
"Senjata... Maksud nya manusia percobaan? Tapi bukannya cuma Revan?"
Rei menggeleng. "Thory. Aku tidak mendapat banyak informasi tentang nya. tapi di sini tertulis, Thory juga menjadi salah satu kunci dari rencana besar nya untuk menguasai Delaria City."
"Thory... Rupanya dia terlibat... Jika begini-"
"Aku juga mendapat informasi tentang kemampuan ku."
Sein menoleh terkejut. Tidak di sangka, kemampuan hack Rei begitu hebat!
"Apa kemampuan mu?"
Flashback on
Dua orang pria tampak berjalan mendekati sebuah telepon umum di tepi jalan. Keduanya tampak memandang sekitar, jaga jaga jika saja ada anggota Dark Devil yang datang.
"Kak Sein tunggu di sini saja, biar aku coba meng-hack nya dulu." Ujar Rei sambil melangkah masuk.
Sein hanya mengangguk. Ya... Ia hanya perlu menunggu dan berjaga di depan bukan? Semoga saja tidak ada anggota Dark Devil yang melihatnya.
Rei tampan mengotak atik nya dan menyambungkan koneksi dengan handphone nya.
"Kalau aja aku bisa meng-hack kaya Eden, pasti gampang. Cuma tinggal ku kendalikan." Pikir nya sambil mencoba kombinasi kode yang ia pikirkan. Namun berulang kali ia coba, kombinasi kode yang ia masukkan tetap salah.
Rei terdiam, pikiran nya kembali terarah pada saat pertama kali ia bertemu dengan Eden dan Erano. Mereka juga sama seperti nya, manusia percobaan yang berhasil melarikan diri.
Jika yang di katakan oleh mereka benar, bahwa setiap anak yang di jadikan sebagai manusia percobaan oleh Avran punya kemampuan khusus, ia pasti punya kan?
Hanya tergantung orang itu mampu mengendalikan nya atau tidak.
Selama ini Rei sama sekali tidak mengetahui nya. Yang ia kira, hanya Revan yang di sebut sebagai 'senjata' sebagai percobaan yang hampir sempurna lah yang memiliki kemampuan sebagai Esper. Namun, pemikiran nya berubah setelah melihat Erano dan teman teman nya.
Kemampuan yang dapat mereka kembangkan dan kendalikan dengan baik, bahkan di gunakan untuk membalas atas apa yang telah mereka terima selama ini.
Menggunakan kekuatan itu untuk melawan balik dan menghancurkan Dark Devil, mencoba menghentikan organisasi itu, serta menghapus data percobaan sampai ke akar akar nya, agar tidak ada lagi anak anak lain yang mengalami nasib yang sama seperti mereka.
__ADS_1
Tekat mereka sama kuat nya seperti Revan yang berjuang sekuat tenaga untuk tetap hidup dan bisa bersama keluarga nya lagi.
"Aku... Pasti juga punya kemampuan seperti mereka kan?" Ujar nya lirih. Ia memandang telapak tangan nya sendiri. Selama ini Rei tidak pernah mencoba mencari tau. Tapi... Jika itu benar, kemampuan nya mungkin masih terpendam.
Sekarang hanya perlu mencari nya tahu apa kemampuan nya yang sebenar nya bukan?
"Tapi... Gimana cara nya mengeluarkan kemampuan ku? Kalau aku memang tidak punya kemampuan khusus sebagai Esper gimana?" Bisa juga, ia memang tak memiliki kemampuan seperti yang lain. Mengingat ia berhasil kabur lebih cepat.
Rei menggeleng kuat. Ia tidak boleh berpikir seperti itu sekarang! "Nggak! Nggak ada salahnya mencoba dulu. Kemampuan yang bisa membantu ku meng-hack sistem..." Rei menutup mata nya dan berkonsentrasi, berharap tebakan nya berhasil.
Tak ada salahnya untuk mencoba.
Tak ada salahnya untuk berjuang.
Saat ini, teman-teman nya yang lain sedang berjuang sekuat tenaga untuk bisa mencapai tujuan mereka, mengalahkan Dark Devil. Ia tak bisa hanya diam dan menunggu bukan?
