
💥💥💥
"Tya, selamat ya ... akhirnya akan melepas masa lajang," Chika memeluk teman sekolahnya dengan senyum semringah yang begitu bahagia
Disambut pula oleh perempuan cantik itu,
"Ah, Chika, terima kasih banyak." dia membalas pelukannya, hingga menyadari jarak tubuh diantara mereka, membuat perempuan itu melonggarkan pelukannya. "Udah hamil segede ini??" ia tercengang, mengelus perut Chika
Chika mengangguk dengan senyum yang tersungging manis, "Iya, udah 6 bulan." ujarnya
Perempuan yang bernama Tya itu pun terbelalak kaget, menutup mulutnya dengan kedua tangan, menatap tak percaya. "Yang benar saja?? aku kira udah 8 bulanan."
Chika hanya cengengesan
Kemudian perempuan itu beralih kepada Melani, teman sekelasnya juga.
"Melan, lihat tuh dia udah duluan. kamu kapan lagi?" tanyanya
"Kapan-kapan, kamu aja duluan." ucapnya santai
Tya memutar bola matanya, "Jangan kelamaan! lagi pula--pasti disalah satu pria itu ada cowok kamu 'kan? ya, kan? ya, kan??" tebaknya, menunjuk Andrew dan Raffa
"Betul sekali!" sahut Chika, "Ini suamiku, dan itu--cowoknya." seloroh Chika, menunjuk Raffa yang menyapa calon suami Tya.
Melani merasa mati kutu bersama orang-orang ini. setiap ada Assisten Raffa, pasti ia akan dipojokkan.
Hhh ... entah mimpi apa aku semalam, batin Melani.
"Cie ... cie ... tampan sih, boleh juga." goda Tya
"Kalian ini senang banget meledekku yaa!" Melani mencebik
"Yeee! gitu aja marah." goda Tya, menyenggol pipi Melan dengan cukup kuat, membuat gadis itu menggaduh
"Hhh ... sudahlah, kasihan Melani diledek terus. kenalin nih, suamiku, Andrew." Chika menggandeng suaminya
__ADS_1
Tya dan Andrew pun bersalaman, lalu beralih kepada calon suami wanita itu. hingga sepasang jomblo itu pun turut menyusul untuk memberikan kata selamat kepada dua insan tersebut.
Setelah menghadiri acara pesta lajang yang digelar oleh teman sekolah Chika dan Melani, kini sepasang suami istri itu memaksa sepasang jomblo untuk mengunjungi Restoran.
Chika merasa sangat lapar, mungkin saja karena efek kehamilan yang mengandung dua makhluk mungil di dalamnya. mereka tentu saja sangat membutuhkan asupan gizi dari sang Ibu. hingga membuat selera makan perempuan itu meningkat dua kali lipat.
"Tuan, maaf, saya tidak bisa ikut bersama kalian."
"Kenapa?" tanya Andrew
"Masih ada urusan, Tuan."
"Saya tidak mau tau, kamu harus ikut! atau--
"Hhh ... baiklah! anda selalu mengancam saya." Assisten Raffa berdesah kesal, pria itu selalu saja ingin mengancam jika saja apa yang diperintahkan tidak dituruti.
Assisten Raffa bergegas menyalakan mesin mobil milik Andrew, didalam hati ia berdecak kesal karena tidak membawa mobil. sebab saat berangkat tadi, kedua temannya datang menjemput dan ia harus bergabung bersama mereka.
Di jok belakang, sepasang suami istri itu saling cekikilan, namun tidak sampai mengeluarkan suara. Chika menatap sahabatnya yang hanya diam di depan sana, menatap panorama malam hari di Villa tersebut.
"Mereka pasangan yang paling payah." timpal Andrew
"Apa mereka ini sama-sama tidak menyukai lawan jenis?" tanya Andrew
"Melani tidak seperti itu, mungkin Assisten mu yang punya kelainan." bisik Chika, membuat Andrew tergelak mendengarnya.
Melani dan Raffa yang sedari tadi hanya menyimak apa yang dibisik oleh mereka, seketika saja keduanya saling bersitatap tanpa sengaja. Melani menjadi salah tingkah, ia kembali membuang muka ke arah lain.
Namun, untung saja pasangan dibelakang itu tidak memerhatikan gelagat mereka.
Tibalah mobil tersebut di area jalan raya yang begitu padat kala malam itu, meninggalkan kawasan Villa yang penuh dengan pohon pinus di sekelilingnya. ratusan kendaraan saling berpacu dengan kecepatan rata-rata, tampak riuh dan begitu padat sekali.
"Sayang, sepertinya aku ingin sate aja deh sama martabak bangka, ngelihatnya saja udah ngiler." Chika menelan salivanya dengan kasar menatap jajaran pedagang yang menjual berbagai macam makanan yang menggiurkan.
"Mau makan itu aja? ke Restoran gak jadi?" tanya Andrew
__ADS_1
Chika menggeleng, "Mau itu aja!" Chika menunjuk ke arah luar, tepatnya berada disebelah sisi perempuan itu
"Stop, Raff!" titah Andrew, pria itu menurut dan mulai menepikan kendaraannya
Andrew bergegas keluar dari mobil, di susul pula oleh Chika.
"Kamu mau ngapain?"
"Mau ikut juga, aku kepengen ngehirup aromanya." Chika memelas
"Kamu ini, tunggu sebentar!" Andrew bergegas turun, kemudian menutup pintunya dengan keras. ia mengitari mobil dan membuka pintu bagian istrinya.
Pria itu membantu sang istri untuk turun, mengingat ia mulai khawatir dengan janin yang dikandung Chika.
"Akh! kamu perhatian sekali, Sayang." puji Chika
"Kamu memang harus mendapat perhatian ekstra." lirihnya, membuat chika terenyuh akan perlakuan suaminya.
Mereka berdua pun menghampiri Pedagang Sate.
"Sayang, kamu tau nggak, kenapa aku ingin ikut turun?" tanya Chika, setelah Andrew memesan makanan kepada Pedagang
"Kenapa??" tanya Andrew
"Supaya mereka berdua bisa lebih leluasa untuk bersama." bisiknya
Andrew menjengit mendengarnya, tak ayal ia mengakui kecerdasan istrinya ini.
"Gadis nakal!! kamu benar-benar sangat cerdas, aku sampai tidak kepikiran sama ide mu itu." Andrew lagi-lagi mencubit pipi chubby sang istri
💥💥💥
Semoga kejahilan bumil dan pakmil berhasil yaa 😂
Ayo beri aku hadiah, 19 poin pun jadi 😁
__ADS_1