
Delaria City. Sebuah kota yang indah dengan berbagai tempat wisata, hotel dan gedung gedung mewah namun tetap asri dengan taman kota dan berbagai tanaman yang tumbuh dan terawat di tepi jalan.
Tempat yang begitu indah membuat banyak turis datang ke tempat itu.
Namun, dibalik keindahan itu, Delaria city juga menyimpan rahasia kelam. Tinggi nya tingkat kriminal di kota itu membuat sebagian besar orang selalu waspada jika ingin bepergian.
Banyak organisasi mafia maupun kriminal lain yang terbentuk dan menguasai sisi gelap Delaria city. Bahkan kepolisian pun sudah kewalahan mengatasi mereka.
Dari semua organisasi mafia yang ada di Delaria city, ada satu yang paling di takuti dan kini menduduki peringkat pertama organisasi mafia terkejam dan terbesar di Delaria city. Siapa lagi, jika bukan Dark Devil.
Namun, walau status Dark Devil kini berada di puncak para mafia, tak menutup kemungkinan posisi itu akan tergeser suatu hari nanti.
*****
Pukul 22.30. Delaria city.
Kebanyakan orang sudah tidur dan jalanan terlihat begitu sepi. Ah, tak terlalu sepi karena para geng motor menguasai jalanan dengan kegiatan balap liar mereka.
Di sebuah tempat yang cukup tersembunyi dan jauh dari keramaian, lingkungan yang cukup mengerikan karena pecahan kaca dan benda tajam berserakan di sana. Bahkan pistol bekas dan beberapa pisau berkarat dapat ditemukan dengan mudah.
Di dinding bangunan dan kios kios lama, banyak terdapat lukisan grafiti tanda itu adalah daerah kekuasaan para mafia. Tak jauh dari sana, sebuah gedung yang cukup besar dan mewah berdiri di tengah lahan kosong. Itu adalah markas dari Dark Devil.
Nampak beberapa penjaga berlalu lalang di sana. Beberapa orang pun dengan santai meminum minuman keras sambil mengobrol.
Namun tak ada yang tahu, di antara semua itu, ada dua orang pemuda yang sedang mengendap endap, mencari momen yang tepat untuk melancarkan aksi nya.
Salah satu pemuda tampak mengotak atik ponsel nya dan satu lagi tampak mengawasi para penjaga di depan gedung itu.
__ADS_1
Klik
"Berhasil. Sistem keamanan sudah ku manipulasi." Ujar pemuda itu sambil menunjukkan ponsel nya.
Pemuda satunya mengangguk. "Baiklah, saatnya kita masuk dan bebaskan burung kecil yang terjebak dalam sangkar."
Pemuda ber iris mata hazel itu melangkah lebih dulu dengan santai, menarik perhatian anggota Dark Devil yang berjaga.
"Hey! Siapa kau? Apa yang kau lakukan di sini?!" Tanya salah satu penjaga itu sambil menodongkan pistol nya.
Pemuda bersurai silver itu tersenyum. "Apa kalian... Tidak mengingat ku?" Tanya nya sambil menyeringai.
Salah satu pria di belakang nampak terkejut. "Kau... Kelinci percobaan yang melarikan diri! Bukannya kau sudah mati?"
Mendengar pertanyaan itu membuat sang pemuda menyeringai semakin lebar. "Mati? Aku tak bisa di bunuh semudah itu. Justru kalian yang akan mati di sini."
"[Penghentian]"
Seketika semua orang di sana berhenti bergerak seakan waktu di sekitar mereka terhenti. Pemuda yang berada di belakang pemuda ber rambut silver itu pun keluar dari persembunyian nya.
"Kemampuan mu sungguh hebat Ano!" Puji pemuda itu sambil menepuk pundak rekan nya.
Alexander Erano. Pemuda ber iris hazel dan memiliki rambut berwarna perak. Tak seperti manusia biasa, ia memiliki kelebihan yang membuatnya memiliki kemampuan khusus dapat mengendalikan pikiran orang lain sesuai kehendak nya.
Tak jauh berbeda dengan kemampuan hipnotis, namun kemampuan nya ini dapat mengendalikan semua orang di sekitar nya yang mendengar suara nya. Tentu, siapa saja yang terpengaruh terganggu keinginan sang pengguna.
"Terimakasih pujian nya Eden. Tapi, tanpa bantuan manipulasi tekno mu, pasti susah mematikan semua sistem keamanan secepat ini." Balas Erano.
__ADS_1
Samuel Eden. Pemuda ber iris coklat dengan rambut yang di semir pirang. Sama seperti Erano, dia juga memiliki kemampuan khusu, yaitu dapat mengendalikan teknologi di sekitar nya dengan mudah. Bahkan dengan kemampuan nya itu, Eden menjadi hacker terhebat di Delaria city.
Setelah memasuki gedung itu, Erano kembali menjentikkan jari nya, membuat semua orang kembali bergerak.
"Apa yang ku lakukan di sini?" Tanya salah seorang penjaga bingung.
Ya... Beruntung Erano langsung menghapus ingatan mereka, membuat semua penjaga itu gak mengingat apapun tentang kedatangan nya ke sini.
Kembali pada Erano dan Eden, keduanya mulai mencari ruangan dimana target mereka berada sekarang. Setiap ada orang yang melihat mereka, Erano langsung menggunakan kemampuan nya untuk memanipulasi ingatan orang orang itu, menghapus kehadiran nya dari ingatan mereka.
Sampai akhirnya mereka sampai pada ruangan dimana target sekaligus seseorang yang menjadi tujuan mereka datang ke sana berada.
Greg.
Suara pintu terbuka terdengar jelas di ruangan yang yang sunyi nanti hening itu. Di sudut ruangan, seorang pemuda sedang meringkuk memeluk lutut nya dengan tubuh yang sedikit gemetar.
"Hey, kau... Baik baik saja?" Tanya Erano membuat pemuda itu sedikit terkejut. Wajah nya terangkat menunjukkan raut wajah pucat dan memar di beberapa bagian. Terlihat jelas buruk sekali perlakuan anggota Dark Devil pada nya.
"S-siapa kalian?" Tanya pemuda itu dengan suara lirih.
"Kau... Tidak mengingat kami?" Kini Eden yang bertanya wajah nya nampak khawatir melihat pemuda yang dulu di kenal nya cukup ceria kini justru menderita.
Pemuda itu menggeleng singkat. Erano hanya menghela nafas dan memasang senyuman di wajah nya. Tangan nya terulur pada pemuda itu. "Kami akan menyelamatkan mu, Rei. Membawa mu kembali. Kau mau kan pergi bersama kami?" Tanya Erano yang masih mempertahankan senyuman nya.
"Kami akan pastikan kau tak akan menderita lagi. Tempatmu bersama kami, sebagai para esper." Lanjut Eden.
Rei awalnya terdiam, nampak ragu. Namun akhirnya ia menggapai uluran tangan itu dan berdiri. Entah mengapa, wajah mereka nampak tak asing. Namun ia tak bisa mengingat nya dengan jelas.
__ADS_1