Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Kita Akan Berpisah


__ADS_3

💥💥💥


Pergelaran acara ulang tahun Universitas xxxx yang dinanti nanti pun tiba, jejeran ratusan kursi yang disusun rapi dibawah tenda telah dipenuhi oleh para Dosen, Dekan, dan para Mahasiswa lainnya yang turut menghadiri acara tersebut.


Acara cukup meriah, ada beberapa pentas seni yang disuguhkan untuk penonton sekaligus menghibur. yang dimeriahkan oleh para Mahasiswa yang memiliki kompetensi dalam bidangnya, ada pula pertandingan bola voli, basket, tenis meja, dan lomba memasak.


Termasuk Chika, perempuan itu turut bergabung dengan band Fandi bersama sahabatnya. kini gadis itu tengah berdandan secantik mungkin di ruang yang telah disediakan.


Di luar sana, acara sudah di mulai sejak setengah jam yang lalu. Chika dapat mendengarnya, kata-kata sambutan hangat, sedikit nasihat.


"Udah? ayo kita kesana, nonton." ajak Fandi. kedua gadis itu mengangguk, kebetulan pula mereka telah selesai berdandan.


"Kalian tau? dia akan kesini," Chika menunjukkan ponselnya dimana pesan dari sang suami yang akan turut hadir


"Suamimu itu! ada-ada saja," Fandi geleng-geleng kepala membacanya


"Dia mulai jatuh cinta samamu, Chik." bisik Melani


"Perasaanmu doang!" Chika tergelak


Tibalah mereka di tempat tujuan, Chika dan rombongannya menduduki kursi yang masih kosong sembari memperhatikan tarian modern atau yang disebut dance, diikuti musik Dj yang menggema.


"Seru yaa!" teriak Melani


"Seru banget,"


"Pandai nge-dance gak?"


"Nge-dance amburadul, iya!"


"Hahahahahaha,"


Disaat Chika tengah tertawa bersama sahabatnya, ponsel gadis itu bergetar. beruntung ponsel tersebut tengah ia pegang, Chika pun bergegas membaca pesan Andrew


"Kamu dimana? saya sudah didekat sini,"

__ADS_1


"Aku ada di tenda bagian samping panggung, aku berdiri!"


Chika pun berdiri seraya melambaikan tangan, Andrew yang melihatnya segera mendatangi sang istri.


"Kamu pakai masker??" Chika menutup mulutnya


Andrew mengangguk, "Ya, atau tidak, babangmu ini akan diserbu para gadis." ia berbisik pada Chika


"Percaya diri sekali anda!" Chika menduduki tubuhnya, diikuti oleh Andrew yang duduk di sampingnya


"Tentu saja, bisa gagal acara kalian nanti."


Chika memutar bola matanya, jengah, ia kembali menoleh pada acara tersebut.


Setengah jam kemudian saatnya lah giliran Chika dan teman-temannya yang akan manggung, membawa beberapa lagu yang salah satunya musik rock.


Semuanya pada heboh saat band yang diketuai Fandi tengah menaiki panggung, apalagi terdapat dua gadis cantik yang terkenal dengan suaranya yang merdu. Chika dan Melani menyapa mereka semua, memberi kata sambutan hangat untuk orang terhormat yang duduk di paling depan.


Setelahnya dentingan gitar mulai menyahut, kedua gadis tersebut bersiap-siap untuk bernyanyi.


Acara di jeda sebentar tatkala waktu dzuhur telah tiba. semuanya seketika hening dan berhamburan pergi setelah pengumuman dari host yang akan menjeda sebentar acara tersebut dan akan dimulai pada pukul 13.30 nanti.


Andrew mengajak sang istri dan teman-temannya untuk makan siang bersama, sontak saja para anak muda ini kegirangan sekali setelah merasa pendengarannya di rasa salah. namun ternyata benar, Andrew benar-benar mengajak mereka untuk makan siang bersama.


"Tuan yang neraktirin kami 'kan?? kita gak mau lho dibawa ke Resto mewah eh ujungnya bayar sendiri-sendiri," ujar Fandi


"Saya yang neraktirin! kau laki tapi takut bayar harga mahal," cibir Andrew, yang lainnya tergelak mendengar Fandi tengah dipojok.


"Sesuai lah, Tuan! apalah saya yang hanya anak biasa." tukasnya


"Ya ya ya, ayo buruan!!" desak Andrew


Tibalah di Restorant Western, Andrew membawa enam bocah ke tempat tersebut hanya untuk sekedar makan siang bersama. menempati meja yang panjang, yang biasanya dipakai oleh banyak rombongan.


Pelayan datang menghampiri, bertugas untuk mencatat apa saja yang mereka pesan. anak-anak itu masih sibuk dengan kegiatannya menatap buku menu.

__ADS_1


***


Tidak terasa sudah dua setengah bulan Chika dan Andrew menyandang status suami istri siri, yang mereka sembunyikan dari kalangan dunia. hanya teman-teman Chika saja yang tau, beruntungnya sejauh ini tidak ada satu pun dari mereka yang mengetahui bila Andrew memiliki istri yang lain, kecuali Melani.


Pagi ini Andrew kembali menyuruh sang istri untuk memeriksa rah*m nya dengan alat testpack yang pria itu beli saat tadi malam bersama Chika, berbagai macam jenis pria itu berikan, sama halnya seperti sebelum-sebelumnya.


Chika keluar dari kamar mandi, tangannya terasa bergetar memegang alat tersebut. perlahan ia pun mendekat kepada sang suami yang tengah menantinya di ranjang.


"Sayang, bagaimana?" Andrew menegapkan tubuhnya


"Hmmm, maaf lagi." Chika menyodorkan empat testpack kepadanya


Andrew bergegas meraih alat tersebut.


"Masih negatif yaa?" pria itu menatap kecewa, padahal ia sangat menginginkan seorang anak dari rahim Chika


"Kamu kecewa??" Chika dapat melihat raut wajah itu


"Hahaha, tentu saja enggak. kemarilah!" menepuk sisi ranjang disampingnya. Chika meringkuk, menduduki tubuhnya disana


"Kamu tau? banyak pasangan diluar sana yang sudah bertahun-tahun menikah namun belum dikaruniai anak. jadi--kita ini belum apa-apa, masih dua setengah bulan kan?"


Chika mengangguk seraya mengulum senyum, walau hatinya tengah berdebar


"Berarti sebentar lagi kita akan berpisah, istri sah mu udah pulang, Tuan!" Chika tergelak, meninju bahu pria itu.


Seketika Andrew terdiam, ia baru sadar akan waktu yang ia tentukan.


"Hai! tersenyumlah! Nyonya Celine akan selalu menemani hari-hari mu." Chika mengukir senyum di sudut bibir Andrew dengan kedua jarinya


Andrew tersenyum kecut


💥💥💥


Babang mulai bingung, Siap-siapkan tissu di rumahmu bambang 😂😂😜

__ADS_1


Yuk like, koment, vote, hadiah poinnya 😉🎉


__ADS_2