
💥💥💥
Tok tok tok
Ketukan pintu ruangan mengalihkan perhatian suami istri yang tengah berseteru atas ulah Chika yang menertawakannya. Andrew menyahut dengan suaranya yang lantang, hingga pintu yang terbuat dari kaca pun terbuka dari luar didorong oleh seseorang.
Assisten Raffa, pria itu tertegun melihat mereka tengah berdiri di tempat pijakan yang berbeda. Andrew berpijak di lantai marmer ini, sedangkan istri kedua pria itu berdiri di kursi kebesaran milik bosnya.
Raffa tercengang, menatap mereka bersamaan kemudian berdehem menetralkan perasaannya yang tak karuan.
"Maaf kalau kegiatan kalian terganggu," ucap pria itu dengan nada halus sedikit meledek
Sontak saja sepasang suami istri itu langsung tersadar akan apa yang mereka perbuat.
"Turunlah kau dari situ!" Andrew masih menatapnya dengan tajam, Chika menurut. dan Andrew memberikan ponsel wanita itu pada pemiliknya
Andrew beralih menatap Raffa yang termanggu. "Ada apa??" tanyanya dengan ketus, sepertinya pria ini benar-benar marah.
Chika yang melihatnya hanya bisa gigit bibir.
"Kita harus ke lokasi pembangunan, Tuan. mengingat ini udah jam dua," Raffa menatap jam tangannya
"Oh yasudah, ayo!" ajak Andrew, kemudian pria itu menoleh menatap Chika yang terduduk di sofa
"Kamu--ikut saya!" titahnya, Chika terhenyak
"Ah, enggak-enggak! saya balik aja," Chika melambaikan tangan, menolak perintah pria itu
"Harus! temani saya."
"Lah--kan ada Assisten,"
"Ini hukuman kamu tau gak! jangan membantah."
Chika hanya bisa menghembuskan nafas kasar, terpaksa mengangguk seraya menunjukkan wajah frustasi.
Sungguh malang, seakan dirinya ini bagaikan magnet yang harus melekat di diri Andrew
Mana aku capek lagi, buat lamaran juga belum kelar. batin Chika, mengikuti langkah lebar dua pria ini
**
Chika memandang kendaraan yang berlalu melewatinya, beralih menatap gedung-gedung yang menjulang tinggi, jejeran ruko yang menjual berbagai macam ragam, hingga terlihat beberapa anak ABG tengah berjoget mengikuti musik trending di salah satu aplikasi hiburan anak muda.
Chika menggeleng-gelengkan kepala melihatnya, anak muda jaman sekarang memang sangat berbeda dengan masanya dulu disaat masih sekolah. belum mengenal aplikasi berjoget tersebut.
"Apa yang kamu lihat?" suara bariton itu membuat gadis ini tersentak
__ADS_1
Chika menoleh ke samping menatap wajah dingin ini.
"Hidungmu!" ketusnya dengan berani. hampir membuat Assisten Raffa menyemburkan tawanya.
"Apa yang kau lihat diluar itu?" ulangnya lagi
"Anak-anak main tiktok." Chika menirukan gerakan tubuh anak ABG tadi
Andrew memutar bola matanya, jengah.
"Dasar tidak tau malu!" ia menggelengkan kepala
"Apa kamu juga hobi berjoget ditengah jalan?" tanya Andrew
"Enggak, bukan tipe ku. kamu tau? aku sangat pemalu."
"Pemalu?? yang benar saja," Andrew menatap tidak percaya
"Iya benar lho,"
"Tapi percaya diri diatas pentas nanti." Andrew mencibir
"Kalau itu--beda cerita lagi, aku kan hobi bernyanyi. emangnya kamu gak pernah dengar aku nyanyi?" tanya Chika
"Pernah, eh enggak!" sanggahnya, walaupun sebenarnya ia sering mendengar Chika bernyanyi di kamar mandi
"Coba deh nyanyi, Non." sahut Assisten Raffa yang tengah menyetir mobil, sesekali ia memerhatikan kedua insan itu lewat spion
"Eh, enggak deh." tolak Chika
Andrew pun tersenyum seringai,
Boleh juga kalau wanita ini bernyanyi, hitung-hitung ini salah satu hukumannya juga. batin Andrew
"Bernyanyi lah, Sayang, kami ingin mendengar suaramu." Andrew berkata lembut, merangkul pundak perempuan ini
Chika menjengit dan tetap menolak. namun pria itu tetap memaksanya alih-alih menyumbangkan suara itu sebagian dari hukumannya
Chika menghembus nafas dengan kasar, ia berdehem beberapa kali untuk mempersiapkan pita suaranya.
Dasar kau, keong racun!
Baru kenal udah ngajak tidur.
"Stop-stop! lagu mu gak berbobot sekali, macam gak ada yang lain saja!" cerca Andrew memotong kelanjutan liriknya
"Menyindir ku sekali," gumam pria itu dengan kesal, membuang wajah kearah lain
__ADS_1
"Lah--seru tau lagu itu." cibir Chika
"Yang lain saja!"
Chika memutar bola matanya, berfikir lagu apa yang bagus untuk dinyanyikan.
"Ahaa!! yang ini aja," gadis itu berseru, kemudian kembali berdehem dan mulai mendendangkan lagu yang tercuat dari mulut mungilnya.
izinkan ku lukis senja
mengukir namamu di sana
mendengar kamu bercerita
menangis, tertawa
biar ku lukis malam
bawa kamu bintang bintang
tuk temani mu yang terluka
hingga kau bahagia
........
"Udah ah, gitu doang! suaraku lagi serak tau!" keluh Chika memegang tenggorokannya
"Alasanmu saja! yasudah kalau gitu, lagian suaramu gak bagus-bagus amat." cerca Andrew
Chika menatapnya dengan sengit sembari mengerucutkan bibirnya
"Gak bagus tapi hampir terhanyut, dasar!" ledeknya
Tanpa terasa mobil yang dikendarai Assisten Raffa pun tiba di lokasi. padahal jarak antara Kantor dan Lokasi tersebut cukup jauh, namun perseteruan mereka yang terkadang membuat Raffa hampir tertawa, membuat perjalanan terasa singkat.
"Wah, cepat yaa! gak terasa," ujar gadis itu
Setidaknya aku udah lolos dari syaiton ini. batinnya
💥💥💥
Otor gabut pembahasannya malah nyanyi 😅😅😜
__ADS_1