Shadow Agen

Shadow Agen
Di luar rencana (part 2)


__ADS_3

Terkadang, tidak semua hal bisa berjalan sesuai dengan rencana yang sudah di buat. Apapun bisa terjadi tanpa sepengetahuan kita. Bahkan rencana yang sudah di dusun sedemikian rupa bisa juga gagal dalam satu detik saja.


Rasa kesal dan kecewa jelas pasti ada, tapi itu juga bukan menjadi alasan untuk menyerah. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Dan saat mereka sudah hanya tinggal satu langkah menuju keberhasilan, mana mungkin akan menyerah begitu saja?


Memang awalnya Farel dan Naru tidak terlalu tau banyak hal tentang percobaan, maupun masalah yang di alami para anak anak itu.


Mereka hanya bertugas sebagai pembunuh bayaran yang membunuh orang sebagai pekerjaan mereka untuk mendapatkan uang.


Bergabung dengan organisasi mafia, seakan tidak memiliki rasa kasihan lagi pada setiap korban nya.


Tapi sekarang pemikiran itu berubah. Nurani mereka kembali tumbuh. Mereka kini sadar bagaimana sakitnya sara kehilangan. Bagaimana pedihnya harus berpisah dengan orang yang mereka sayang, dengan kondisi yang mengenaskan.


Awalnya mereka pikir itu sudah sangat menyakitkan, tapi masih ada mereka, para percobaan yang merasakan derita jauh lebih menyakitkan dari mereka.


Di paksa berpisah dengan keluarga selama bertahun-tahun tahun, menjalani percobaan gila yang di lakukan organisasi mafia, mereka hanya bisa ber pasrah dan akhirnya kehilangan nyawa jika raga dan batin sudah tidak mampu menahan nya.


Awalnya Farel dan Naru hanya tutup mulut atas apa yang mereka saksikan. Bagaikan saksi bisu, mereka hanya bungkam atas semua yang mereka lihat. Jeritan yang mereka dengar dan menganggap itu adalah hal yang biasa dalam kota yang kejam ini.


Sampai akhirnya mereka merasakan sendiri.


Walau tidak sama persis, setidaknya sekarang mereka sadar, tangisan dan teriakan pilu itu begitu menyayat hati. Setelah melihat Revan dan teman teman nya, ditambah merasakan kehilangan yang begitu mendalam mereka sadar, apa yang mereka lakukan selama ini salah.


Dan sekarang saatnya untuk memperbaiki semua itu.


Rencana mereka adalah mengalahkan Thory dan menghentikan Avren serta semua percobaan yang di lakukan nya. Dengan begitu, tidak akan ada lagi anak anak tidak bersalah yang akan menjadi korban.

__ADS_1


Tapi sayang nya, semua tidak berjalan semudah itu. Di saat mereka sedikit lagi menyentuh puncak keberhasilan, sosok pemuda yang harusnya bukan menjadi lawan mereka muncul.


Sebagai pembunuh bayaran Farel dan Naru memang memiliki kemampuan yang tinggi dalam hal beladiri dan penggunaan senjata, baik itu senjata tajam atau senjata api.


Namun... Apa kemampuan mereka saja cukup untuk mengalahkan Esper yang merupakan orang yang memiliki kemampuan super seperti super hero karena percobaan itu?


Srek!


"Akh!" Pekik Farel menahan sakit akibat duri mawar yang tumbuh dan menusuk nya. Sulur sulur tanaman berduri itu bergerak mengikat kaki Farel, bergesekan dengan kulit nya, menggoreskan luka di sana.


"Farel!" Seru Naru. Ia menatap cepas saudara nya itu. Namun ia juga perlu memastikan data yang ia kirim berhasil. Dengan begitu, mungkin Revan dan teman teman nya juga akan cepat datang.


Setelah di pastikan data yang dia dapatkan terkirim, Naru langsung mengeluarkan pisau milik nya dan ikut menyerang Thory.


Naru melempar salah satu belati yang di pegang nya, memotong sulur tanaman yang mengarah pada nya.


Tapi ini bukan saatnya untuk menghiraukan itu.


"Kau bilang kau suka tanaman ya? Tapi justru kau gunakan tanaman itu sebagai senjata. Apa kau tidak kasihan pada tanaman mu yang akan rusak ku injak?!"


Krek!


Farel menghentakkan kaki nya, menginjak dan merusak bunga mawar yang ikut bermekaran di sela sela daun dan Duri batang mawar itu.


Thory yang melihat nya mengepalkan tangan nya kuat. "Bunga yang sudah rusak akan tumbuh lagi dengan bunga yang baru. Tapi tak akan ku maafkan kalian yang sengaja merusak mawar ku!"

__ADS_1


Srek!


Thory mengulurkan tangan nya mengarahkan tanaman nya pada Farel. Namun di sisi lain, Thory langsung memotong batang mawar itu. Beruntung ia memiliki keterampilan yang bagus dalam memainkan pisau.


"Jadi mau main potong potong ya..."


Srett!


Tanpa di sadari, dari belakang Naru, tanaman mawar tumbuh dan dengan cepat mengikat tangan dan kaki pria itu.


"Lepaskan aku!" Jerit nya sembari mencoba melepaskan diri. Namun, sayangnya Duri mawar yang menggores tubuh nya membuat nya semakin kesulitan. "Akh, Farel!"


"Berani nya kau menyakiti saudara ku!!" Seru Farel kesal dan langsung menerjang maju sembari mengarahkan belati milik nya.


Tapi bukan nya takut, senyuman justru mengembang di wajah pemuda ber iris hijau zamrud itu. "Kau kurang cepat."


Sreg!


Sukur sulur tanaman langsung mengikat nya dengan cepat, menghentikan pergerakan Farel saat itu juga.


"Ugh sial! Lepaskan aku bocah!" Seru Farel.


"Seenaknya saja kau panggil aku bocah?! Jangan harap aku akan melepaskan kalian begitu saja." Ujar Thory ketus.


Apa mereka akan terus terjebak di sana?

__ADS_1


Semoga saja Revan dan teman teman nya cepat datang dsn menyelamatkan mereka.


__ADS_2