
"Esper ya.... Orang yang memiliki kemampuan khusus. Jika hasil dari percobaan itu, harusnya Rei juga punya kan? Tapi seingat ku dia belum pernah menggunakan nya." Gumam Revan.
Tangan pemuda itu sibuk mengetik kata kata di keyboard nya sambil mencari informasi mengenai kasus yang sebelum nya terjadi.
Dari rekaman CCTV memang tidak di temukan bukti. Seolah rekaman berhenti di waktu tertentu, tapi bukan berarti tidak bisa di selidiki lagi.
"Hacker profesional atau mungkin itu juga kemampuan nya." Tapi sampai di tempat yang berbeda dengan lokasi yang berjauhan. Tentu itu membutuhkan tenaga yang banyak.
"Ah! Aku pusing! Sebenarnya ada berapa banyak esper sih??" Revan frustasi dan mengacak acak rambutnya.
Ceklek.
Pintu di buka membuat Revan sedikit terkejut.
"Kau baik baik saja Revan?" Sein memasuki ruangan. Ah, teriakan nya sampai terdengar ke luar ruangan rupanya. Oke, ingatkan Revan untuk lebih berhati hati lain kali.
"Aku baik baik saja, hanya sedikit kesal saja. Maaf ya mengejutkan mu." Ujar Revan meminta maaf.
__ADS_1
Sein menggeleng. "Gak masalah. Lagian dah terbiasa juga. Aku hanya khawatir dengan kondisi mu. Mengingat apa yang terjadi padamu dulu, aku takut kau trauma Rev."
Ada benarnya. Walau ia melupakan sebagian ingatan nya, tapi tentang dirinya yang menjadi sandra dan manusia percobaan masih tercetak jelas di memori nya.
Luka dalam batin tidak akan sembuh semudah itu. Tak seperti luka fisik yang bisa sembuh hanya dalam beberapa hari atau minggu, tapi luka secara batin akan terus ada, bahkan setelah ia bahagia sekalipun.
Revan menggeleng singkat. "Sungguh... Aku baik baik saja." Jawab nya mencoba meyakinkan.
Sein hanya menghela nafas menanggapi jawaban itu. "Baiklah, jadi apa yang kau cari sebenarnya? Siapa tau aku bisa bantu?" Sein mengalihkan pandangan nya, memandang komputer di hadapan Revan.
"Aku masih mencoba menyelidiki kasus yang terjadi di gedung Alpha sebelumnya. Walau hacker pun, tak akan bisa melakukan semua ini sendiri." Sein menjeda ucapan nya dan mengamati laporan dari misi nya sebelumnya sambil terus mengetikkan mata kata pencarian. "Walau aku sedikit mencurigai seseorang, tapi kami masih kekurangan informasi."
"Sepertinya bukan. Para 'senjata' nya juga sudah melarikan diri bukan."
Benar, karena Revan yang kabur, jelas Avren kehilangan senjata nya. Walau jujur saja ia gak yakin Avren benar benar kehilangan semua senjata yang dia miliki.
"Ah, bagaimana dengan Rei?" Perhatian Revan teralih pada pria yang berdiri di samping nya itu.
__ADS_1
"Ah! Kebetulan! Aku juga berniat memberitahu itu tadi. Rei berhasil kabur. Dugaan sementara ada yang membantu nya melarikan diri, mengingat kondisi nya saat itu jelas tak memungkinkan untuk nya pergi sendiri. Tapi... Kasusnya sama seperti pencurian data di gedung Alpha. Tak ada satupun orang yang mengingat, melihat, bahkan semua rekaman CCTV tak menunjukkan apapun. Aksi yang benar-benar bersih. Sehebat itukah mereka?"
Revan terdiam. Pasti orang orang itu lagi. Mereka yang merupakan seorang Esper jelas akan mudah melakukan nya. Tapi jika begitu... Di mana Rei sekarang?
"Kau pun tak tau Rej di bawa kemana? Benar benar tak ada yang melihat nya?"
"Tidak ada satupun."
"Apa tak ada petunjuk yang di temukan?"
"Tidak ada."
Revan berdecak kesal. Ini semakin rumit saja!
"Aku akan mencoba memeriksa nya lagi, siapa tau ada yang terlewat. Mungkin untuk kasus di gedung Alpha itu, kau juga lakukan hal yang sama. Cari ke celah terkecil sekalipun siapa tau ada yang terlewat." Ujar Sein sambil sedikit membenarkan letak kacamata nya.
Revan memasang pose berfikir. Memeriksa nya lagi ya... Tunggu, malam itu saat membeli makanan, bukankah Riz sempat bertemu pemuda itu lagi? Di tempat mereka bertemu, mungkin ia bisa mendapatkan petunjuk!!
__ADS_1
"Benar juga... Terimakasih bantuan nya Sein! Aku pergi dulu, ada yang harus ku selidiki!" Dengan cepat Revan langsung berlari meninggalkan ruangan itu.
"Eh Revan! Haah... Kebiasaan. Tapi baguslah dia semangat seperti itu." Senyuman terukir di bibir nya, melihat pemuda yang dulu nya selalu suram kini mulai bersinar dan menemukan kembali semangat hidup nya.