"Setidaknya aku harus melakukan sesuatu..."
Rei mencoba mengingat kemampuan yang mungkin bisa membantu, sampai akhir nya ia teringat bagaimana Eden menggunakan kemampuan nya.
Sekali lagi Rei mencoba. Dan benar saja, seakan ia sudah terbiasa, dengan cepat ia bisa menyelesaikan nya. Rei pu langsung mencoba mencari informasi yang berguna tentang Dark Devil.
"Apa ini kemampuan ku?" Gumam nya sambil terus mencari.
Namun, tangan nya berhenti saat membuka sebuah dokumen yang berisi data mengenai Avren. Dengan teliti Rei membaca nya, dan juga menyalin data itu. Begitu juga dengan data lain nya yang bagi nya penting.
Beberapa menit berlalu, sampai akhirnya semua data yang ia cari berhasil tersalin. Ia hendak keluar, namun rasa penasaran menghentikan nya.
Apa mungkin ia bisa mencari data tentang dirinya sendiri? Bukan tidak mungkin kan?
Rei kembali mengetikkan tangan nya dan mencari informasi tentang dirinya sendiri di Dark Devil. Sampai akhirnya ia berhasil menemukan nya.
Rei sedikit terkejut saat mendapati semua data lengkap, bahkan sampai boidata dan informasi pribadi nya. Namun, ada satu hal yang membuat nya terkejut, namun juga senang.
"Hasil percobaan lab Dark Devil." Dengan teliti ia membaca nya, sembari menunggu proses pengcopyannya selsai.
__ADS_1
"Kemampuan ku... Dapat menyalin kemampuan orang lain yang ku pikirkan, asal aku pernah melihat nya secara langsung. Jadi itu kemampuan ku... Memang aku pernah melihat Eden menggunakan nya. Pantas saja... Kemampuan yang hebat!" Ucap nya senang.
"Tapi... Aku juga masih harus latihan..." Lanjut nya. Ya... Ia harus benar-benar menguasai kemampuan nya bukan?
Rei melanjutkan membaca. Bahkan mengenai informasi kelemahan nya pun ada di sana. Kelemahan nya yang akan kelelahan jika menggunakan kemampuan nya berlebihan, dan bisa membuat pendarahan di otak karena terlalu keras bekerja.
Mengerikan.
"Aku harus hati hati menggunakan nya."
"Hey, audah selesai belum? Kau sudah dapat data nya?" Tanya Sein dari luar. Ah, ia harus cepat menyelesaikan nya.
"Belum, bentar lagi. Meng-hack sistem itu harus sabar dan teliti, agar tidak ada informasi atau data yang terlewat." Ujar Rei dengan tenang nya. Sein terlihat hanya menarik nafas pasrah.
Hanya perlu menunggu proses nya selesai, dan ia bisa melanjutkan rencana.
"Baiklah selesai!"
Setelah keluar, Rei langsung memberitahu semua yang ia dapat pada Sein. Melihat dari ekspresi nya, jelas sekali Sein terkejut.
"Aku juga mendapat informasi tentang kemampuan ku."
Sein menoleh terkejut. Tidak di sangka, kemampuan hack Rei begitu hebat!
"Apa kemampuan mu?"
Flashback off
"Aku dapat menyalin kemampuan orang lain. Asal aku pernah melihat nya secara langsung." Jawab Rei.
"Hebat! Pantas saja kau bisa menyelesaikan nya dengan cepat. Tapi... Kau menyalin kemampuan siapa untuk mendapatkan data itu?" Tanya Sein dengan raut wajah penasaran.
"Itu..." Rei mengalihkan pandangan nya. 'Gawat... Mana mungkin aku beritahu jika aku menyalin kemampuan Eden?' lanjutnya dalam batin.
"Sudahlah, yang penting kita dapat data yang di permukaan. Sekarang, ayo kita mulai misi untuk menghentikan Avren dan Thory." Ujar Rei semangat.
__ADS_1
Sein mengangguk. "Baiklah!"