
Haira dan Dirga tengah menikmati makan malam di restoran hotel mewah ini. Restoran yang terletak di lantai dasar dengar area terbuka menghadap ke pantai. Alunan lagu-lagu cinta disenandungkan oleh band musik yang tampil di situ.
Haira tampil cantik dengan gamis merah dan jilbab sifon berwarna hitam. Sedangkan Dirga mengenakan kemeja katun berwarna biru.
"Dir ... setelah makan, kita jalan-jalan sebentar di pantai ya," ucap Haira.
"Oke," jawab Dirga.
Sepasang pengantin baru itu kini menyusuri tepi pantai. Tangan Haira tak lepas mengapit lengan Dirga.
"Dirga ... apakah kamu merasakan apa yang kurasa saat ini?" tanya Haira.
"Rasa apa?
"Bahagia," desis Haira.
"Entahlah," gumam Dirga.
Mendengar jawaban Dirga, Calya semakin merapatkan tubuhnya pada lelaki itu.
"Kita balik ke kamar saja, yuk," ajak Haira kemudian.
__ADS_1
"Iya. Lagian aku sudah ngantuk," balas Dirga.
Mereka pun beranjak kembali ke kamar hotel. Sesampai di kamar Dirga berlalu masuk ke kamar mandi untuk berganti pakaian. Sementara Haira memilih melepas jilbab dan gamisnya di dekat tempat tidur. Saat gamisnya lolos, tampaklah lingerie seksi berwarna salem yang memang sudah dikenakannya sejak tadi.
Sejenak Haira menatap wajah dan tubuhnya di depan cermin besar yang persis berhadapan dengan tempat tidur berukuran besar itu. Sengaja ia tak menghapus riasan yang terpoles di wajah cantiknya. Padu padan kosmetik dan lingerie di tubuhnya memancarkan pesona keseksian yang mampu memikat pria manapun yang memandangnya.
Sesaat kemudian Dirga keluar dari kamar mandi. Melangkah hendak menuju tempat tidur. Namun, saat netranya mendarat pada wanita yang sedang berdiri itu, langkah kaki Dirga pun terhenti.
Jantung Dirga berdetak tak karuan. Napasnya seperti tertahan. Dirga pun meneguk air liurnya untuk melajukan kembali alur udara yang melewati organ pernapasannya.
Perlahan Haira melangkah mendekati Dirga. Ketukan sandal berhak tinggi yang mengalas kakinya membuat darah Dirga berdesir. Haira berhenti di hadapan Dirga.
Jemari lembut wanita cantik itu kini merayap di sisi telinga Dirga dan meluncur ke dada bidang pria itu. Tak usai sampai di situ, kini Haira memajukan bibirnya ke telinga Dirga. Embusan napasnya terasa membelai pendengaran lelaki yang masih terpaku di pijakannya itu.
Dengan cepat Dirga merengkuh tubuh Haira, mendaratkan ciuman di bibir wanita itu. Haira merintih nikmat, memancing nafsu dari dalam diri Dirga untuk semakin bangkit. Ciuman itu tak sekadar kecupan biasa kini. ******* dan lilitan lidah keduanya berdecap semakin erotis.
Sembari terus menciumi bibir Haira, Dirga membopong tubuh istrinya itu menuju tempat tidur. Kini ciuman Dirga telah berpindah ke leher dan area tubuh Haira yang lain. Dengan cepat tangan Dirga melepas lingerie yang dikenakan istrinya itu. Pun melepas pakaiannya sendiri.
Kini kedua insan itu telah menyatu dalam hentakan gelombang birahi. Lebih dari itu adalah perwujudan cinta bagi Haira, serta kepuasan batinnya karena telah berhasil memiliki raga Dirga seutuhnya.
Status istri bukanlah lagi hanya sekadar kata-kata bagi Haira kini. Hak batinnya telah terpenuhi.
__ADS_1
Pertempuran gelora hasrat itu berakhir dengan butiran peluh yang menggenangi pelipis sepasang suami-istri itu. Dirga kini terbaring telentang, sementara Haira membenamkan kepalanya di dada lelaki yang sangat dicintainya itu.
"Terima kasih, Dir ..." desah Haira sembari menciumi dada suaminya.
Dirga hanya mengusap kepala wanita itu.
"Apakah kamu menikmatinya?" tanya Haira lagi.
"Menurutmu?" tanya Dirga balik.
"Ya .... Aku bisa merasakan bahwa kau melakukannya dengan cinta," desis Haira.
"Entahlah ...." gumam Dirga.
"Waktu akan menjawabnya. Kita akan sepenuhnya saling memiliki," ucap Haira lirih.
"Mengapa kau yakin?" tanya Dirga.
"Karena aku tahu, apa yang kamu dan keluargamu inginkan, Sayang." Haira bergumam sembari tersenyum.
Dirga hanya terdiam. Tak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Haira. Namun yang pasti rasa lelah yang menjalar di tubuhnya kini mengantarkan pelupuk matanya untuk memejam.
__ADS_1
Begitupun dengan Haira yang kini turut terlalap dalam dekapan lelaki yang menjadi selimut hati dan tubuhnya kini.