Shadow Agen

Shadow Agen
Pembalasan


__ADS_3

Baru saja Avren ingin melangkah pergi, seorang pria menggunakan pakaian berwarna putih dengan jaket biru muda menghampirinya.


"Ada apa Ice?" Tanya Avren pada pemuda yang dipanggil Ice itu.


"Akan ada pelelangan berlian di gedung Angel diamond tuan." Jawab Ice.


"Berlian? Hm... Kita akan mencuri berlian itu. " Avren memandang ke arah Revan. "Kau ikut denganku. " Setelah mengatakan itu, Avren pun langsung pergi. Sedangkan Revan hanya terdiam sambil menatap benci padanya.


Tak tau orang lagi kesakitan apa? Dasar mafia sialan!!


***


Revan pov


Dasar mafia sialan! Apa dia tak peduli aku sedang kesakitan? Ah ya, dia memang tak peduli. Bodohnya aku menanyakan itu. Dia memang tak pernah peduli pada setiap 'percobaan' nya.


Aku kembali ke ruanganku untuk sedikit bersiap. Tapi aku menghentikan kegiatanku. Jika pelelangan di tempat seperti itu, apalagi benda yang dilelang merupakan benda yang berharga jual tinggi, pasti akan banyak mafia lain selain Avren yang juga akan ikut mengincarnya.


Jika begitu... Pasti Shadow Agen ada untuk mengamankan. Ya, ini bisa jadi peluangku untuk mencoba kabur. Tapi tidak dalam kondisi begini.


Aku memegang kalung yang terpasang di leherku. Itu membuatku tak bisa berbuat banyak atau Avren akan kembali menyetrumku. Walau aku terbiasa dengan listrik dan punya kekuatan listrik, tapi tetap saja sakit.


Apalagi Avren bisa saja membunuhku kapanpun saat aku coba melarikan diri. Merepotkan. Aku harus cari cara untuk bebas dari sini tanpa ketahuan Avren atau membahayakan nyawaku.


Jika begitu... Hm... Aku akan memulai pembalasan dengan meretas beberapa data. Beruntung dengan kemampuan meng-hack sistem bisa mendapatkan beberapa data yang mungkin akan membantu. Aku keluar menuju ruangan Avren. Kebetulan saat itu sedang sepi. Ya... Ini kesempatan yang baik untukku.


Yang kuincar pertama adalah komputernya. Pasti ada banyak data di sana. Semoga saja tak ada orang yang datang ke sini.


Aku mulai membuka setiap dokumen dan file yang ada di dalam komputer itu. Dan tepat sekali. Beberapa informasi penting berhasil ku dapatkan. Tanpa buang waktu, aku pun langsung mengcopy semua itu ke dalam flashdisk ku.


Setelah selesai, aku bergegas keluar dari ruangan Avren. Aku berharap tak ada orang yang melihatku. Namun sepertinya harapanku tak terkabul.


Saat keluar aku tak sengaja menabrak seseorang. Dan saat aku melihatnya, itu Sein. Dia menatapku tajam dan aku langsung memalingkan wajahku.


"Sedang apa kau di sini? " Tanya pria itu dengan nada suara datar dan sedikit penekanan di akhir.


"Cih! Bukan urusanmu! " Ucapku dan berniat berjalan pergi.


"Lebih baik cepat. Jika kau tak ingin disiksa" Ucapnya dengan suara pelan namun masih bisa kudengar membuatku menoleh ke arahnya.

__ADS_1


Kulihat dia sudah mulai berjalan menjauh. Apa dia memihakku? Atau mata mata Shadow Agen?


Entahlah. Aku langsung menuju ruanganku dan bersiap. Semoga saja Avren tak tau dan rencanaku bisa berjalan lancar.


Normal pov


Terdengar pintu terbuka dan Avren yang berdiri di depan pintu.


"Cepat. Kau sudah siap?" Tanya Avren. Revan hanya mengangguk mengiyakan. Setelah itu mereka berjalan keluar. Terlihat supir pribadi Avren sudah menunggu dane mempersilahkan tuannya untuk masuk. Setelah itu mereka pun langsung melaju menuju gedung Angel Diamond.


Saat sampai di dalam, Avren langsung mencari tempat duduk. Saat itu pandangannya tertuju pada seorang pemuda yang sedang duduk sendirian. Ia pun langsung menuju ke arahnya.


"Hey, kau datang sendiri nak? " Tanya pria itu.


"Ah, aku bersama ayahku. Dia menyuruhku untuk menunggu di sini. " Ucap pemuda itu. Sepertinya dia belum tau siapa yang ad di depannya. Atau lebih tepatnya belum menyadarinya.


