Shadow Agen

Shadow Agen
Ada yang tidak beres


__ADS_3

Ledakan terjadi akibat Revan yang langsung menggunakan aliran listrik bertegangan tinggi yang langsung menghancurkan tumbuhan tumbuhan di sekitar nya.


Thory berdecak kesal. Namun itu hanya sesaat, sampai akhir nya senyuman di wajah nya kembali merekah.


Ia kembali menumbuhkan tanaman tanaman nya yang kemudian mengangkat Farel dan Naru, lalu menjadikan mereka sebagai senjata.


Revan berdecak kesal. "Dasar kejam!" Jika begini akan sulit mengalahkan nya.


Menjadikan sandra sebagai pelindung nya, membuat Revan kesulitan untuk menyerang. Salah langkah sedikit saja, kedua rekan nya yang justru akan terkena serangan nya.


Revan mundur beberapa langkah, menjaga jarak nya dengan Thory agar listrik nya tidak mengenai Farel dan Naru.


Thory yang melihat Revan bergerak mundur semakin melebarkan senyuman nya. "Hahaha kenapa? Kau takut ya?" Thory berjalan pelan mendekati Revan. "Ternyata... Mesin pembunuh seperti mu memiliki rasa takut juga ya..."


Deg.


Sialan...


Tangan Revan mengepal kuat. Jika bukan mereka yang menyuruh nya melakukan itu selama ini, ia juga tak akan mau melakukan nya!


"Kenapa? Memang benar bukan? Berapa banyak orang yang sudah kau bunuh? Kau pikir kau bisa mengendalikan kekuatan mu dan melindungi mereka yang kau sayangi? Bagaimana jika kekuatan itu justru menjadi senjata maut untuk orang-orang yang ada di dekat mu?"


Revan terdiam. Tujuan nya selama ini hanya ingin bebas dan bersama keluarga nya kembali. Tapi.. Apa yang Thory katakan tidak sepenuhnya salah juga.

__ADS_1


Sehandal apapun ia mengendalikan kemampuan nya, tapi bukan mustahil suatu saat nanti itu juga akan menjadi ancaman untuk orang-orang di dekat nya.


Namun untuk sekarang, setidaknya ia harus bisa mengendalikan nya untuk melindungi orang-orang yang ia sayang.


"Jangan dengarkan omongan orang gila itu Rev!"


DAR! DAR!


Dua peluru di tembakan Aira ke arah Thory. Namun dengan cepat di halangi oleh sulur mawar nya yang membentuk perisai di hadapan pemuda itu. Tak di sangka gerakan cepat Aira pun dapat di baca oleh Thory.


"Perempuan sebaiknya tidak udah ikut campur."


Thory mengangkat tangan nya, dan sebuah bunga mawar muncul di dekat kaki Aira. Gadis itu mencoba untuk menghindar, namun sayang nya gagal. Mawar lainnya mulai tumbuh dengan cepat mengikat tubuh Aira, membuat nya tidak bisa bergerak.


Duri duri pada mawar itu bergerak, menusuk dan menggores kulit halus Aira, membuat nya meringis menahan perih.


"Lepaskan Aira!" Erano maju, memfokuskan power nya mencoba menahan Thory dengan kemampuan nya. "Penghentian." Seru Erano.


Tumbuhan di sekitar nya sempat berhenti beberapa saat, namun kembali bergerak lagi.


Erano terkejut, kemampuan nya tidak mempan pada Thory. Tapi bagaimana bisa?


"Haha kenapa? Terkejut karena kemampuan mu tidak mempan pada ku ya?" Thory memandang remeh.

__ADS_1


Erano terdiam. Sebelum ini ia tak pernah gagal menggunakan kemampuan nya. Tapi bagaimana bisa kemampuan nya tidak berpengaruh pada Thory?


Ada yang tidak beres...


"Ano awas!" Seru Rei.


SREG!!


Sebuah sulur tanaman bergerak ke arah nya dengan cepat. Beruntung dengan peringatan dari Rei, Erano berhasil menghindar dengan cepat. Ia melompat ke sisi ruangan, tangan nya bergerak meraih pistol di dalam saku nya, menembakkan peluru ke arah sulur tanaman yang menuju ke arah nya.


Setelahnya ia berlari mendekati Thory, mencoba menolong Farel dan Naru yang masih terikat, dijadikan sebagai perisai oleh Thory.


"Lepaskan mereka sekarang juga!" Erano melompat, meluncurkan tendangan pada Thory yang sayang nya lagi lagi berhasil di tahan nya.


Sulur tumbuhan mengikat kaki nya, membuat nya tak bisa bergerak. Namun belum cukup sampai di situ, Erano menodongkan pistolnya para Thory dan menembakkan peluru ke arah pemuda bermata zamrud itu.


Thory mencoba menghindar, mengendalikan tumbuhan yang mengikat Naru dan Farel untuk kembali menjadi pelindung nya.


Namun ia lengah. Ia melupakan keberadaan satu orang lagi di sana.


Dari belakang nya, Revan melompat sembari mengayunkan pedang nya. Kilatan marah terpancar jelas dari mata nya, senada dengan kilatan pada pedang yang ia pegang.


"Rasakan ini!"

__ADS_1


__ADS_2