Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Bukan Pernikahan Siri Lagi


__ADS_3

πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯


"Lahβ€”kok sendiri, Pi? mana mereka?" Mami menatap bingung karena hanya suaminya seorang yang kembali ke Meja makan


"Kamu baca aja, ada-ada saja mereka." Papi menggelengkan kepala, menyodorkan kertas memo berwarna biru itu kepada sang istri.


Mami meraihnya, turut membaca dan seketika saja reaksinya hampir saja seperti reaksi Papi saat membaca surat cinta tersebut.


"Oh astaga! anakmu itu, Pi, gak tau waktu." Mami geleng-geleng kepala sembari tergelak


"Biarkan saja mereka senang-senang, sekarang ayo kita makan malam." ajak Papi, Mami menurut dan mulai menghidangkan nasi ke atas piring sang suami.


Di kamar sang sepasang insan yang sedang berkolaborasi di atas panggung segi empat beralaskan seprai yang sudah berantakan, mereka masih bergelut dengan sebuncah rasa nikmat yang terus menjalar hingga darah ikut berdesir karenanya.


Kali ini Andrew yang bermain di atas tubuh sang Permaisuri, menghujam bagian inti tubuh hingga berulang kali. Chika menggigit bibir bawahnya menahan rasa yang begitu menyenangkan, mampu membangkitkan imun tubuh akan rasa nikmat yang diberikan sang suami.


Hingga tibalah di titik terakhir mencapai pelepasan, rasa bergejolak seketika melebur dengan derasnya di dalam sana. mampu menyiram kantung penyimpanan benih di dalam tubuh sang istri hingga keduanya melenguh menikmati rasa yang menyenangkan ini.


Andrew menjatuhkan kepalanya tepat di belahan dua gundukan, membiarkan inti tubuh mereka masih menyatu di dalam sana.


**


"Aku lapar," rengek Chika, gadis itu terbangun dari tidurnya saat mulai merasakan perih di perutnya.


Chika menoleh ke samping, sang suami juga masih terlelap dalam posisi tengkurap. merasa lelah atas permainan yang berlangsung cukup lama sejak tadi.


Chika beranjak bangkit, menyingkap selimutnya hingga tampaklah kulit putih mulus yang masih tanpa balutan benang sedikit pun. Chika tersipu malu, melihat tubuhnya sendiri sudah membuatnya merasa malu.


"Ya ampun!" gumamnya sembari menggelengkan kepala.


Chika menjuntaikan kedua kakinya hingga menyentuh lantai marmer yang mengkilap, membungkukkan tubuhnya untuk mengambil pakaian yang telah berserakan.


Chika mengedarkan pandangan menatap sekitar Apartment, sangat sepi dan tiada suara apapun yang terdengar. perempuan itu menatap jam digital yang terpajang di dinding, telah pukul 11 malam, dan pasti kedua mertuanya telah terlelap.

__ADS_1


"Gak nyangka udah jam segini,"


"Aduh, anak-anak Mama lapar yaa, Mama hangatin dulu lauknya yaa." ucap Chika kepada janin yang tengah tumbuh di dalam rahimnya.


Chika menikmati hidangan makan malamnya yang dirasa sudah telat kala waktu yang telah larut ini. menyantap dalam keheningan hanya seorang diri tanpa di temani.


Tidak berapa lama, gadis itu telah selesai dengan kegiatannya, memegang perutnya yang dirasa sudah menggembung karena banyaknya hidangan yang ia lahap.


Eeeeek!!


Perempuan itu bersendawa, sontak menutup mulutnya seraya menoleh ke sisi pintu masuk ruang makan.


Ia cengengesan,


"Untung nggak ada yang dengar, hehe." ucapnya pada diri sendiri.


🌴


Beberapa hari kemudian, akhirnya Chika dan Andrew telah mendapatkan status baru dalam hubungan mereka. menyandang status resmi yang telah di akui Negara dan sekaligus di dalam Agama.


