Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Membuat Laporan


__ADS_3

💥💥💥


"Kamu sedang apa?" tanya Andrew, menduduki tubuhnya di samping Chika


Gadis itu sedang duduk diatas ranjang, dengan posisi kaki yang lurus dan diatas paha ia menaruh sebuah bantal untuk menopang laptop miliknya


"Lagi buat laporan magang, Sayang." jawabnya. tampaknya Chika memang sangat sibuk sekali sehingga tatapannya tidak beralih ke sang suami


"Enggak capek? besok aja kerjain, di kantor."


"Aku mau ngangsur sekarang aja, biar besok agak legaan sedikit." ujarnya


"Hmmm, baiklah." Andrew pasrah, pria itu memilih untuk menonton televisi saja


Tok tok tok


Suara ketukan pintu kamar mengalihkan perhatian Andrew dari layar kaca tersebut, ia bergegas turun dengan menjuntaikan kedua kakinya ke lantai, lalu melangkah menuju pintu kamar tersebut.


"Bi?"


"Ini, Tuan," Bibi menjulurkan sepiring buah dan juga susu hamil milik Chika. tak lupa pula coffe latte kesukaan Andrew.


"Masuk, Bi." Andrew menyilahkannya untuk masuk, Bi Sum menaruhnya di atas meja dan bergegas pergi dari kamar majikannya.


"Sayang, minum dulu susumu." titah Andrew, menyodorkan segelas susu padanya. Chika menyambut dan meneguknya hingga sisa setengah.


"Terima kasih, Sayang." Chika mengulum senyum pada suaminya


Andrew memutar otak, bagaimana caranya ia merebut perhatian sang istri dari laptop itu. pria itu pun menduduki tubuhnya di samping Chika, mengambil laptop tersebut dan menutupnya. membuat Chika mengernyit heran


"Kenapa ditutupin sih?"


"Kamu harus istirahat, Sayang. ingat, kamu lagi mengandung."

__ADS_1


"Iya tau, kan cuma duduk doang."


"Besok aja kerjain di Kantor." Andrew memijit kaki sang istri yang terlihat lebih besar dari biasanya.


"Lihatlah, kakimu bengkak karena terlalu banyak berdiri. seperti gajah saja," Andrew menggeleng-gelengkan kepala


Chika menatap pria nya dengan begitu lekat, melengkungkan bibirnya membentuk sebuah senyuman yang lebar. melirik tangan kekar itu sekilas, yang tengah memijat kakinya.


Nikmat Tuhan mana yang kau dustakan lagi? diberikan suami yang begitu perhatian padanya dan juga kasih sayang yang berlebihan. tapi Chika suka, dan membuat perasaannya semakin tumbuh dan berkembang untuk Ayah calon anak-anaknya.


"Terima kasih," ujar Chika


"Terima kasih apa?"


"Udah ngatain aku seperti gajah." Chika mencebikkan bibirnya


"Pasti tubuhku udah jelek, kayak gajah juga."


"Enggak kok, cuma kakimu doang karna terlalu banyak berdiri. badan kamu mah semakin montok, Sayang, aku suka." Andrew membungkukkan badannya, mencium perut sang istri yang semakin lama semakin menggemaskan


Chika menggeleng cepat dan berusaha mendorong tubuh suaminya


"Enggak! udah ah, aku capek tau,"


"Sebentar saja, Sayang. anggap ini hukuman untuk kamu karena sudah buat aku cemburu,"


Andrew tersenyum seringai, pria itu langsung membaringkan tubuh istrinya dengan pelan.


"Tapi katanya nggak cemburu! kamu bohong banget."


Andrew tidak menggubrisnya lagi, pria itu langsung menyergap tubuh Chika dengan sentuhan halus disekujur tubuhnya. mengecup kakinya, paha, dan kedua tangannya berusaha menarik daster yang dikenakan Chika ke atas tubuhnya. dan ia tersenyum simpul menatap perut sang istri, mulai mengecupnya dengan hangat.


Chika mengerang saat kedua anak gunungnya tengah dimainkan, sesekali disesap hingga menimbulkan rasa geli yang memberikan sensasi kenikmatan. Perempuan itu terus saja mengeluarkan suara erotisnya, hingga ia terbelalak saat merasakan sesuatu memenuhi inti tubuhnya. terasa sesak dan ia menahan nafas sebentar.

__ADS_1


Hingga hujaman lembut mulai terasa, membuatnya menggigit bibir sembari menikmati rasa itu.


***


Hari ini telah berganti suasana, biasanya selama tiga bulan terakhir kedua sahabat itu bertemu di sebuah Hotel. namun kini tidak lagi, Chika dan Melani kembali bertemu di Kampus, tepatnya di sebuah Taman.


Chika dan Melani begitu fokus dengan laptop yang tertaruh diatas pahanya. punggung bersandar pada batang pohon dan otak tengah berpikir keras untuk membuat laporan hasil magangnya selama ini.


"Yes! akhirnya selesai! tinggal di print." ujar Melani, perempuan itu kegirangan sekali.


Chika meliriknya, mengintip layar laptop wanita itu.


"Senang banget cepat siap, aku masih mikir ini." gerutu Chika


"Sini deh biar aku kerjain," tawar Melani


Chika menggeleng cepat, "Enggak, Mel, ini sebentar lagi selesai kok."


"Hhh ... baiklah, mau aku belikan sesuatu? rasanya aku pengen juice," Melani memegang tenggorokannya


"Boleh deh, orange juice yaa."


"Siap boss! aku pergi dulu," pamitnya, Melani bangkit berdiri dan meninggalkan Chika seorang diri di tepian Danau itu.


Chika kembali melanjutkan kegiatannya dengan laptop tersebut, berpikir keras untuk membuat laporan. ini karena Andrew yang mengganggu tugasnya tadi malam, hingga membuatnya harus melayani lelaki itu.


Sisa beberapa kata lagi, dan akhirnya semua itu telah beres. Chika tersenyum puas, kerja kerasnya telah ia selesaikan dengan cepat.


"Hhh ... beres juga." Perempuan itu merenggangkan otot-otot tangannya yang kaku.


"Aish! aunty Melani lama banget sih, dek?" tanya Chika pada kedua janinnya, menatap jauh ke seberang sana.


Hingga gadis itu terbelalak menatap sosok yang dikenalnya, datang menghampirinya.

__ADS_1


💥💥💥


Ayo like koment vote dan hadiah poinnya yaa💃


__ADS_2