Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Talak Talak Talak!!


__ADS_3

💥💥💥


"Astaga, Yang!" Celine sangat takjub sekali, kedua tangannya mengatup di depan mulut karena terpana.


Andrew tersenyum kepadanya, kemudian menuntun Celine untuk kembali duduk diatas sofa. keduanya saling berhadapan, kue tart dengan lilin menyala ber-angka 3 ditengah-tengah keduanya.


Kemudian Assisten Raffa masuk dengan menenteng tas kerjanya, memerhatikan sepasang suami istri yang tengah berbahagia karena telah mencapai tiga tahun pernikahan.


"Make a wish," ucap Andrew, Celine mengangguk dan keduanya mulai membuat permohonan kepada yang Maha Kuasa.


Kemudian mereka meniup lilin yang tertancap pada tubuh cake itu.


"Maaf kalau beberapa hari ini sikapku cuek sekali, kamu tau? semua itu karna demi menyambut tiga tahun kita," ujar Andrew, sedikit mengangkat tart ditangannya


"Aaakh Andrew, so sweet sekali," Celine mencondongkan tubuhnya memeluk sang suami.


Kemudian tatapan Andrew menatap pada sang Assisten, menaruh cake diatas meja dan meminta sesuatu yang berada ditangan pria itu.


"Raffa, kemarikan pisau nya," pinta Andrew, Raffa memberikannya sekaligus menaruh piring cake dan garpu diatas meja.


"Mau potong??" tawarnya


"Kamu aja," tolak Celine, Andrew pun memotong cake seorang diri.


Mereka pun saling suap-suapan untuk menambah keintiman rumah tangga mereka.


Setelah semuanya selesai, Andrew berdehem untuk menetralisirkan tenggorokannya, kemudian ia menatap sang Assisten dan beralih menatap sang istri.


Seutas senyum yang terpatri di kedua sudut bibir Celine pun tak pernah padam, ia berharap Andrew akan menyerahkan surat harta itu padanya.


Dan benar saja, suaminya ini meminta surat tersebut kepada Assisten Raffa.


Raffa paham, ia langsung mengeluarkannya dari dalam tas kerja.


"Surat Penyerahan Harta sebanyak 5 %,"


"Walaupun 5% tapi ini uangnya besar banget lho, Sayang." ujar Andrew, ia berbasa-basi


"Ya, aku tahu, keluargamu sangat kaya. perusahaan yang paling besar di Spanyol." ucap Celine


Andrew tersenyum menatap intens cantiknya wajah itu,


"Ini, sebaiknya kamu baca dulu." Andrew menyerahkannya kepada Celine, Celine dengan senang hati pun menyambutnya dengan kegirangan. ia tampak bahagia sekali, surat berharga ini sudah berada digenggamannya. hanya saja belum ditanda tangani oleh kedua belah pihak.


Celine tersenyum puas saat membaca kalimat demi kalimat yang terurai di kertas itu, ia kemudian beralih menatap sang suami, alih-alih ingin segera menanda tanganinya.

__ADS_1


"Raffa, berikan pulpen!" titah Andrew, Raffa mengangguk dan memberikan pulpen kepada sang Nyonya.


Tanpa banyak kata, Celine mencantumkan tanda tangannya diatas materai yang telah melekat ditempatnya


"Selesai, giliran kamu!" Celine memberikan pena dan kertas itu kepada suaminya.


Andrew meraih, kemudian menatap tanda tangan sang istri yang tertera indah disana.


"Ohya, sebelum aku tanda tangan, ada sesuatu yang ingin ku tunjukkan padamu," ujar Andrew tersenyum


Seketika saja senyum yang melekat di bibir Celine pun luntur, pria ini sungguh membuatnya kesal karena telah mengulur waktu untuk menanda-tangani kertas berharga itu.


Sungguh jengah, terlalu banyak basa-basi menurutnya.


"Ini, bukalah, Sayang." Andrew menyodorkan sebuah amplop cokelat kepada perempuan ini


Celine mengerutkan dahinya menatap benda itu, kemudian beralih menatap suaminya.


"Apa ini??"


