
💥💥💥
Kesenyapan suasana sore di luar kediaman itu, ternyata tak seindah suasana di dalam ruangan yang kian memanas. sahut menyahut memenuhi ruangan, terdengar erotis sekali di telinga siapa saja yang mendengar.
Suasana begitu indah menyaksikan pergulatan yang luar biasa, dua anak manusia tengah beradu ingin saling memberikan kepuasan untuk pasangan dan juga dirinya
Perempuan itu bergelinjang tatkala merasakan sesuatu yang menyembur hangat di dalam sana. terasa lega dan nikmat sekali. tak bisa diuraikan dengan kata-kata, ini sungguh menyenangkan apalagi merasakan sesuatu itu dibelakang sana
Kedua tangan yang bertumpu pada tapak anak tangga dibibir bathup, menahan tubuh nya yang telah selesai di hajar di belakang sana. ia melenguh panjang merasakan kehangatan lava yang menyembur deras didalam sana.
Andrew membalikkan tubuh Chika, hingga perempuan itu mendudukkan tubuhnya di anak tangga itu. kedua tangannya mencengkeram kuat bibir bathup, sepasang kaki ia lebarkan hingga mahkota berharga itu terpampang nyata dihadapan Andrew.
Tanpa banyak kata, anaconda raksasa yang memiliki urat, menerobos masuk ke dalam goa yang menawan itu
Aaaakh ...
de*ahan itu menandakan bila sang mahkota langsung memberikan reaksi kenikmatan bercambur perih pada jiwa itu. rasa itu semakin menyenangkan tatkala tubuhnya mulai terguncang, mulutnya ternganga menyenburkan suara erotis yang mampu memyemangati sang penguasa atas tubuhnya
Sungguh menyenangkan, apalagi ada sensasi baru yang ia rasakan. kedua put*ng miliknya tengah dimainkan secara bergantian oleh lidah itu, dipelintir hingga menimbulkan rasa geli. membuat tubuhnya bergelinjang menahan nikmatnya rasa ini
Eeeemmh ....
Oooh ...
Dibawah sana, semakin mempercepat hentakan hingga membuat Chika kelimpungan. ia mengerjapkan sepasang matanya, menoleh ke belakang menatap air didalam bathup yang sudah dipenuhi busa namun belum tersentuh oleh tubuh mereka
Andrew merengkuh tubuh mungilnya, menggendong wanita itu dan menaruhnya di atas wastafel, ia melanjutkannya disana. lebih baik ia bermain dalam keadaan berdiri dari pada di tepi bathup itu.
**
Makan malam pun tiba, keluarga besar yang berkumpul dalam satu atap itu pun tengah menikmati hidangan yang tersajikan di depan matanya.
Ada tamu istimewa pula disana, yaitu keluarga tiri Chika, Ibu Ayna dan Kakak Aysha. beliau diundang oleh Mami Chaterine untuk makan malam bersama dengan sepasang dua insan itu dan juga putranya, Robert dan Papi Setya.
__ADS_1
Sungguh suasana yang hangat, damai dan tenteram, tanpa adanya rasa iri didalam hati keluarga tiri Chika.
Walaupun mereka adalah keluarga tiri, yang bisa saja Chika memutuskan tali persaudaraan dengan mereka karena sang Ayah telah tiada. namun, Chika tidak pernah berpikir meninggalkan mereka walaupun kondisinya saat itu terlihat sangat malang. baginya, ibu tiri itu sudah seperti ibu kandung, beliau telah sah menjadi mahramnya dan wajib untuk Chika menghormati, mentaati, layaknya orang tua sendiri.
Chika juga selalu berdoa, berharap kepada Tuhan agar membuka hati untuk keluarga tirinya dan menerima ia seperti anak kandung sendiri. hingga kini, ia dapat melihat hasil dari do'a yang selalu ia panjatkan untuk mereka.
