Shadow Agen

Shadow Agen
Melawan Thory


__ADS_3

"Sejak awal tujuan aku benci dengan Shadow Agen. Mereka yang bersikap baik di depan, namun menyimpan kekejian di balik nya."


"Semua ucapan mereka hanya pemanis belaka. Maka dari itu aku melakukan percobaan ini. Dan sekarang waktunya untuk membalas mereka semua. Dengan kemampuan yang ku miliki."


Kini Thory sedang berada di ruangan tempat dirinya bertemu dengan Farel dan Naru tadi. Kedua pria itu sekarang tidak sadarkan diri dengan kondisi terikat sulur dari mawar milik Thory.


Terdapat beberapa luka goresan di tubuh mereka, akibat terkena duri duri pada batang mawar itu.


Beberapa sulur tumbuhan lain muncul dan bergerak seperti ular yang sedang merayap mendekati Thory dan berputar di sekitar nya. Senyuman nya mengembang, mengetahui jika lawan nya sebentar lagi akan datang.


"Akan ku habisi mereka." Gumam nya sembari memetik sebuah mawar yang tumbuh dari salah satu sulur di dekat nya.


Di sisi lain benar saja, tak butuh waktu lama Revan, Erano, Aira dan Rei pun akhirnya sampai.


Regan tampak menatap kesal pada Thory. Pandangan nya kemudian teralih pada dua sosok pria yang terbaring dengan kondisi terikat tak jauh dari Thory.


Saat itu juga tangan nya mengepal.


"Berani kau melukai mereka dengan tanaman menyebalkan mu itu hah?!" Ujar Revan kesal.

__ADS_1


Thory tertawa kecil. "Mereka cuma ku buat tidur bentar kok... Semoga aja sih.. Setelah sadar nanti nggak langsung ke alam akhirat."


Revan yang mendengar itu berdecak kesal. "Jaga ucapan mu dasar menyebalkan!"


BZZT!


Revan langsung melesat menuju ke arah Thory. Listrik berwarna merah mengumpul di telapak tangan nya yang kemudian berubah bentuk menjadi pedang andalan nya.


Sudah lama sejak terakhir kali Revan menggunakan pedang itu. Pedang yang bisa ia buat menggunakan kemampuan yang di miliki nya. Dengan tambahan aliran listrik miliknya sendiri, akan lebih mudah mengendalikan pedang itu sesuka nya.


"Jangan harap semudah itu." Thory mengangkat satu tangan nya dan seketika sulur sulur tanaman bermunculan sepanjang lorong dan muka mendekat ke arah Revan.


Sulur sulur itu bergerak liat seperti ular yang sedang mencari mangsa, kemudian bergerak mengikuti arah tangan Thory bergerak, memberi perintah pada tanam tanaman itu untuk menyerang.


Di sisi lain, Erano dan rekan rekan nya cukup terkejut. Mereka tak menduga jika kemampuan Thory dalam mengendalikan tumbuhan sebesar itu.


Sepanjang lorong seakan penuh dengan tanaman berduri dan beberapa mawar yang tumbuh di antara nya. Warna merah gelap pada mawar itu bagaikan warna darah. Sedangkan beberapa di antara nya ada yang berwarna hitam, seakan memberitahu mereka akan kematian.


Kemampuan yang mengerikan.

__ADS_1


"Woy kalian jangan cuma diam saja! Cepat bantu Revan dong!" Ujar Aira sambil mengeluarkan pistol ganda dari saku nya, dan mulai menembaki dan memotong sulur tanaman yang juga mulai merambat ke arah nya.


"Baiklah!" Sahut Erano dan Rei yang langsung membantu menyingkirkan tanaman tanaman itu.


Sementara Revan sendiri terus menebaskan pedang nya tanpa ampun memotong tanaman itu. Di tambah dengan aliran listrik yang di hasilnya juga membuat tumbuhan tumbuhan itu mati tersengat listrik.


'Mau ku bantu?'


"Jangan ikut campur sekarang!!"


BZZTTT!


DUAR!!!


Ledakan terjadi akibat Revan yang langsung menggunakan aliran listrik bertegangan tinggi yang langsung menghancurkan tumbuhan tumbuhan di sekitar nya.


Thory berdecak kesal. Namun itu hanya sesaat, sampai akhirnya senyuman di wajah nya kembali merekah.


Ia kembali menumbuhkan tanaman tanaman nya yang kemudian mengangkat Farel dan Naru, lalu menjadikan mereka sebagai senjata.

__ADS_1


Revan berdecak kesal. "Dasar kejam!" Jika begini akan sulit mengalahkan nya.


__ADS_2