Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Ternyata Dibalik Topeng Itu?


__ADS_3

💥💥💥


"Bro! sudah ku katakan, aku nggak mau berdansa. apa-apaan kalian ini," gerutu pria bertopeng yang akan disandingkan dengan Melani, si wanita asing.


Namun teman pria nya tidak menggubris protes dari pria itu. ia masih bermohon kepada Melani.


"Gimana Nona? bersediakah? hanya sebentar."


Melani menatap bingung, bola matanya menatap mereka bertiga secara bergantian.


"Plis dong, Nona? kami nggak berniat macam-macam lho, hanya berdansa saja, mengingat semua orang udah ada pasangan." rayu si wanita


Dengan terpaksa, Melani pun mengangguk mengiyakan. mereka berdua yang diketahui sepasang kekasih itu pun terlihat sangat senang sekali. sedangkan Pria yang akan disandingkan dengan Melani tampak berdecak kesal.


Dan mereka pun mulai mengambil posisi, berdansa mengikuti gerakan pasangan lainnya seraya menikmati alunan musik


"Hmmm, pegang pundakku." titah pria tersebut, dengan ragu Melani melakukannya. sedangkan tangan yang lainnya, menggenggam tangan pria itu.


"Begini kah?"


"Ya, Nona." pria itu mengangguk


Dan mereka berdua pun menggerakkan kedua kakinya dalam satu arah ke kanan, ke kiri, depan dan belakang. pria itu menatap lekat wajah wanita di hadapannya, hanya bisa melihat bagian hidung dan bibir tanpa menatap jelas bagaimana rupanya.


Sedangkan Melani, wanita itu hanya fokus melihat kerah baju pria ini, tidak berani menatap wajah tampan itu.


"Maafkan mereka, mereka memang usil. padahal saya juga tidak berminat untuk berdansa." ujarnya


"Hmm, tidak masalah, selagi tidak ada niat yang lain dibalik ini." ketus Melani


"Ck! tenang saja, Nona. setelah ini anda boleh pergi." ucapnya


Kemudian mereka berdua hanya diam, saling menikmati musik dan berdansa seperti yang lainnya lakukan.


Disisi lain, sepasang suami istri tengah menikmati hidangan makanan ringan sembari memerhatikan beberapa pasangan di lantai dansa. sesekali Chika mengedarkan pandangannya untuk mencari dimana kah sang sahabat berada.


Chika sangat menghafal dress yang dikenakan Melani, begitu pula dengan topeng dikenakannya.


Hal itu membuat Andrew mengerutkan dahi, istrinya tampak gelisah.


"Kenapa, Yang? apa pengen pulang?"


"Enggak, aku cari Melani tapi dia nggak ada."

__ADS_1


"Mungkin lagi berdansa." ucap Andrew


"Dansa? sama siapa coba,"


Andrew mengendikkan bahunya


Dan benar saja, Chika melihat sang sahabat tengah berdansa dengan pria lain. entah siapa itu, tapi sudut bibirnya mengulum senyum melihat gadis tersebut. Chika menepuk lengan suaminya, menunjuk ke arah Melani yang sedang berdansa.


"Benar! itu dia!" Chika menunjuk dengan jari telunjuk miliknya


"Kan benar kataku, biarkan saja dia." ucap Andrew dengan santainya


Setelah cukup lama, musik pun berhenti dan tarian dansa pun turut serta menghentikan langkahnya.


"Terima kasih, No--


"Raffa!!"


Kalimatnya terpotong tatkala ada seseorang yang memanggil namanya. pria itu menoleh ke samping, dimana kedua temannya yang bermohon kepada gadis asing ini datang menghampirinya.


"Gimana Raff? seru kan berdansa? sok nolak sih." ledek pria itu


Melani mengerutkan dahinya, tatapannya kembali menatap lekat wajah pria yang bersanding dengannya.


Mereka bertiga sontak saja menatap gadis asing ini


"Ya, dia Raffa. apa kalian tidak berkenalan??"


Chika menggeleng, ia masih tercengang mendengarnya. "Assisten Raffa?" ulangnya lagi


Sontak saja pria yang dipanggil Raffa itu mulai bereaksi.


"Kok tau??"


Melani langsung membuka topeng yang menutupi area matanya, hingga wajah itu terlihat jelas oleh mereka bertiga. tidak terkecuali Raffa, pria itu terbelalak kaget melihat wanita dihadapannya yang ternyata adalah sahabat istri Tuannya.


"Melani??" Raffa turut membuka topengnya


Melani juga turut tercengang, walau tidak sekaget diawal.


"Ya ampun! ternyata kalian saling kenal," seru wanita lain yang diketahui teman Raffa


Perhatian mereka berempat pun kembali teralihkan akan kedatangan sepasang suami istri yang masih mengenakan topeng.

__ADS_1


"Melani, aku nggak nyangka kalau kamu ada disini." Chika datang menghampirinya, langsung berhamburan memeluk sahabat tercintanya.


Kemudian ia melepaskan pelukan itu, beralih menatap tiga orang asing ini. hingga Chika tidak kalah kaget melihat sosok sang Assisten suaminya ada dihadapan mereka.


"Assisten Raffa?? jadi kalian berdansa??" seloroh Chika, Andrew juga kaget melihatnya


Melani mengangguk.


"Oh astaga, memang kalau jodoh itu pasti bertemu lagi tanpa sengaja yaa." serunya


"Is, apaan sih, ayo kita pergi!" Melani menarik lengan sahabatnya, berpamitan kepada dua orang itu.


Sedangkan Raffa masih diam terpaku, membayangkan adegan saat mereka berdansa tadi. Dan ia tidak menyangka bila gadis itu adalah Melani.


"Jangan diam saja, pepet Melani!" ketus Andrew, berbisik pada sang Assisten


"Ah iya, kami permisi dulu yaa." sela teman Raffa, mereka berdua langsung pergi meninggalkan sahabatnya bersama orang lain.


Raffa tertegun melihat kepergian teman-temannya


"Ah sudahlah! ayo ikut bersamaku." Andrew menarik lengan Assistennya itu.


Mereka benar-benar tidak menyangka akan dipertemukan pada tempat ini, bersanding dengan sosok yang ternyata saling mereka kenali, sekaligus sedang berusaha untuk saling berjauhanan setelah mengetahui bila mereka tengah dijodohkan oleh sepasang suami istri itu.


Dan tanpa perencanaan, Melani dan Raffa kembali dipersatukan di lantai dansa, tanpa mengenal sosok dibalik topeng.


"Tuan, saya mau ikut bersama mereka saja." Andrew menunjuk ke arah teman-temannya


"Mereka sudah pergi, bukan? kau jangan mengelak! saatnya kalian mencoba untuk saling dekat."


"Seperti kedekatan kalian berdansa tadi, sangat romantis." bisik Andrew. pria itu tergelak


Raffa memutar bola matanya, sebal, bisa-bisanya mereka memaksa atas dirinya.




💥💥💥


Ketahuan deh ternyata oh ternyata 😂


btw jangan lupa rutinitas wajibnya yaa 😉

__ADS_1


__ADS_2