"Buka saja, Sayang." ucap Andrew, tersenyum seringai


Perempuan itu pun mulai membuka amplop tersebut, merogoh isinya yang ternyata mampu membuat Celine terbelalak kaget melihat pemandangan di depannya


Ya, seonggok kumpulan kertas foto yang menampikkan sepasang anak manusia yang tengah berkencan, berci*ta, jalan bersama, tertawa bersama, bahkan berliburan bersama.


Seketika tubuh Celine menegang, menelan saliva dengan kasar menatap hasil potret dirinya dan pria diseberang sana.


Siapa lagi kalau bukan selingkuhannya di Negeri Paman Sam tersebut.


"An-andrew." hati wanita mencelos, ia sadar telah tertangkap basah


"Ada apa, Sayang?" Andrew tersenyum devil menatap raut wajah tegang istrinya ini


"I-ini bukan aku," sanggahnya


"Ohya??" Andrew mencondongkan tubuhnya menatap lekat wajah takut wanita ini


"Ya. kamu salah orang,"


Andrew menghela nafas panjang, "Memangnya mata saya sudah rabun, hm??" Andrew menaikkan salah satu alisnya keatas


"Mata saya masih sehat, begitu pun Assisten saya dan anak buah saya." tegasnya lagi


"Ja-jadi selama ini kamu mantau aku di Amerika?" tanya Celine, berani menatap mata suaminya

__ADS_1


"Ya, tentu saja! mana mungkin saya diam saja disini menanti kamu pulang yang entah kapan itu!" ucapnya dengan keras


"Saya tidak segoblok yang dipikirkan netizen, Celine."


"Ok, baiklah, saya percaya kamu disana bekerja sebagai Publik Figur, tapi ... feeling saya sebagai suami merasa tidak enak karena sudah berbulan-bulan kamu tidak bisa pulang agak sehari saja!"


"Dan ternyata ... itulah hasilnya!" Andrew menunjuk setumpuk foto perselingkuhan sang istri


"Victor Alberto, mantan kamu saat kuliah, ya? akhirnya CLBK lagi setelah sekian lama, ya? hhh ..."


"Andrew, bukan begitu ... kami hanya berteman, dan kamu tau kan pergaulan disana?" Celine bangkit, protes


"Ya, aku tau! tapi status kamu apa dulu???" Andrew menunjuk dada Celine dengan geram


Rahangnya mengetat menahan amarah


"Oke, baiklah! cukup disini saja dan aku tidak ingin menjelaskannya terlalu banyak."


"Surat ini, yang kamu impikan bersama kekasihmu itu, sudah sirna!!" Andrew langsung merobek kertas berharga tersebut hingga berkeping-keping.


Celine melotot, ia terperangah melihat impiannya hancur seketika.


"Kamu--saya talak, Celine!! talak, talak, talak!!"


"Kau dan aku, bercerai!!" tegas Andrew


Sontak saja perkataan terlarang itu tercuat dari mulut suaminya. bagaikan tersambar petir, seketika membuat wanita itu tidak berdaya. ia terduduk diatas sofa, menatap tak percaya atas apa yang terjadi.


Harta yang diajukan mertuanya tidak ia dapati, ditambah kata talak telah ia terima dari mulut suaminya.


"Untung saja kamu tidak terlalu terkenal di Indonesia ini, Celine. dan tidak banyak yang tahu kalau kamu, istriku. Sungguh memalukan!" cerca Andrew


"Raffa! bawa perempuan jal*ng ini!!" teriak Andrew


Assisten Raffa yang menonton pertunjukan seru sedari tadi langsung memanggil anak buahnya untuk menyeret perempuan tersebut.


"Andrew, maafkan aku! aku mungkin khilaf, dan aku berjanji untuk berhenti dari karirku,"


"Aku mohon, jangan ceraikan aku, Andrew! beri aku kesempatan,"


Celine berlutut dibawah kaki mantan suaminya, ia bermohon, namun Andrew tetap tidak berkutik.


💥💥💥


Kan ... kan .... babang Andrew kasih kejutan sama kita semua 😂😂😜

__ADS_1


__ADS_2