
Di gelapnya malam saat kebanyakan orang sedang tertidur, seorang pemuda justru sibuk melawan 3 pria yang mencoba untuk mengganggu seorang wanita.
Tiba tiba muncul seorang pria berkacamata kuning cerah yang merupakan anggota Shadow Agen dan ikut membantu pemuda itu.
Ya, itu adalah saat dimana Revan dan Sein menolong wanita itu. Dari balik dinding rumah warga, terlihat pria yang sepertinya sedang mengamati mereka. Tapi pandangannya lebih tertuju pada pemuda yang mengenakan masker di sana. Setelah diteliti lebih jelas, tidak salah lagi. Memang dia orangnya.
"Revan? Apa dia berhianat? " Gumam pria itu.
Dia langsung mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan menelfon atasannya. "Halo tuan, saya Rob. Sayang ingin memberitahu jika saya melihat Rev-"
BRAK
"Akh! Apa yang-" Ada yang tiba tiba menendang tangannya hingga ponselnya terlempar. Namun saat ia melihat orang yang melakukan itu, ia benar benar terkejut. "K.. Kau? " Matanya membola tak percaya dengan apa yang ia lihat di hadapannya.
Sosok itu berjalan semakin dekat ke arah nya. Rob terlihat begitu ketakutan. Terlebih lagi saat iris mata merah gelap itu menatapnya penuh amarah dan kebencian. "J-jangan mendekat!! " Serunya sambil menodongkan pisau. Tapi hal itu di abaikan oleh sosok di hadapannya.
"He? Apa kau takut? Bukannya tadi kau akan memberi tahu hal yang kulakukan pada Avren? " Ucap sosok itu.
"T-tidak. Kau... Pergi kau!! " Ucapnya panik.
__ADS_1
Sosok itu mencengkram erat baju Rob dan mendekatkannya pada dirinya. "Nyaris terbongkar. Tapi sekarang tidak lagi. Karena kau... Akan mati"
JLB!
BZZT!
Sosok itu menusukkan pisau pada tenggorokan pria itu yang langsung merobek pita suaranya. Ditambah dengan petir merah yang menyengat tubuh pria itu yang membuat tubuhnya mati rasa. Darah mengalir deras dari luka di lehernya. Sosok itu mencabut pisau yang dipegangnya dan kembali menusukkan nya pada perut pria itu berkali kali.
"Hahaha!! Rasakan itu. Itu akibatnya jika kau berani menghancurkan rencana ku!! HAHAHAHA!!!!" Tawa menggema di tempat itu. Tangannya kini dipenuhi oleh darah. Pipinya juga ikut terkena cipratan darah dari korbannya. Senyuman lebar terlukis di wajahnya. Rambut putihnya juga terkena cipratan darah, membuat noda itu terlihat jelas di antara rambut itu.
'Sudah cukup... ' tiba tiba ia mendengar sebuah suara. Sebenarnya sudah jelas siapa pemilik suara itu. Sosok itu pun berhenti.
"Baiklah... Setidaknya aku sudah puas sekarang. Dan tidak akan ada yang tau rencana mu jika begini bukan?" Ucapnya. Tak ada jawaban. Sepertinya suara itu lebih memilih diam daripada menjawab pertanyaan sosok ber rambut putih itu.
Pria itu adalah pria yang berhasil melarikan diri saat misi Raile. Saat perjalanan hendak kembali ke Dark Devil, tanpa sengaja dirinya melihat Revan di sana. Yang ada di pikirannya saat itu Revan berhianat. Namun, ia tak menyangka jika itu juga akan menjadi hari terakhirnya untuk hidup.
Beberapa jam sebelumnya...
Revan dan Sein sedang berjalan bersama. Misi kali ini sukses walau dominan Revan yang menyelesaikannya sih...
__ADS_1
"Kemampuanmu lumayan juga Rev" Puji Sein sambil menepuk pundak pemuda itu.
"Terimakasih" Seperti biasa, Revan hanya menjawab singkat.
Sein terlihat mengamati pemuda yang lebih pendek darinya itu. Matanya terarah pada kalung yang dikenakannya. Sein sempat berpikir bagaimana membuat Revan benar benar bebas? Tapi sebelum itu... "Rev! Aku baru ingat batas waktunya a... Jika kau terlalu lama di sini mungkin Avren akan tau! " Ucap Sein panik. Ia benar benar lupa akan hal itu.
"Benar juga... Jika dia tau, dia akan membunuhku"
"Aku akan menemanimu"
"Tidak perlu. Aku bisa sendiri. Lagipula... Ada hal lain yang ingin kulakukan. "
Mendengar jawaban Revan, Sein sedikit mengerenyitkan dahi. "Melakukan apa? " Tanya nya. Tapi Revan sudah berlari menjauh.
"Hanya hal kecil" Ucapnya dari kejauhan.
Kira kira apa yang akan dilakukan Revan? Semoga saja bukan hal yang bisa membuatnya terluka. Entah kenapa ia khawatir pada anak itu.
Saat Revan merasa ia sudah cukup jauh dari Sein, ia memejamkan mata dan saat itu rambutnya berubah menjadi putih dan iris matanya menjadi berwarna merah darah.
__ADS_1
"Wah wah... Sepertinya ada tikus yang mengintai... Tak bisa dibiarkan"
TBC