
"Itu..." Rei mengalihkan pandangan nya. 'Gawat... Mana mungkin aku beritahu jika aku menyalin kemampuan Eden?' lanjutnya dalam batin.
"Sudahlah, yang penting kita dapat. Sekarang, ayo kita mulai misi untuk menghentikan Avren dan Thory." Ujar Rei semangat.
Sein mengangguk. "Baiklah!"
"Jadi, kita langsung saja samperin mereka?" Tanya Rei.
Sein menggeleng. "Tidak... Kalau bersama Thory akan bahaya nanti. Selain itu... Walau coba mengembalikan Avren ke jalan yang benar pun bagaimana cara nya? Memberitahu kalau kita tau masa lalu nya? Dia cuma bakal marah nanti nya."
Jika Avren tau Sein dan Rei mengetahui masa lalu nya, dia mungkin akan mempertanyakan mereka tau dari mana. Dan bukan tidak mungkin menganggap mereka salah satu orang yang hanya mengambil momen di balik derita orang lain.
Mereka harus menyusun rencana dengan matang. Bagaimana cara menyadarkan Avren, atau setidaknya membuat nya mengerti dan kembali ke jalan yang benar.
"Bagaimana kalau meminta bantuan Revan dan lainnya? Minta saran gitu?" Usul Rei.
Sein menghela nafas. "Ke siapa? Trio R itu saja nggak bisa di hubungi. Terakhir kali aku bertemu Revan, dia buru buru pergi ke suatu tempat. Lalu Riz saat pulang sekolah. Dan Raile malah hari sebelumnya. Kemana mereka sekarang saja aku tidak tahu." Ujar Sein panjang lebar. Jelas lah ia pusing memikirkan ketiga pemuda yang menghilang tiba tiba begitu.
Dalam hati ia khawatir jika mereka akan tertangkap dan kembali menjadi bahan percobaan. Mengingat Revan masih jadi incaran, bukan tidak mungkin Raile dan Riz pun juga akan ikut di incar.
"Biar ku coba." Rei mengambil handphone nya dan mencoba menghubungi Revan. Semoga saja kali ini Revan bisa di hubungi.
Butuh waktu beberapa saat sampai akhirnya panggilan itu terhubung. "Rev, aku bisa minta saran mu?" Tanya Raile.
Sein yang melihat itu terkejut sekaligus kesal. Padahal saat ia mencoba menghubungi Revan tadi tidak bisa, tapi begitu Rei yang mencoba, langsung terhubung.
Sein berfikir, punya salah apa dirinya pada mereka? Sampai ia menelfon saja tidak di angkat.
"Lihat saja kalian... Jika sudah ketemu, tak akan ku biarkan kalian lolos." Geram nya.
*****
Misi mulai di jalankan. Sekarang Raile dan Riz kembali ke Shadow Agen untuk mencari data tentang Thory di sana. Walau tentu mereka juga harus mempersiapkan mental untuk kena omel karena tidak dapat di hubungi dan pergi tanpa kabar.
Sebenarnya mereka sengaja melakukan itu, tujuan nya agar tidak ada yang mengganggu atau mengetahui lokasi mereka. Tentu mereka tak ingin anggota Shadow Agen mengetahui rencana mereka sekarang. Akan menjadi masalah besar nanti nya.
Di tambah lagi... tidak semua orang bisa di percaya begitu saja.
__ADS_1
Di sisi lain, Farel dan Naru juga kembali ke markas Dark Devil dan diam diam mencari informasi tentang Thory. Status mereka yang cukup tinggi di sana membuat mereka tak mudah di curigai.
Ada untung nya juga, bisa menjadi salah satu dari orang-orang yang di percaya Avren. Mereka jadi memiliki akses lebih untuk mencari data dengan bebas di sana.
Tapi tentu mereka juga harus tetap berhati hati. Jika Avren sampai tau, tamat sudah riwayat mereka nanti nya.
Begitupun dengan dokter Danu. Ia sempat mampir minimarket dan membeli beberapa barang yang akan ia gunakan sebagai alibi jika Avren menanyai nya karena pergi tanpa meminta izin.
Dengan barang belanjaan di tangan nya, setidaknya ia memiliki alibi yang kuat dan mengurangi resiko ia akan di curigai juga.
Sedangkan Revan dan lainnya menunggu informasi di ruang rahasia itu, sembari mengumpulkan tenaga untuk menggunakan kemampuan mereka lagi nanti.
"Jika rencana ini berhasil, semuanya akan selesai kan?" Tanya Aira yang sedang duduk di sofa sambil memeluk lututnya.
