Shadow Agen

Shadow Agen
Menyelinap


__ADS_3

BOOOMMMM!!!!!!


DUARR!!!


"kebakaran!!"


"Selamatkan diri!!"


Ledakan terjadi di sebuah gedung yang menimbulkan kebakaran. Para warga di tempat kejadian langsung berlari panik menghindar, mencari jalan aman menjauhi lokasi itu.


Ada juga dari mereka yang langsung menelfon pemadam kebakaran agar api tidak menyebar semakin luas dan merembet ke rumah warga. Teriakan panik terdengar di mana mana. Tak lama, polisi pun datang ke lokasi itu bersama pemadam kebakaran yang dengan cepat memadamkan api di sana.


Namun, di antara keramaian itu, ada 2 orang yang menyelinap menjauhi pusat keramaian. Mereka memasang ekspresi panik sebagai penyamaran agar tidak ada yang mencurigai mereka.


Siapa lagi jika bukan Ice dan Raile? Saat di rasa aman, kedua nya berlari memasuki sebuah gang sempit di sebelah pertokoan yang tidak terlihat oleh warga. Sebuah flashdisk yang telah Raile dapat dia berikan pada Ice yang langsung menerima nya.


Raile menghela nafas lelah. Keringat mengalir dari pelipis nya. nafasnya sedikit tak beraturan. Ia menarik nafas dalam, mencoba mengatur deru nafas dan detak jantung nya agar lebih stabil. Masih banyak kah data yang harus ia hancurkan? Ketahuilah dirinya lelah! Apa tidak bisa beristirahat sebentar saja? Ya, tekat Raile meminta nya untuk terus maju, tapi fisiknya meminta untuk berhenti. Sungguh situasi yang menyulitkan.


"Selanjutnya langsung saja kita ke markas pusat. Hancurkan semua data di sama. " Ujar Ice sambil menunjukkan denah markas Dark Devil pada Raile.


Raile heran, darimana dia mendapatkan itu?


"Baiklah. Tapi.... Bisakah kita beristirahat dulu sebentar? Aku cape... Huwee....." Rengek Raile yang kelelahan.


Jelas lah! Dia sudah berlari dan bersembunyi dari orang orang yang ada di dalam gedung, lalu menyelinap di antara keramaian dan bersikap seolah tidak terjadi apa apa, menyembunyikan kelelahan nya untuk bisa kabur tanpa ketahuan. Itu cukup melelahkan tau. Bahkan tugas nya sebelum nya tidak serumit ini.

__ADS_1


Ia melirik ke arah Ice yang masih tampak bugar tanpa kelelahan sedikitpun. Stamina nya sungguh luar biasa jika di banding dengan diri nya. Apa Raile juga perlu tidur selama itu juga agar bisa seperti Ice? Ah tidak tidak. Ia tak ingin di juluki polar bear juga.


Namun, bukannya kasihan atau apa, setelah mendengar rengekan Raile, Ice justru hanya memberikan tatapan datar. "Mau cepat selesai kan? "


Raile menghela nafas. Sungguh menyebalkan.


"Iya..."


"Makanya kurangi mengeluh, perbanyak bekerja."


Raile hanya terdiam. Mendengar kata kata nya cukup membuatnya kesal juga!!


*****


Sebuah gedung di lokasi yang cukup terpencil dan tertutup. Tidak banyak rumah penduduk di sekitar gedung itu, hanya ada sebuah tempat pembuangan sampah dan beberapa pertokoan yang sudah tidak di gunakan.


Kini, tak jauh dari mereka ada sebuah gedung setinggi 5 lantai yang di jaga oleh beberapa mafia di depan. Raile sempat berfikir, jika mereka tertangkap bagaimana jadinya nanti?


"Kita akan menyelinap dari belakang. Bisa juga dari lubang udara. Kau siap?" Tanya Ice yang sempat mengejutkan lamunan Raile.


Pemuda itu menarik nafas dalam. "Baiklah!"


"Aku akan mengalihkan perhatian mereka, kau masuk secepatnya lalu ikuti data yang ku berikan. Itu akan langsung membawa mu ke dalam ruangan Avren. Aku akan menemui mu di sana. Berhati hati, jangan sampai ketahuan. Setelahnya kita akan masuk ke ruang bawah tanah. Data itu dia simpan di sana." Jelas Ice rinci.


Ice ternyata memang mengenal baik tempat itu.

__ADS_1


Ketahuilah, Ice memang suka meneliti tempat tempat baru yang ia kunjungi. Jadi ia tau letak setiap ruangan dan apa saja yang ada di dalam nya. Ditambah ingatan nya yang kuat, mempermudah nya saat keadaan seperti ini.


Raile mengangguk mengerti dan langsung berjalan menuju belakang gedung. Sedangkan Ice dengan santai nya masuk lewat depan gedung dan mengalihkan semua orang yang ada di sana.


Saat waktunya tepat, Raile langsung mencoba membuka pintu belakang. Namun sayangnya di kunci.


"Haah... Harus jadi tikus nih lewat lubang udara? Menyebalkan. Semoga gak ketemu tikus beneran."


Ya, kalo ketemu tikus beneran kan gak lucu tuh. Apalagi tempatnya sempit gitu. Kalo tikus nya mendekat jelas akan membuatnya teriak, mengingat Raile takut tikus. Ya, Raile takut tikus.


Perlahan Raile terus merangkak mengikuti arah yang sudah di tentukan. Sampai di atas sebuah ruangan, ia melihat sebuah pot bunga mawar hitam di atas meja. Entah mengapa ia merasa tak asing dengan itu.


"Pot bunga itu... Bukannya sama persis seperti milik Thory? Bunga mawar hitam juga kesukaan nya bukan?" Gumam Raile. Tapi ia langsung menghilangkan pikiran itu. "Tidak mungkin. Jangan berpikiran yang tidak tidak Raile!"


"Rupanya kau di situ. Jangan kira aku tidak bisa menemukan mu!"


Glek.


Tubuh Raile menegang seketika. Apa ia ketahuan?? Tamat sudah riwayatnya... Sepertinya ia harus kabur sekarang.


"Jangan mencoba untuk kabur, atau ku hancurkan kau sekarang juga!"


Raile semakin ketakutan. Ia benar-benar sudah ketahuan sekarang. Apa yang harus ia lakukan???


"Beraninya kau!!"

__ADS_1


BRAK!


TBC


__ADS_2