Sengketa Hati (CALYA)

Sengketa Hati (CALYA)
Myesha Mulai Bekerja


__ADS_3

Hari telah siang. Sepulang dari melamar kerja tadi, Calya langsung memasak makanan untuk dirinya dan Myesha. Sampai saat Myesha pulang, Calya pun menyambutnya dengan hidangan makan siang yang telah siap.


"Wah, Mbak Calya masak apa tuh?" ujar Myesha sambil duduk bersila dan menatap piring-piring berisi makanan yang sudah tergeletak di lantai.


Karena kamar kos ini hanya berisi satu ruangan untuk menyimpan kasur dan lemari, kamar mandi dan sepetak dapur kecil, maka tak memungkinkan untuk menyimpan meja, sehingga saat makan hanya bisa dilakukan dengan lesehan.


"Tumis kangkung, bandeng goreng tepung sama sambal tomat kesukaanmu, Sha," sahut Calya.


"Wow kayaknya enak nih, Mbak."


"Yuk makan," ajak Calya.


Kakak beradik itu pun makam dengan lahap siang ini.


"Mulai besok Mbak sudah kerja, Sha," ujar Calya sambil merapikan meja dapur.


Myesha yang sedang mencuci piring pun menengok pada sang kakak.


"Alhamdulillah. Di mana, Mbak?" tanya Myesha.


"Di Rainela Cafe. Tadi Mbak ke sana untuk masukkan lamaran, dan langsung diterima," sahut Calya dengan binar mata bahagia.

__ADS_1


Sementara itu, Myesha kembali terdiam, sebab ia belum memberi tahu sang kakak bahwa ia pun akan mulai bekerja hari ini, di cafe milik Raindra.


Sampai, setelah kedua kakak beradik itu kembali ke kamar dan duduk di atas kasur, Myesha pun memberanikan diri untuk mengungkapkannya.


"Mbak ... Myesha juga akan mulai kerja siang ini," ujar gadis itu.


Calya terkejut. "Oh ya? Di mana?"


"Di ... em ... Snow and Rain Cafe," jawab Myesha perlahan.


Sejenak, Calya terkesiap dan menatap lekat wajah sang adik.


"Kapan kamu ke sana?"


Calya diam sejenak, kemudian mengangguk. Ia menyadari bahwa yang dikatakan Myesha memang benar. Tak ada gunanya juga melarang sang adik untuk bekerja di tempat itu.


Kemudian setelahnya, Myesha tampak sudah bersiap untuk berangkat kerja.


"Myesha pergi dulu ya, Mbak," ujar Myesha yang diiyakan oleh Calya.


Hari pertamanya bekerja, Myesha tak bertemu dengan Raindra. Saat ia menanyakan pada pramusaji lain, Myesha mendapat informasi bahwa Raindra sedang pergi bersama teman dekatnya.

__ADS_1


"Siapa teman dekat Pak Raindra? Cewek apa cowok?" selidik Myesha pada Rara.


"Ya cewek lah," sahut Rara.


"Mereka pacaran?" tanya Myesha lagi.


"Ya, bisa dibilang begitu, soalnya dekat banget.'


"Siapa?"


"Namanya Bu Anela, pemilik Rainela Cafe," jawab Rara.


"Anela .…" Myesha pun teringat pada ucapan Raindra tentang temannya yang mengajak Raindra ke kota ini untuk membangun usaha bersama.


Selanjutnya, Myesha tertegun dengan nama cafe yang disebut oleh Rara sebagai milik teman dekat Raindra itu, Rainela Cafe. Sebabnya karena nama cafe itu lah yang juga disebutkan oleh kakaknya tadi sebagai tempatnya akan bekerja sebagai pramusaji.


Artinya ... sang kakak akan bekerja pada wanita yang saat ini mungkin sedang menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya itu.


Myesha kembali berpikir tentang nama cafe itu, Rainela, seakan menyiratkan singkatan nama Raindra dan Anela. Myesha mulai berpikir, seperti apa sebenarnya hubungan kedua orang itu. Apakah jangan-jangan, hubungan mereka memang lebih dari pertemanan biasa, dan itu sudah terjadi sejak saat Raindra pergi meninggalkan kakaknya.


Myesha merasa semakin penasaran, sebab ia memiliki tujuan untuk menyatukan kembali Raindra dan Calya. Namun, sepertinya niatan itu menemukan sebuah halangan.

__ADS_1


Myesha menarik napas dan menghembuskan nya kasar. Mencoba untuk membuang jauh-jauh kegalauan pikirannya, dan kembali fokus bekerja.


***


__ADS_2