Kini sepasang insan itu berada di sebuah Kafe yang terletak ditengah-tengah Taman nan luas pada sekelilingnya.


Beberapa pengunjung ada yang menikmati hidangan di dalam Kafe dan ada pula yang memilih duduk di luar sembari menatap taman yang memiliki beragam bunga dan juga kolam di tengahnya.


Sangat indah, banyak kaum millenial yang mengabadikan moment di tempat tersebut. tak terkecuali Melani, wanita itu turut mengabadikan Taman tersebut untuk berpotret, dengan dibantu oleh Assisten Raffa yang mengambil gambarnya.


Hingga Chika yang melihat keceriaan sahabatnya, hanya menggelengkan kepala.


Obrolan antara Mertua dan Ibu tirinya pun seketika terjeda, tatkala seorang pelayan datang menghampiri membawa pesanan pengunjungnya.


"Sayang, panggil mereka!" titah Chika, Andrew berteriak memanggil Assistennya, Raffa dan Melani yang sibuk dengan dunianya seketika menoleh menatap ke asal suara.


Mereka datang menghampiri, mendudukkan tubuhnya di samping Ibu dan Aysha yang kalem pada hari itu.

__ADS_1


Melani terbelalak menatap buku nikah yang Chika pamerkan, seketika ia merebut benda tersebut.


"Wah senangnya ... akhirnya pernikahan Tuan dan Chika udah sah di mata Hukum," ujar Melani, memegang buku nikah milik sahabatnya. kebetulan hari itu mereka libur bekerja.


"Alhamdulillah," sahut Andrew, tersenyum pada gadis itu


"Selamat ya, Boss, Nona Chika!" seru Raffa yang duduk di sebelah Melani


"Terima kasih, dan sekarang wanita ini telah sah menjadi milikku seutuhnya," Andrew merangkul pundak sang istri


"Ibu harap kamu selalu menjaga Chika dan memberikannya kasih sayang sepenuhnya ya, Nak Andrew." sahut Mertua Andrew, Ibu tiri dari sang istri


"Karena--cuma kamu lah kebahagiaan Chika, maaf kalau Ibu tidak pernah bersikap baik kepadanya." sambungnya


Ibu telah mengakui kesalahannya kepada Mertua putri tirinya, disaat keluarga itu bertandang ke kediamannya saat sore hari sehabis pulang dari Pusara.


Apakah Chika harus mempercayai sikap mereka yang telah berubah? entahlah, mungkin ini sulit buat gadis itu, namun Ibu dan Aysha benar-benar telah berubah dan ingin kembali ke jalan yang benar.


Hingga Aysha harus bekerja di sebuah Perusahaan sebagai Cleaning Services. walaupun dirinya lulusan S1, namun gelar itu tidaklah berlaku untuknya. sebab nilai IPK yang ia miliki, tidak memumpuni untuk bisa mengambil jabatan yang lebih tinggi lagi.


"Saya akan menjaga Chika dengan baik dan memberikannya banyak cinta, Ibu tenang saja, perempuan ini sudah bahagia bersama orang-orang baik di sekelilingnya." ujar Andrew, menggenggam tangan sang istri. Ibu pun menghela nafas lega mendengarnya.


"Jadi, apakah ada rencana untuk membuat resepsi sekaligus mengenalkan istrimu pada publik?" tanya Papi Setya


"Untuk resepsi, nanti saja setelah anak kami lahir. palingan orang-orang kantor udah ada yang mengenal Chika, walau belum tau dia istriku." ujar Andrew


"Lain waktu kita akan buat acara party untuk mengumumkannya," sambungnya


"Syukurlah," Papi mengangguk paham


πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯


Congrats Chika dan Babang ... akhirnya sah juga 😍😍

__ADS_1


Yuk like, koment, vote, hadiah poinnya yaa πŸ’ƒ


__ADS_2