil nilai kerja keras selama duduk di bangku Universitas ini. tidak lupa juga untuk memindahkan tali toga ke sisi samping sebagai ritual yang acap kali terjadi.


Cukup lama menanti, menyaksikan puluhan mahasiswa yang telah selesai maju ke panggung. Chika tersentak kaget saat namanya dipanggil, ia bergegas bangkit berdiri lalu berdehem sejenak untuk menetralisirkan perasaannya.


Chika Putri, anak dari Almarhum Farhan, kelahiran Bandung, 24 agustus tahun xxxx, fakultas tataboga


**


"Congratulations, Sayang, Mami bangga sama kamu." ucap sang mertua

__ADS_1


"Terima kasih, Mami." Chika berhamburan memeluknya


"Chika." panggil seseorang. Chika melepaskan pelukannya pada Mami, menoleh ke samping menatap wanita itu


"Selamat untuk kamu ya, Sayang."


"Oh, Ibu, terima kasih." Chika juga turut memeluk ibu tirinya


Chika merebut baby Veer dari tangan sahabatnya, menggendong bayi itu dan berdiri sejajar dengan sang suami. keluarga kecil itu bersiap-siap untuk melakukan pemotretan di pekarangan kampus, bersama sang photographer yaitu Assisten Raffa yang telah beralih profesi untuk sementara waktu.


"Satu--dua--ti---"


Cekrek


Cekrek


Hingga panggilan seseorang mengalihkan perhatian Chika dan yang lainnya. sosok itu--sosok yang sudah lama sekali mereka tidak bertemu. dan ini untuk kedua kalinya mereka bertemu setelah wisuda setahun yang lalu digelar.


"Chika! Melani!"


Sontak saja kedua gadis itu tampak kegirangan, mereka tersenyum senang menatap siapa yang memanggilnya


"Kak Fandi!" teriak Chika dan Melani, hingga pria itu telah mendekati kedua gadis cantik ini dan langsung berhambur memeluknya


"Eh-eh apaan ini!"


💥💥💥

__ADS_1


__ADS_2