Shadow Agen

Shadow Agen
Semakin banyak misteri


__ADS_3

"Apa itu... Esper?"


Mendengar pertanyaan itu, lantas Raile dan Riz berbalik, memandang Revan bingung.


"Kenapa tiba tiba kau menanyakan itu?" Tanya Riz.


"Siang tadi kau tak sengaja menabrak pemuda ber rambut perak kan? Saat melewati ku, tiba tiba dia bilang "kau juga esper." Mungkin ada kaitannya dengan ini atau orang itu justru pelakunya?" Duga Revan.


"Jangan menuduh dulu, kita masih belum tau kebenaran nya. Walau itu juga tak menutup kemungkinan." Raile mengambil alih komputer mencoba mencari informasi yang bisa ia dapatkan.


"Mengenai Esper.... Seseorang yang memiliki kemampuan psikis, yaitu kekuatan luar biasa yang tidak mungkin dimiliki orang biasa. Contohnya seperti kemampuan membaca pikiran, telekinesis, telepati atau kemampuan lainnya." Raile memandang ke arah Revan. "Dengan kemampuan yang kau miliki, mungkin ini yang dia maksud."


"Tapi pertanyaannya, siap orang itu dan bagaimana dia bisa tau tentang kemampuan Revan?" Tanya Riz.


Rupanya masih banyak sekali hal yang masih belum mereka ketahui. Tentu ini menjadi tambahan tugas untuk mereka.


Revan sendiri entah mengapa merasa tak asing dengan orang itu, namun entah mengapa ia tak bisa mengingat nya sama sekali. Seakan ingatan tentang nya di hapus atau semacam nya.

__ADS_1


Memang gak ada yang tau bagaimana takdir akan membawa mereka nanti nya. Terkadang Revan merasa takdir terus mempermainkan hidup nya. Belum cukup kah setelah semua cerita, masalah, misteri dan rasa sakit yang ia alami selama ini, sampai masalah terus berdatangan bahkan sebelum masalah lainnya terselesaikan.


Tapi dari semua itu, jika benar orang itu juga memiliki kemampuan khusus, darimana dia mendapatkan kekuatan nya? Apa sama sepertinya, mereka mendapatkan kemampuan itu dari percobaan yang dilakukan oleh Dark Devil?


Ia tau bukan hanya dirinya yang sudah menjadi bahan percobaan. Sudah banyak anak anak lain yang senasib bahkan lebih buruk dari nya. Harus kehilangan nyawa karena fisik mereka tak mampu menerima semua siksaan dan obat obatan yang terus menerus masuk ke dalam tubuh mereka.


Namun, sudah berapa lama ini berlangsung? Sebelum dia datang ke Dark Devil, pasti ada anak anak lain sebelum dirinya yang juga menjadi percobaan bukan?


******


BRAK!


PRANG!


Meja di pukul bahkan di tendang, barang barang di sekitar nya pun juga ikut menjadi pelampiasan nya. Pria ber iris jingga itu nampak sedang marah besar. Beberapa orang bawahan nya hanya bisa berdiri ketakutan di ujung pintu, berharap mereka tak akan menjadi sasaran pelampiasan nya.


Mereka hanya diam sambil gemetaran. Pasalnya, mereka tak di perbolehkan untuk pergi. Melangkah satu langkah saja, mungkin itu akan menjadi kali terakhir mereka dapat berjalan menggunakan dua kaki.

__ADS_1


"AARRGGHH!! DASAR SIALAN! KALIAN SEMUA TAK BERGUNA!!" Teriak nya sambil memukul meja.


"M-maafkan kami tuan-"


BUGH!


Satu pukulan sukses meluncur tepat ke wajah pria yang mencoba untuk menjawab itu.


"Bagaikan bisa dia melarikan diri?! Apa saja yang kalian lakukan di sini?!" Avren menarik kerah baju salah satu bawahan nya, menarik pria malang itu mendekati nya. "Bukankah aku sudah tugaskan kalian untuk menjaga anak itu? Selain Revan, dia juga barang berharga yang harus di jaga. Dan apa yang kalian lakukan sampai dia bisa melarikan diri hah?!" Bentak nya di akhir kalimat.


"Kami... Kami benar-benar tidak tahu bagaimana anak itu bisa keluar tuan. Kami selalu berjaga di depan ruangan. Tak ada lagi yang keluar atau masuk. Kami sungguh-sungguh tuan." Ujar salah satu bawahan Avren lainnya.


"Alasan! Jika kalian benar-benar menjaga nya, bagaiman dia bisa lolos?! Sekarang, cari Rei sampai dapat!" Avren memasukkan tangan nya ke dalam saku jaket nya dan mengambil sebuah pistol dari sana dan menodongkan nya ke kepala salah satu anak buah nya. "Jika kalian gagal, akan ku tempat kepala kalian satu persatu."


"S-siap tuan!" Jawab semua anak buah nya dan langsung berlalu pergi.


Avren benar-benar di buat emosi sekarang. Pasalnya setelah ia memeriksa rekaman kamera CCTV pun tak di temukan adanya orang keluar masuk.

__ADS_1


Pria itu menarik kursi dan mendudukkan dirinya. Ia memikat pelipis nya yang sedikit berdenyut. Padahal tinggal sebentar lagi rencana nya akan berhasil, tapi justru di gagalkan dengan mudah seperti ini.


Tapi... Dari apa yang sudah ia lakukan pada Rei, kondisi fisik dan mental pemuda itu tak memungkinkan nya untuk keluar sendiri. Pasti ada orang yang membantunya. Apa mungkin Revan? Atau orang lain?


__ADS_2