
💥💥💥
"Aaaakh!!" Celine berteriak tatkala kedua tangannya langsung dicekal dari belakang oleh seseorang. sedangkan benda tajam yang ingin ia tancapkan ke perut Chika akhirnya telah terlepas dari genggamanya dan terjatuh ke lantai.
Celine merintih kesakitan pada kedua tangannya, entah siapa yang mencoba menghalangi rencananya. lagi pula kemana anak buah yang ia sewa? bisa-bisanya ada orang asing yang mengetahui aksi penyekapannya.
Kini ia tahu siapa dalang perusak pembalas dendamannya, suara itu, suara sosok yang sangat ia kenal begitu terdengar mengerikan di indra pendengarannya.
Sedangkan Chika, gadis muda itu telah terlepas ikatannya atas bantuan sang Assisten dari mantan suami.
"Beraninya kau ingin melukai istri dan anakku, hah, Celine!!" suara bariton itu berteriak keras, membuat bulu kudunya meremang
"A-aku--
"Aakkh, Andrew! lepaskan aku!" Andrew menghempaskan tubuh mantan istrinya ke atas kursi yang diduduki Chika, kedua tangannya langsung diikat oleh anak buah Andrew, begitu pula dengan keduaa kakinya. sama persis yang ia lakukan kepada Chika.
Andrew menatapnya dengan tajam, seekor rubah yang menjelma menjadi kelinci peliharannya saat dulu, kini telah berubah menjadi lebih buas, bagaikan anjing hutan yang tanpa belas kasihan pada mangsanya.
"Tidak segampang itu untuk dilepaskan saat kau mencoba menyakiti orang yang ku cintai!"
PLAK!!!
PLAK!!!
Andrew menampar kedua pipinya dengan keras, membuat Celine menggaduh merasakan perih pada kedua pipi mulusnya.
Ada semburat amarah yang berkilat dari sepasang netra milik mantan suaminya, menandakan Andrew benar-benar marah padanya dan tiada belas kasihan untuknya sedikit saja.
"Andrew, maafkan aku ... aku berjanji tidak mengusik dia lagi. lepaskan aku, Ndrew .." Celine memelas, bermohon pada sosok yang menatapnya tajam
Andrew menoleh ke belakang, dimana sang istri dan anak buah serta Assisten Raffa berada di belakangnya.
"Hai kalian!" panggil Andrew
Mereka menyahut, "Iya boss."
"Apa kalian merekam tindak kejahatannya tadi?" tanya Andrew
"Iya boss, sudah kami save." jawab salah satu dari anak buahnya
"Bagus! hubungi pihak berwajib dan ekstradisi dia ke Negara asalnya!" perintah Andrew
__ADS_1
Sontak saja Celine tercengang mendengarnya, ia akan di ekstradisi ke Spanyol? atas tindakan kejahatan yang ia lakukan.
"Tidak-tidak!" gumamnya, menggelengkan kepala.
"Andrew! aku bahkan belum sempat melukai dia dan anakmu!"
"Persoalan itu biar pihak berwajib Madrid yang akan membereskanmu!" ucap Andrew
Andrew pun beralih kembali kepada anak buahnya, "Sekalian deportasi dia, jangan sampai setelah bebas wanita itu masih berani menginjakkan kaki disini."
"Baik, Boss."
Andrew menatap tajam pada mantan istrinya, kemudian merangkul pundak sang istri dan melenggang pergi meninggalkan tempat yang sunyi itu.
Ekstradisi adalah proses di mana seorang tersangka yang ditahan negara lain yang kemudian diserahkan kepada negara asal tersangka untuk di sidang sesuai perjanjian yang bersangkutan.
Celine terisak di dalam lumbungan perangkapnya, pikirannya tengah berkelana jika saja ia di ekstradisi ke Negara asalnya. tentu saja karirnya benar-benar hancur, dan percitraannya pun juga turut melebur hancur dalam sekejap saja.
Disisi lain, Andrew mendekap tubuh sang istri, wanita yang paling ia cintai. menggenggam tangannya, sesekali mengecup dahinya. mereka telah berada diperjalanan, dengan di setir oleh sang Assisten di belakang kemudinya
"Jangan terus-terus mengecupku." protes Chika, ternyata gadis itu risih juga
"Tapi aku udah baik-baik saja, dan untung saja aku mengingat kode antara aku dan anak buahmu,"
"Sehingga aku tau jika mereka bukan bagian anak buahmu." sambung Chika
"Ya, dan kamu sangat cerdik telah menghubungi ku." Andrew menyenggol hidung istrinya dengan begitu gemas. lalu kembali memeluknya
"Tapi tetap saja aku takut jika hal itu terjadi, merengut nyawamu dan anak kita." Andrew mengelus perut sang istri, kemudian mencondongkan tubuhnya ingin mengecup janin itu.
Chika mengulum senyum, mengelus rambut sang suami yang teramat ia cintai.
"Sayang." panggil Chika
Andrew kembali menegapkan tubuhnya. "Iya?"
"Terima kasih ya datang tepat waktu," Chika memeluknya
"Sudah tugasku. dan aku juga bersalah dalam hal ini,"
Chika mengernyitkan dahinya. "Salah apa?"
__ADS_1
"Karena telat datang menjemputmu. kamu tau? aku sedang bertemu Klien, dia begitu cerewet seperti mulut wanita saja."
"Selalu mengajak kami mengobrol, hingga aku sudah jengah mendengarnya." gerutu Andrew
Gadis itu tergelak mendengarnya, "Mungkin dia butuh teman bicara, Sayang. jangan seperti itu, kita harus menghormati orang asing, bukan?"
"Iya, tapi tetap saja aku kesal, dan--nyawamu hampir tertaruhkan." lirihnya
"Oh Hubby," Chika terharu mendengarnya, menyurukkan wajahnya di dada bidang sang suami.
Andrew mengecup-ngecup rambut basah sang istri, mungkin saja ia berkeringat di dalam penyekapan mantan istrinya.
"Aku mencintaimu, Chika." lirih Andrew, mengelus rambut sang permaisuri
Chika mendongak, "Aku juga mencintaimu, Mas Andrew." balasnya seraya tersenyum lebar.
Andrew menelan salivanya dengan kasar, ingin sekali ia mengecup bibir itu. namun tak ayal, ia langsung menyurukkan bibirnya pada bibir sang istri. membuat Chika terbelalak mendapat serangan ini
"Eeemmh!"
"Ada Assisten Raffa." Chika menunjuk pria yang sedang fokus menyetir
"Dia tidak akan melihat," Andrew kembali membenamkan bibirnya, ia tersenyum simpul mendapat balasan dari wanita ini.
Diam-diam Raffa sesekali mengintip dari balik spion depan, menggeleng-gelengkan kepala menatap kedua insan itu tengah bercumbu.
Entah kenapa melihat hal itu membuat jiwa jomblonya meronta-ronta.
Ciiiiit!!!!
Mobil seketika berhenti mendadak, membuat tubuh kedua insan itu hampir terhuyung ke depan.
Andrew menatapnya dengan tajam.
"Hai! kau mau membunuh kami yaa!!"
💥💥💥
Kode keras, bang! dilarang bermesraan di depan jomblo 😂😂
Ayo like koment vote dan hadiah poinnya yaa 💃
__ADS_1