Disisi lain, adik kandung Andrew, yaitu Robert, diam-diam ia mencuri pandang kepada Aysha. gadis itu terlihat kalem, selalu menempel kepada Ibunya dan tampak cuek kepada sekitar.
Sehingga membuat Robert merasa bingung untuk mendekatinya.
"Ehem!" deheman seseorang membuat pria muda itu kelagapan. ia menoleh menatap sang pemilik suara, yang ternyata itu adalah Andrew
"Minum, Yang? keselek, ya?" Chika menyodorkannya segelas air mineral untuk sang suami
"Terima kasih, Sayang." ucapnya sembari menerima gelas itu
Chika mengangguk seraya mengulum senyum, "Hati-hati."
"Robert." panggil Papi Setya
"Hmmm, ya, Pi?"
"Jangan lama-lama disini, tidak mungkin Assistenmu yang mengurus terlalu lama." ujar Papi
"Aku serahkan dulu sama Papi, ya, Papi kan masih kuat." pinta pria itu
"Papi ingin bersantai, Robert. sekarang giliran kamu untuk bertanggung jawab pada perusahaan."
"Ah, Papi, cuma seminggu saja, yaa? please!" ia mengatupkan kedua tangannya, bermohon
Papi menatap sang istri, seolah ingin meminta persetujuan untuk putranya. Mami mengangguk seraya mengulas senyum
"Huh, baiklah! hanya seminggu!"
__ADS_1
"Yes!"
"Jadi gagal bulan madu ke Bali." gumamnya
Terpaksa besok ia dan istri akan kembali ke Madrid untuk menghandle perusahaan. setelah anak bungsu kembali, mereka akan terbang ke Bali dan negara mana pun. ingin sekali rasanya menghabiskan waktu berdua tanpa ada yang mengganggu mereka.
Dan saatnya aku mulai melakukan pendekatan pada gadis itu. aku suka wanita kalem, terlihat menantang. batin Robert
**
Seusai makan malam, Chika dan Aysha berjalan menelusuri sekitar kediaman ini, sangat sejuk dan pemandangannya sangat indah walau terlihat dalam kegelapan. kedua kakak beradik itu saling menghangatkan diri, sepasang tangan menyilang dan berusaha saling memberi kehangatan dengan mengusapnya.
"Nyaman sekali tinggal disini, hawanya sejuk. kamu beruntung sekali, Chik." ujar Aysha, menoleh pada adiknya
Chika tersenyum, "Alhamdulilah, aku beruntung dicintai oleh suamiku."
"Ya, Allah itu adil, ia tidak mungkin memberikanmu kesusahan disepanjang hidupmu. Mungkin inilah hasil dari buah kesabaranmu dalam menghadapi kami yang jahat padamu, berlaku semena-mena pada adik tiriku." Perempuan itu mulai berkaca-kaca
"Kakak, jangan bicara seperti itu, itu sudah berlalu. aku memakluminya saja," Chika menenangkannya
"Kamu terlalu baik, Chik, seharusnya waktu itu kamu meninggalkan kami. eh, tidak! mana mungkin pemilik rumah yang pergi. seharusnya kami tau diri ya, kami yang pergi." Perempuan itu tergelak
"Kakak! aku tidak berpikir seperti itu, kalian adalah keluargaku, Ayah menikahi ibu, dan itu artinya aku berkewajiban taat dan patuh pada Ibu layaknya ibu kandungku sendiri."
"Bukannya posisi surga sudah berpindah ke kaki Ibu Ayna? kedudukannya sama dengan ibu kandungku. aku tidak ingin menjadi anak durhaka."
Kata-kata itu sungguh membuat Aysha terharu, ia berhambur memeluk adiknya. sungguh suasana yang mengharukan diatas sejuknya malam yang menghadang.
Disisi lain, ada seseorang yang mengintip interaksi kakak adik itu, entah apa motifnya.
💥💥💥
...Jangan lupa rutinitas wajibnya setelah baca bab ini ya 😉...
__ADS_1