Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Latihan Musik


__ADS_3

💥💥💥


Andrew dan sang Assisten dengan diekori Chika, bersama Kepala bagian tengah menelusuri Gedung Rumah Sakit yang masih dalam tahap pembangunan. memeriksa perkembangan bangunan yang telah mencapai sekisar 70 % pada tahap yang telah jadi. sisanya masih dalam lanjutan dan tentu saja tembok bangunan ini masih dibaluti semen di bagian luarnya.


"Perkembangan yang bagus, sekitar berapa lama lagi semua ini udah selesai?" tanya Andrew


"Sekitar dua minggu, bisa lebih dari perkiraan maupun kurang dari prediksi." jawabnya


Andrew mengangguk paham, area dalam Rumah Sakit ini sudah sangat bagus dari hasil desain dan kerja keras mereka. Andrew tersenyum puas.


"Baiklah."


"Raffa."


"Ya, Tuan?"


"Alat-alat Rumah sakit ini udah dipesan?"


"Sudah, Tuan. masih dalam perjalanan dari Rusia,"


"Baiklah, mungkin saya harus memanggil Dokter pribadiku untuk memeriksa alat tersebut."


"Apa kita perlu merekrut tenaga medis sekarang juga?" tanya Assisten Raffa


"Laksanakan! sesuai syarat yang diajukan. saya ingin tenaga medis yang lebih kompeten,"


"Baik, Tuan." Assisten Raffa menunduk hormat


Sedangkan Chika, gadis itu menatap takjub apa yang baru saja ia lihat. Rumah sakit berlantai lima milik suaminya, terlihat sangat megah saat ia baru saja keluar dari mobil.


Rumah Sakit yang diberi nama Dreka Hospital menjadi pandangan pertama saat Chika melihat gedung ini. dari luar saja sudah cukup menarik, apalagi design di dalamnya, sungguh menakjubkan.


Cukup menguras waktu hanya untuk menelusuri setiap sudut gedung ini, sudah membuat Chika sangat lelah. namun rasa itu perlahan menghilang karna dirinya terlalu memandang takjub.

__ADS_1


Kini Andrew mengajaknya untuk kembali, memasuki lift dan bersiap meluncur ke lantai dasar.


"Lift nya udah oke kan?" tanya Andrew pada pekerjanya


"Sudah, Tuan. kita juga udah mencobanya,"


"Baiklah." kemudian Kepala bagian itu pun menekan tombol di panel pintu. benda persegi itu perlahan bergerak turun tanpa ada goyangan sedikit pun.


**


"Kamu kembalilah ke Kantor dan bereskan sisanya, saya pulang saja menemani gadis ini. lihatlah, dia tertidur dengan pulas sampai saya harus menggendongnya." gerutu pria itu saat mobil yang membawanya tiba di depan gedung Apartement.


"Nasibmu lah, Tuan" gumam Raffa


"Apa??"


"Eh, enggak ada. kalau Tuan keberatan biar saya saja yang menggendongnya." tawar Assisten Raffa


Andrew langsung menatapnya tajam, "Tidak perlu!"


Andrew memandang lekat wajah cantiknya, kedua tangannya bertumpu di tepi ranjang. menyapu wajahnya yang sangat cantik dan manis, bulu mata yang lentik, bibir yang sempurna, hidungnya mancung dan pipinya sedikit tirus. sesuai dengan bentuk tubuhnya yang langsing.


Andrew mengulum senyum, merasa puas memandang gadis ini. ia pun memajukan wajahnya, mengecup bibir sang istri lalu beralih pada dahinya.


Andrew bangkit, ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


**


Hari pun telah berganti, rutinitas sehari-hari memang tidak ada habisnya. namun beruntung esok hari adalah hari weekend dan seluruh pengais rezeki bisa bersantai sejenak dan berkumpul bersama keluarga.


Malam ini Andrew dan wanitanya tengah bersiap-siap untuk mengunjungi Studio band milik Fandi dan teman-temannya. mereka semua harus melakukan latihan untuk pertama kali dalam mempersiapkan acara minggu depan.


Andrew hanya mengenakan pakaian santai namun terlihat sangat cool, sedangkan Chika mengenakan jeans dan kaos yang dibaluti jaket denim. sesuai permintaan sang suami, bila ia harus berpenampilan yang biasa-biasa saja.

__ADS_1


Saat tengah duduk di sofa sembari menunggu Chika yang berdandan, tiba-tiba ponselnya berdering, nama Celine tertera di layar ponselnya.


Andrew segera mengangkat,


"Hallo, Yang?"


"Kamu lagi ngapain, Yang?" tanya perempuan dari seberang sana


"Lagi mengecek perusahaan, kamu baru bangun?" tanya Andrew


"Iya, tubuhku lelah sekali."


"Mandilah sana, dan berolahraga biar tetap fit."


"Iya, baiklah. bye!" Celine memutuskan panggilan telepon setelah berpamitan kepada suaminya.


Chika yang memperhatikan sekilas hanya diam saja sembari menyimak percakapan mereka. gadis itu telah selesai, mengambil tas salempang miliknya dan mengajak sang suami untuk bergegas pergi.


"Ayo! Melan udah nunggu disana sama yang lainnya," ajak Chika, Andrew mengangguk dan beranjak bangkit.


Setiba di Studio milik Fandi, mereka memasuki tempat tersebut. sudah terdengar alat musik yang dimainkan dari luar. Chika mengetuk pintu, hingga tak berapa lama pintu tersebut di buka oleh seseorang yang ternyata adalah Melani.


"Akhirnya udah datang juga," Melani memeluk sahabatnya, setelahnya Chika menyapa mereka semua dengan diikuti Andrew di belakangnya.


Suasana menjadi canggung saat pria berparas bule itu ikut nimbrung diantara mereka.


"Ah iya, kenalkan dia Andrew, sua---" Chika menggantung kalimatnya


Andrew menyela, "Suaminya." pria itu tersenyum pada mereka, dibalas oleh sekelompok pria itu


Hingga pada akhirnya Andrew harus menyaksikan aksi anak muda ini dalam memainkan alat musiknya dan dua gadis itu bernyanyi dengan lihainya.


💥💥💥

__ADS_1


Babang Andrew demen amat jadi obat nyamuk 😅😅


Btw 3 bulan mereka akan ada banyak kejutan lho😂🎉


__ADS_2