"Perkenalkan, namaku Avren. " Ucapnya memperkenalkan diri.


"Aku Riz. Senang berkenalan dengan anda. " Ujar Riz sambil menjabat tangan Avren. Tapi setelah itu tubuhnya sedikit menegang. Riz baru sadar jika yang di hadapannya adalah Avren ketua Dark Devil.


Riz terlihat sedikit tegang saat itu dan berusaha untuk menetralkan ekspresi terkejut nya.


"Tidak. Apa anda datang sendiri?"


"Tidak. Bersama... Anakku. Ya, dia sebentar lagi datang. " Ujar Avren. Dan benar saja, datang seorang pemuda ber iris merah dan duduk di samping Avren. Riz membelalakkan matanya saat melihat siapa anak itu. Ya, dia adalah Revan. "Dia anakku, atau.. Lebih tepatnya senjataku. "Ucap Avren dengan penekanan di akhir kalimat.


Riz terlihat terkejut. Setelah itu pelelangan pun di mulai. Dan Riz mengambil kesempatan untuk menghubungi Raile secara diam diam.


Namun ia tidak tau jika Avren juga mengambil kesempatan itu untuk menyuruh Revan menjalankan aksinya.


Secara diam diam pemuda ber iris ruby itu pun menyelinap diantara keramaian. Tapi tujuan utamanya saat ini bukanlah mengacaukan pelelangan. Tapi memberikan data itu. Ya, ada Riz disini jadi sudah jelas anggota Shadow Agen lainnya pun ada.


Revan memasuki sebuah ruangan yang berniat menaruh data yang dia dapatkan. Namun...


"Jangan bergerak!! " Seru seorang pemuda yang mengejutkan Revan.


Revan sedikit terkejut sebelum akhirnya menetralkan ekspresinya. "Rei... " Revan hendak kabur sebelum Rei berhasil mencegahnya.


"Tunggu sebentar. Aku tak akan melukaimu." Ucap Rei. Sambil memegang tangan Revan. "Kau tak perlu melakukan ini." Ucapnya. Ditatapnya iris mata Revan yang terlihat gelap.

__ADS_1


"Maaf. Aku terpaksa. Sebenarnya aku sendiri juga tak ingin. "


"Jika begitu berhenti. Dia tak mengawasimu, kau bisa kabur sekarang. "


Revan hanya terdiam dan menggeleng. "Selama dia memegang kendalinya, aku tak bisa kabur, Rei. Dia bisa membunuhku kapanpun."


"Apa maksudmu? " Pandangan Rei tertuju pada kalung yang terikat di leher Revan. "Apa karena kalung itu? Dia berhasil menyempurnakan percobaannya? "


"Ya. Maaf... Tapi bisa bantu aku? " Revan menyerahkan sebuah flashdisk pada Rei. "Ini data penting di Dark Devil serta rencana mereka. Aku tak ingin ada lebih banyak orang yang terluka. Aku tak bisa berbuat banyak, jadi... Mohon bantuannya. " Ujar Revan.


"Terimakasih. Kami akan mencari cara untuk membebaskanmu. "


"Sama sama. Dan terimakasih juga. Sampai jumpa"ujar Revan dan pergi dari sana.


Ia langsung bersiap untuk menjalankan aksinya. Hanya perlu menunggu kode dan..


Pets..


Lampu mati terdengar keributan dari ruangan itu dan kesempatan emas bagi Revan untuk mengambil berliannya. Ia menggunakan kekuatannya agar bisa bergerak dengan cepat menyetrum MC itu hingga pingsan dan mengambil berliannya. Setelah itu ia langsung pergi keluar secepat mungkin.


Tak lama kemudian Avren datang dan menghampirinya. "Kau dapat berliannya?" Tanya Avren.


"Ya" Ujar Revan singkat sambil mengeluarkan berlian di dalam tas kecil yang ia bawa.


"Bagus. Kita kembali ke markas."


Mereka pun memasuki mobil dan menuju markas. Sesampainya di sana Revan langsung menuju ke ruangannya. Setidaknya kali ini dia bisa mengistirahatkan dirinya.


Kuharap rencana ini berhasil.


Akan kulakukan apapun untuk bisa bersamamu kembali, Raile.


Aku rindu saat kita bermain dulu.


Aku rindu keakraban kita.


Tapi sekarang kau memandangku seperti orang asing.


Aku hanyalah seorang senjata mafia.

__ADS_1


Aku ingin bebas...


__ADS_2