
Judulnya di ganti ya kakak .. menjadi,
"Selir, Gairah Pria Kesepian"
Sebab judul lama terlalu vulgar, jadi gak bisa di kontrak. terpaksa ganti judul baru 😊
💥💥💥
Matahari telah menyingsing diluar sana dengan begitu cerahnya, mencoba mengintip dari balik celah gorden yang masih tertutup rapat pada jendela. Sesekali sudut gorden berhembus kecil akibat hembusan kipas angin hingga secercah sorotan mentari mampu membias masuk menembak langsung pada wajah sesosok manusia yang masih terlelap.
Beberapa kali sorotan mentari mengenai wajahnya, membuat Chika mendesis dan mengerutkan matanya seketika. ditambah lagi kicauan burung turut serta bersahutan, Chika yang mendengarnya sontak saja membuka mata lebar secara perlahan.
"Emmmh ... udah pagi ya," gumamnya dengan suara serak khas bangun tidur. gadis itu bangkit sembari merenggangkan ototnya yang terasa pegal setelah percintaan tadi malam, ia terdiam sejenak menatap suaminya yang masih terlelap dibawah selimut itu, hingga tanpa sadar Chika mengulum senyum menatap wajah tampannya kala tidur begini.
Puas menatap suaminya, Chika menjulurkan kakinya hingga menyentuh lantai dan lalu bergegas berdiri.
Perempuan itu membuka gorden, sontak saja ruangan yang tanpa penerangan itu seketika terang benderang dengan sorotan mentari yang telah leluasa memasuki kamar itu.
"Ah mending aku mandi dulu," gumamnya, bergegas mengambil handuk dan keluar dari kamar untuk membersihkan diri.
Setelah selesai mandi, pandangan pertamanya menatap sang suami yang masih bergulat didalam selimut. Chika menggelengkan kepala, mendekati sang suami dan bergegas membangunkannya.
"Tuan, bangun! udah pagi lho, bukannya harus pulang hmm?" Chika berbisik tepat di telinga pria tersebut
Masih saja tak ada pergerakan darinya, Chika menghembus nafas dengan kasar.
"Ayolah, bangun!" gadis itu menggoyangkan tubuh kekarnya.
"Sayang, bangun! cup!" terpaksa ia mengecup bibir itu. seketika saja matanya terbelalak mendapatkan serangan mendadak dari suaminya, Andrew semakin mendalamkan kecupan itu hingga berujung lum*tan.
"Eemmh!" Chika berusaha menarik tubuhnya kembali, namun pria ini tetap kuat menahan tubuhnya.
Hingga beberapa saat kemudian Andrew melepaskan pagutannya, beranjak bangkit sembari tersenyum cengengesan pada sang istri.
"Mulut mu bau tau!" gerutu Chika
"Hehehehe, mana mungkin," sanggahnya
__ADS_1
"Kamu mana tau! aku yang merasakannya. pergi sana mandi," usir Chika
"Hhh ... baiklah, Sayang." Andrew pun menurut dan bergegas turun dari ranjang tersebut.
Kini mereka berempat tengah menikmati sarapan pagi bersama dari hasil sajian yang Chika olah. suasana terasa sangat canggung, meja makan terasa hening, hanya dentingan sendok yang terdengar saling bersahutan.
Chika dan Andrew saling bertatapan, lirikan mata mereka secara serempak menatap Ibu dan Aysha yang hanya diam sembari menikmati masakan Chika.
Setelah selesai sarapan pagi, Andrew dan Chika pun bergegas bangkit dari kursi untuk meninggalkan kediaman sederhana tersebut, berpamitan pada Ibu yang hanya menatap dingin pagi itu.
"Terima kasih ya, Bu, udah izinkan menginap. maaf soal malam itu," tutur Andrew, Ibu hanya mengangguk
"Ah,.Kalau begitu kami permisi," sepasang suami istri ini pun bergegas meninggalkan ruang makan tersebut.
Ibu yang menatap kepergian mereka, menghempaskan sendok ke piring dengan perasaan yang benar-benar kesal.
"Bahkan pria itu tidak memberikan uang pada kita, Mi." sahut Aysha, membuka suaranya untuk pertama kali
"Pokoknya nanti kamu minta paksa sama adikmu itu!" geram Ibu.
Andrew bahagia sekali pagi ini, ia pun segera mengitari mobilnya dan bergegas masuk menyusul sang istri kedua.
***
"Belajar yang rajin, mungkin nanti setelah dari bandara aku akan menjemputmu,"
"Emangnya Nyonya Celine berangkat jam berapa?"
"Setengah sebelas sih katanya."
"Baiklah, aku akan menunggumu,"
"Dan ingat, jangan dekat-dekat lagi sama teman pria mu itu!" tegasnya
Chika mengerutkan dahi, "Emang kenapa?"
"Saya gak suka!"
__ADS_1
"Lah-kan itu cuma teman,"
"Ya, walaupun!"
"Cieee, cemburu," ledek Chika, menunjuk wajah Andrew dengan jari telunjuknya
"Mana mungkin saya cemburu, Chika."
"Ah masa?? kalau gak cemburu ya boleh-boleh aja dong aku berteman dengan siapa pun,"
"Hmm, terserah kamu saja." Andrew pun pasrah dengan tatapan dingin menatap ke depan.
Chika tersenyum gemas melihatnya, mencondongkan tubuhnya kemudian mengecup pipi itu dengan waktu yang cukup lama.
Andrew tertegun melihatnya, ia menoleh menatap sang istri yang menunjukkan wajah imut padanya.
"Biar gak marah, aku turun dulu yaa," pamitnya, mengambil tangan Andrew berniat ingin menyalimi.
Namun tangan pria itu malah merengkuh tubuh Chika, menariknya ke depan dan lagi-lagi mencuri kesempatan untuk mengecup bibir itu dengan lembut.
"Emmmhh ...." Chika berdesah, ikut menikmati ci*man panas itu yang berlangsung cukup lama.
"Ah, terima kasih, Sayang. rajin-rajinlah memberikanku sarapan pagi seperti ini." ucap genit Andrew
"Apaan sih! aku turun," Chika membuka pintu mobil, kemudian ia turun dan menutup kembali pintu mobilnya.
**
Setelah tidak melihat lagi wujud gadis itu, Andrew bergegas menekan pedal gas mobilnya. kembali bertandang ke kediamannya, dimana sang istri pertama tengah menanti kepulangannya.
"Iya, sabar, setengah sebelas nanti aku akan terbang kok dan kita akan ketemu disana."
"Siapa???"
💥💥💥
Yuk Like, Koment, Vote dan Hadiahnya yaa 😉🎉
__ADS_1