
Terkadang penampilan memang bisa menipu. Orang yang terlihat begitu baik bisa saja menyimpan kekejaman dalam dirinya. Sama seperti pepatah, jangan melihat buku hanya dari sampulnya. Karena tidak semestinya apa yang terlihat baik di luar, juga terlihat baik di dalam.
Selama ini yang mereka tahu, Thory adalah pemuda yang ceria, kadang polos, lembut, baik dan murah senyum. Namun saat dia menunjukkan sifat asli nya, baru lah semua orang mengetahui bahwa semua kebaikan nya itu selama ini hanyalah topeng untuk menutupi dirinya yang sebenarnya.
Di tambah lagi, dengan Thory yang sudah lama menjadi anggota Dark Devil bahkan sebelum pak Danu bergabung dengan organisasi itu.
Seakan menjadikan dirinya sendiri sebagai sukarelawan atas percobaan yang di lakukan Avran, membuat mereka penasaran dengan tujuan nya yang sebenarnya.
Jika tujuan awal Dark Devil adalah untuk menguasai Delaria City dan menjadi kelompok mafia terbesar di dunia, apa Thory pun memiliki tujuan yang sama?
Namun sayang nya, mereka masih belum mengetahui alasan sebenar nya dan tujuan sebenarnya Thory menjadi anggota Dark Devil, dan juga memilih berpaling dari Shadow Agen.
"Untuk apa takut? Kita punya kemampuan super juga karena percobaan itu kan? Jika kita bekerjasama, akan mudah mengalahkan nya." Ujar Eden sambil memandang teman teman nya yang lain.
"Tapi seperti nya tidak semudah itu. Aku lihat sendiri bagaimana kemampuan nya. Mengerikan... Tong sampah yang jadi korban saja langsung peot dan sampahnya berserakan. Aku juga yang jadi korban kena sampah nya." Ucap Riz sambil mengingat ingat saat ia terkena lemparan sampah akibat serangan Thory.
"Mungkin biar kau mandi Riz. Kau kan jarang mandi." Celetuk Raile sambil menahan tawa.
"Dih, aku ini selalu rajin mandi ya. Makanya badan ku selalu wangi seperti bunga mawar." Riz sedikit bergaya menunjukkan pesona nya, sambil menggigit setangkai mawar yang entah ia dapat dari mana.
Sementara lainnya, hanya menatap datar dengan tingkah Riz yang berlebihan.
Sungguh? Apa orang sepertinya benar-benar anggota Shadow Agen?
__ADS_1
Kiranya, begitulah yang terpikir di kepala rekan rekan Riz lainnya.
"Kalau kita mengumpulkan kemampuan bisa saja, tapi kalian jangan sampai lupa, mereka juga punya data tentang percobaan ini. Di tambah, Thory sudah lebih lama menjadi bahan percobaan dari pada kita. Bisa saja dia tau kelemahan kita kan? Dengan begitu, akan sulit mengalahkan nya." Ujar Revan.
Jika Thory memiliki data tentang percobaan itu, maka akan semakin sulit untuk mereka mengatasi nya nanti. Jika begitu, bukannya berhasil menang, justru mereka yang di kendalikan.
"Ah!! Kalau gini harus gimana dong??" Keluh Riz frustasi, sambil mengacak acak rambutnya.
"Selain mencari tau alasan Thory melakukan itu, kita juga perlu mencari kelemahan nya. Itu salah satu cara untuk menghentikan nya." Ucap pak Danu.
Farel bertanya. "Apa anda tidak memiliki data tentang kelemahannya juga? Anda juga membantu membuat percobaan padanya bukan?"
Pak Danu menggeleng. "Memang benar, tapi data itu di rahasiakan. Bahkan aku yang ikut melakukan percobaan itu pun tidak tau apa." Pria itu menjeda ucapan nya.
Walau pak Danu juga yang melakukan percobaan kepada sebagian besar para kelinci percobaan Dark Devil, bukan berarti dia juga tau kelemahan Thory.
Beberapa kali ia mencoba mencuri data, namun berakhir dengan dirinya yang nyaris saja tertangkap basah. Selain itu, ada beberapa pengujian dan percobaan yang di lakukan oleh Avren sendiri.
Tidak ada yang tau apa yang pria itu lakukan pada Thory. Bahkan untuk semua informasi pun memiliki sistem keamanan yang begitu kuat. Sedikit saja kecerobohan, akan berakibat fatal nantinya.
"Jika begitu... Bagaimana jika kita kumpulkan informasi tentang nya. Tentang data yang ada di Dark Devil dan Shadow Agen."
Revan memandang ke arah Farel dan Naru. "Kami butuh bantuan kalian untuk mengamati dan mencari informasi tentang nya di markas Dark Devil. Dengan status kalian yang masih menjadi anggota Dark Devil, itu akan menghilangkan kecurigaan anggota lainnya."
__ADS_1
Mendengar itu, Baru memandang pada kakak sulung nya. Seakan bertelepati, Farel sedikit menghela nafas, dan akhirnya setuju. "Baiklah. Walau kami terpaksa membantu mu."
Revan hanya sedikit tersenyum dan memalingkan wajah nya. Ia tidak terlalu memikirkan jawaban mereka. Yah, yang penting tugas mereka selesai, itu cukup bukan?
Kemudian Revan kini menatap Rei dan Raile. "Aku mohon bantuan kalian untuk mencari data nya di Shadow Agen. Pasti masih ada beberapa dokumen tentang nya."
"Serahkan saja pada kami Rev! Tenang saja, kami tidak seperti mereka yang terpaksa membantu kok." Ucap Riz sambil melirik ke arah Farel dan Naru.
Seketika perempatan imajiner muncul di dahi Farel dan Naru. "Apa kau bilang bocah?!"
"Hey kalian sudahlah.. Ini bukan waktunya bertengkar." Larai Himaki. Kadang ia heran, mereka sudah dewasa, tapi kadang masih bersikap seperti anak kecil.
"Baiklah, untuk sisanya, kalian ikut aku menyelidiki setiap data yang sudah di dapat."
Erano, Eden, Aira dan Himaki pun mengangguk setuju.
"Biarkan aku juga membantu kalian. Setidaknya untuk menyabotase dan mencegah Avren kembali melakukan pengembangan dalam percobaan nya." Ujar dokter Danu.
Revan tersenyum tipis. "Rencana bagus. Mohon bantuan nya."
Dokter Danu mengangguk.
"Baiklah, ayo kita mulai sekarang!!"
__ADS_1
"Sebagai 'Shadow Agen' yang bekerja di balik bayangan."