
💥💥💥
"Kenapa kalian seperti itu?" Andrew menatap kedua insan itu dengan tajam
"Nggak ada, biasa aja." jawab Raffa, sesekali ia melirik Melani di sebelahnya
"Iri bilang bos!" ledek Chika, tersenyum seringai lalu menyendoki desert ke mulutnya
"Siapa juga yang iri," gumam Melani
"Makanya buruan jatuh cinta, ups!" Chika menutup mulutnya sembari terkekeh
Kedua orang di depannya secara serempak memutar bola matanya bersamaan
"Hati tidak bisa dipaksa, wahai Nona." tegas Melani
**
Kini Andrew dan sang istri berada di sebuah restorant, meninggalkan kedua JONES itu di Kafe dan bertandang ke Resto untuk menikmati hidangan makan siang, hanya berdua.
"Apa mereka masih disana atau sudah kembali, ya? sungguh malang, kita meninggalkan mereka hanya berdua." Chika cekikikan sembari memotong daging steak miliknya
"Kita harus memberikan ruang untuk mereka agar saling dekat dan mengenal, Sayang, itulah cara terbaik agar mereka bisa saling membuka hati." ujar Andrew
"Benar banget, mereka butuh pendekatan. walau terpaksa, semoga Melan nggak marah lagi."
"Kenapa harus marah? kali ini kita bukan mengerjai mereka."
"Ya, kita pamit secara baik-baik." ucap Chika, mereka berdua kembali melanjutkan makan siang dengan beberapa menu yang menggiurkan diatas meja.
"Setelah makan steak, jangan lupa salad buahnya, Sayang." peringat Andrew, mengingat terlalu banyak sekali makanan yang masuk ke dalam tubuh perempuan ini sejak di Kafe
"Iya, bawel!" cibir Chika
__ADS_1
Andrew mengulum senyum, perempuan dihadapannya ini benar-benar sangat menggemaskan.
Setelah selesai makan siang, Andrew kembali mengantarkan sang istri ke kediamannya. mengingat perempuan itu harus banyak beristirahat menjelang persalinan nanti.
Beberapa menit kemudian, mobil yang membawa mereka pun telah tiba di rumah besar ini, Andrew bergegas turun dari mobil, cepat-cepat ia mengitari mobil untuk membantu sang istri. namun, perempuan itu malah turun dengan sendirinya tanpa bantuan dari sang suami.
"Aku bisa sendiri, tidak perlu dibantu." tukas Chika
"Tapi tetap saja, harus dibantu." Andrew memopoh istrinya, sungguh membuat Chika jengah melihat perlakuan suaminya yang terlalu sensitif akan dirinya
"Sayang."
"Hm??"
"Tubuhku masih bugar dan aku bisa jalan sendiri, nanti saja kalau mau membantuku, kelonin si kembar itu lebih baik." ujar Chika dengan nada yang lembut
"Kelonin mereka itu lebih sulit, Sayang."
"Hhh ..." Chika menghembus nafasnya dengan kasar. "Jangan mau enaknya saja, bikinnya enak, ngasuhnya kagak mau." gerutu Chika, ia berusaha melepaskan diri dari perlakuan Andrew yang memperlakukannya seperti orang tua renta.
"Is, itu kan kalau mereka udah gede, aku kan bilangnya saat udah lahir nanti. nggak nyambung lo!" gerutu Chika, perempuan itu meradang.
Andrew berhasil menaikkan emosi ibu hamil ini, membuat Andrew tertawa terbahak-bahak melihat reaksi istrinya.
Hingga tiba-tiba saja ia mendapatkan hukuman telak, dimana salah satu daun telinganya dijewer oleh seseorang, dengan sangat kuat.
Andrew merintih kesakitan, sedangkan Chika tertawa dari sofa yang ia dudukkan.
"Suami kurang acem! berani sekali kamu membuat menantuku naik esmosi, hah?"
"Aduh Mami, emosi,.Mi, bukan esmosi. di Indonesia tidak ada esmosi, adanya es kul kul."
"Suka suka Mami dong! minta maaf sana sama istrimu!" Mami mendorong tubuh itu dengan cukup kuat hingga Andrew terlempar tepat dihadapan istrinya
__ADS_1
"Hhh ..." Andrew menghembuskan nafasnya dengan kasar, mengusap telinganya yang perih dan dipastikan ini telah memerah.
Sedangkan Chika, perempuan itu tampak acuh pada suaminya, menyedekapkan kedua tangan didada dengan pandangan yang menjurus menatap televisi yang baru saja ia nyalakan.
Berpura-pura memasang wajah datar dan dingin, walaupun sebenarnya ia tengah menahan tawa.
"Sayang, maafkan aku ya ... aku janji besok akan membantu kamu mengkeloni kembar." lirih Andrew, menggenggam kedua tangan sang istri
Chika masih mematung, tidak menggubris suaminya.
"Sayang." Andrew merengek, mengayun-ayunkan kedua tangan istrinya
"Maafin babang macan mu yang tampan ini," bujuknya, memasang wajah memelas nan imut
Chika meliriknya, "Iya."
"Iya apa?" senyum cerah pun terbit di bibirnya
"Iya, lagi pula aku nggak marah. uweeek!!" ketus Chika, ia menjulurkan lidahnya kepada sang suami, seolah-olah tengah mengejek.
"Is! akting rupanya." Andrew mencebikkan bibirnya
Sontak saja Chika tertawa terbahak-bahak melihat suaminya yang lucu ini.
Hingga sesuatu terjadi akibat tawa yang menggelegar itu, Chika tiba-tiba meringis merasa kesakitan.
"Aw!"
"Sayang, kamu kenapa!" Andrew panik
💥💥💥
Begitu juga autor 😅
__ADS_1
Ayo like sebanyaknya lagi, koment di ramaikan dan juga hadiah untuk otor 😁
Oh ya, ini masih rencana ya ... otor mau sesuatu, tapi nanti siang aja deh 😜