Ada rasa takut yang coba ia tahan. Jika gagal, kemungkinan mereka akan kembali tertangkap dan kembali ke tempat itu. Tempat di mana mereka akan menjadi percobaan dengan hal hal yang mengerikan bagi Aira.
Aira sungguh tak ingin kembali ke tempat seperti itu lagi.
"Tentu. Kita semua akan bebas. Kita tak perlu takut lagi akan di kendalikan." Jawab Revan sambil tersenyum tipis, menarik perhatian Aira untuk menoleh pada nya.
Erano menambahi. "Maka dari itu, kita kerahkan semua kemampuan dan tenaga kita sekarang. Selesaikan semuanya." Ujar nya memberi semangat.
Ya... Mereka yakin Aira lebih kuat dari mereka. Terlebih lagi dalam hal omelan.
"Segitu ingin nya kalian bebas. Tapi dulu aku justru menghalangi kalian." Ujar Himaki merasa bersalah karena sempat menghalangi dulu. Khususnya untuk Revan.
"Bagiku tidak terlalu. Sejak awal kau juga ragu kan? Setidaknya sekarang, kau ada di pihak kami." Ucap Revan.
Himaki beruntung bisa mengenal anak anak yang kuat dan pantang menyerah seperti mereka.
Kling kling...
Namun, secara tiba-tiba suara panggilan masuk dari handphone Revan membuat mereka terkejut.
"Dari siapa? Raile? Atau Farel?" Tanya Eden.
Revan menggeleng singkat. "Bukan, tapi Rei." Jawab nya.
__ADS_1
"Rei? Apa ada masalah? Jangan jangan ada anggota Dark Devil yang mengetahui tempat tinggal kita!" Seru Eden panik.
"Tunggu sebentar." Revan pun mengangkat panggilan itu.
"Rev, aku bisa minta saran mu?"
"Saran apa?" Tanya Revan.
Rei langsung menjelaskan semua informasi yang ia dapat bersama Sein tadi dengan rinci. Revan pun menyimak nya dengan teliti.
Ia senang akhirnya Rei berhasil menggunakan kemampuan khusunya. Di sisi lain, ia juga mendapatkan informasi yang sangat bagus dari Rei.
"Begini saja, kita ketemu di dekat markas Dark Devil. Aku, Erano dan lainnya akan segera ke sana. Kami akan memberi tahu rencana kami setelah sampai nanti." Ujar Revan.
"Baiklah. Tapi... Aku sedang bersama Sein sekarang."
Revan yang mendengar itu sempat terdiam. Jika Sein di sana, akan berbahaya jika mengetahui tentang Erano dan teman teman nya.
Revan menoleh ke belakang, "kurasa bukan masalah. Kita bertemu di sana." Jawab Revan.
"Baiklah kalau begitu. Aku dan kak Sein segera ke sana."
"Baiklah. Sampai nanti."
Revan mematikan handphone nya dan berbalik, memandang rekan rekan nya. Ia pun langsung menjelaskan semua yang Rei beritahukan pada nya. Mengenai masa lalu Avren, kemampuan nya, dan data data lain yang Rei dapatkan.
Setidaknya informasi itu bisa membantu untuk mengatasi Avren. Hanya tinggal menunggu informasi mengenai Thory yang mereka butuhkan untuk mempermudah rencana nya.
"Baiklah, jadi kita ke sana sekarang." Ujar Himaki yang di tanggapi anggukan dari rekan rekan nya.
Mereka melangkah keluar dari ruang rahasia itu, menuju tempat yang sudah di janjikan. Untuk kali ini, mereka benar-benar harus mempersiapkan diri menghadapi setiap anggota Dark Devil.
Walau beberapa orang kepercayaan Avren sudah ada di pihak mereka, tapi masih ada PiGenSai bersaudara, dan mungkin anggota lain yang memiliki kemampuan serta fisik yang kuat.
Selain itu, Thory, sosok yang menjadi ancaman besar bagi mereka pun masih bersama Avren.
Selama ini mereka masih belum melihat kemampuan Thory yang sebenarnya. Walau sebelumnya Riz sempat melihat Thory menggunakan kekuatannya, namun ia yakin, Thory masih belum menggunakan kemampuan penuh nya.
__ADS_1
Tapi seberat apapun itu, setiap keinginan pasti ada jalan. Setiap usaha pasti akan menemukan cara untuk menyukseskan nya.
Mereka tentu tak akan menyerah hanya sampai sini.