Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Meriang


__ADS_3

💥💥💥


"Udah beres semua barang-barang wanita itu?" tanya Andrew kepada anak buahnya, pria itu tengah duduk di sofa seraya memijat batang hidungnya


"Sudah, Tuan."


"Kirimkan dia ke Amerika atau kemana saja, terserah!! dan jangan sampai perempuan itu kembali lagi!"


"Baik, Tuan." mereka menurut, dan bergegas pergi membawa Celine untuk membuang wanita itu dari Negeri ini


Andrew merasa lega dan sekaligus pusing, begitu lega karena sudah menceraikan Celine, namun ia begitu pusing karena masih memikirkan wanita yang sangat ia cintai telah pergi entah kemana.


Saat dirasa gundah seperti ini, Assisten Raffa datang menghampirinya. "Tuan, minumlah dulu." Raffa memberikannya segelas air mineral. Andrew mendongak, dan menyambut gelas tersebut dan meneguk air mineral hingga tandas.


"Apa sudah lega sekarang?" tanya Raffa


"Belum. saya masih memikirkan Chika, sudah ada kabar tentangnya?" tanya Andrew


"Menurut keterangan mereka, sebagian mahasiswa tataboga sedang melaksanakan magang, Tuan. dan sepertinya baru dua hari ini Nona tengah magang di suatu tempat." ujarnya


Andrew menjengit, bagaikan ada angin segar yang menerpanya membuat pria itu terkesima mendengar penuturan sang Assisten.


"Di mana dia magang?" tanya Andrew


"Bisa di Hotel, Restorant atau pun Bakery, namun lokasi yang pastinya tengah dicari, Tuan."


"Kerahkan semua anak buahmu untuk mencarinya di tiga tempat yang kamu sebut! dalam waktu 24 jam saya tunggu!" perintahnya


"24 jam? yang benar saja, Tuan? Jakarta ini luas lho." tukas Raffa


"Saya tidak mau tau, Raffa! bukannya anak buah kita banyak hm?" Andrew mengerang


"Baiklah." Raffa mengangguk, dan ia mulai menelpon anak buah yang lainnya untuk turut berpartisipasi mencari sang berlian


Setelahnya ia kembali membalikkan badan alih-alih ingin menghampiri Tuannya. namun, pria tersebut sudah tidak ditempatnya lagi. Raffa mengernyit, ia mendengar seseorang tengah muntah di kamar mandi dapur.


Pria itu bergegas kesana


Dan benar saja, lelaki gagah ini tengah memuntahkan sesuatu dari dalam perutnya.


Uwek!!

__ADS_1


Uwek!!


"Tuan!" Raffa menyelonong masuk, menggosok-gosong punggung Andrew agar terasa lega.


Entah apa yang terjadi dengan Tuannya ini, tidak ada angin apapun tiba-tiba saja sudah dua kali ia menyaksikan Andrew terus saja memuntahkan isi perutnya.


Apa mungkin karena minum alkohol hingga berbotol-botol? tapi sepertinya bukan, biasanya setelah meminum itu pasti sekitar beberapa jam kemudian sudah membaik.


Namun Andrew tidak, pria itu terus saja merasa mual dan muntah.


Andrew membasuh wajahnya dan berkumur-kumur,


"Sebaiknya kita panggil Dokter Denis aja, Tuan." usul Raffa


Andrew mengacungkan tangannya sembari menggelengkan kepala


"Tidak perlu. mungkin masuk angin," tukas Andrew


"Tapi--


"Saya pengen makan, temani saya ke Resto." ajak Andrew


"Bukannya dua jam yang lalu anda udah sarapan, Tuan?"


"Iya, tapi itu gak cukup! saya lapar. mau ikut atau enggak? atau kamu ke kantor aja ngurus pekerjaan,"


"Saya ikut Tuan aja,"


**


Disisi lain, Chika tampak sangat sibuk di bagian dapur bersama para Chef lainnya. membuat hidangan sarapan pagi yang nantinya akan diantar ke kamar pengunjung Hotel maupun ke Restoran Hotel tersebut.


Tentu saja para waiters yang akan mengantarkan pesanan ke meja maupun ke kamar pengunjungnya.


Chika begitu cekatan dan ligat, bekerja di bagian dapur memang harus berkonsentrasi penuh agar apa saja yang disajikan akan berbuah hasil yang menarik dan memiliki aroma tekstur yang wangi.


Apalagi saat penyajian di atas piring, ada seni keindahannya dan bukan asal-asalan dalam menyajikan.


Kini Chika dan beberapa orang tengah menghidangkan beragam sarapan pagi ke atas piring, sesekali ia menyeka keringatnya yang telah memenuhi dahi. gadis ini merasa kegerahan dan tubuhnya terasa hangat, tidak seperti biasanya. padahal ruangan tersebut di penuhi dengan AC yang dapat menyejukkan ruangan.


"Kamu kenapa? sakit?" tanya Chef Frans, ekor matanya beberapa kali mendapati gadis itu terus menyeka dahinya dengan lengan

__ADS_1


"Hmmm, tidak." Chika menggelengkan kepala


Namun lelaki itu tampak tidak percaya akan perkataan gadis ini, memerhatikan wajahnya yang tampak pucat dan lelah.


"Duduklah, mungkin kamu capek," sarannya


Chika menggeleng, ia masih bergelut dengan kegiatannya


"Sebentar lagi, ini juga udah mau siap kan?"


"Gak apa-apa, duduk aja dulu, atau minum air putih biar enakan."


Chika terdiam sebentar, entah kenapa pagi ini ia merasa sangat kelelahan. ataukah karena--efek kehamilan?? Chika memegang perutnya yang masih datar, sedikit mengelusnya.


"Baiklah." Chika mengangguk


Ia pergi ke sisi lain untuk mengambil air mineral agar tubuhnya kembali vit. mungkin saja ia tengah dehidrasi.


Chika dan Melani beristirahat sebentar, melihat wajah sahabatnya yang tampak pucat membuat gadis itu sangat heran.


"Kamu sakit, Chik?" tanya Melani


"Hanya sedikit kelelahan."


"Ini pasti efek kehamilanmu, biasanya Ibu hamil pasti mengonsumsi susu dan vitamin."


"Iya, tapi aku kan minum susu juga."


"Sepertinya kamu juga harus minum vitamin, Chik."


"Nanti aku tanyai sama atasan, hari apa kita libur, biar kita bisa ke rumah sakit untuk memeriksa kehamilanmu."


"Terserah kamu aja deh,"


"Mungkin dedek lagi pengen dekat sama Papanya kali yaa? aku jadi kangen, tapi itu tidak mungkin." Chika berucap sendu, menggelengkan kepalanya


💥💥💥


Sabar Chik ... besok otor libur kan kerjanya deeh 😅


Chika nya yang libur atau otor nya yang libur?? 😂😂

__ADS_1


__ADS_2