Shadow Agen

Shadow Agen
Bertemu Dengan Sein


__ADS_3

Rei POV


Eden dan Erano sudah memberitahu ku jika sekarang mereka juga sudah bekerjasama dengan Revan, Raile dan Riz. Bahkan dengan salah satu anggota Dari Devil lagi. Ya, aku tak perlu ragu lagi sekarang.


Nasib kami sama, tujuan kami sama. Kami yang ingin kembali bebas tanpa harus takut kembali tertangkap oleh para mafia itu.


Kami yang tidak lagi ingin di manfaatkan sebagai senjata.


Menyatukan kekuatan untuk mengalahkan Dark Devil dengan kemampuan khusus yang di miliki mereka saat ini, tentu akan mempermudah rencana.


Setidaknya itu yang ku pikirkan saat ini. Walau sebenarnya masih ada rasa khawatir dan takut setiap mendengar nama organisasi mafia itu.


Aku tau mereka tidak akan semudah itu membiarkan para senjata dan kelinci percobaan nya lolos begitu saja. Pasti ada yang mereka rencanakan saat ini.


Sungguh suatu kemajuan besar, Erano dan Eden mampu membuat Revan dan Raile setuju. Bahkan Riz juga. Kadang aku heran, bagaimana mereka melakukan nya?


Tidak mungkin mereka menggunakan kemampuan mereka untuk itu bukan? Seperti mengendalikan pikiran gitu?


Ah yang benar saja! Aku yakin Erano dan Eden bukanlah orang seperti itu.


Sayang nya saat ini aku masih belum bisa ikut latihan atau misi bersama mereka. Kondisi tubuh ku masih dalam tahap pemulihan, jika mereka tau aku memaksakan diri, khususnya gadis itu. Siapa nama nya? Ah, Aira. Dia pasti akan mengomel panjang lebar.


Aku tidak ingin menambah pening mendengar ocehan nya.


Pagi ini mereka memulai latihan untuk meningkatkan kemampuan mereka. Memiliki kemampuan super itu memang hebat, tapi juga berbahaya jika di salah gunakan atau tidak bisa mengendalikan nya. Tapi jika di ingat ingat... Kalau semua manusia percobaan dari Dark Devil beruntung menjadi Esper, seorang yang memiliki kemampuan khusus, bukan tidak mungkin diriku juga bukan?


Aku penasaran, kira kira kemampuan seperti apa yang ku miliki? Sejauh ini... Masih belum ada tanda kemampuan ku akan muncul, atau dalam bentuk apa.


Jika di ingat, Revan memiliki kemampuan dapat mengendalikan listrik. Itu juga termasuk dalam alat alat elektronik dan benda yang terbuat dari besi di sekitar nya. Itu akan mempermudah nya membuka kunci elektronik atau mematikan CCTV. Pantas saja dia bisa dapat banyak data dulu.


Kemampuan Erano dapat mengendalikan pikiran. Dia bisa menghapus ingatan target nya, dan menghipnotis mereka hanya dengan ucapan nya. Kemampuan yang keren... Kalau kabur pun nggak bakal ketahuan. Tapi kalau di salah gunakan untuk mencuri bank atau lainnya bahaya juga. Ah, nggak mungkin Erano berbuat begitu.


Kemampuan Eden dapat mengendalikan teknologi. Aku jadi ingat anime yang pernah ku tonton. Kemampuan mengendalikan teknologi di sekitarnya hanya dengan pikiran, akan sangat membantu mereka untuk mendapatkan data.


Kalau mereka jadi mafia, pasti sudah menjadi mafia terkuat sepanjang masa. Haha... Tapi syukurlah itu tidak terjadi.

__ADS_1


Selain itu kemampuan Aira... Dia cantik, baik, manis, ceria, walau tomboy dan agak pemarah kadang. Kemampuan nya sebagai healer sangat membantu rekan rekan nya yang terluka dalam misi. Selain itu kemampuan lainnya sebagai Assassin dan sniper juga nggak bisa di remehkan. Perempuan tapi tangguh.


Mereka semua memiliki kemampuan yang hebat dan luar biasa. Namun di luar sana juga masih ada anggota Dark Devil lain, yang bisa saja menghentikan rencana Revan dan teman teman nya dengan data hasil percobaan itu. Dimana kelemahan mereka juga ada di sana.


Mengingat bagaimana dulu kami sampai di berikan kalung khusus yang mengalirkan listrik... Haha... Sudah seperti budak saja.


Tapi... Entah mengapa, Dark Devil yang tidak cepat bertindak dan seolah membiarkan, menunggu waktu yang tepat untuk kembali menarik mereka masuk. Cukup mencurigakan bagiku.


Kami memang sudah menduga mereka merencanakan sesuatu, tapi apa?


Aku turun jadi tempat tidur, berjalan ke dekat jendela. Rasa sakit secara tiba tiba muncul di kepala ku saat mulai melangkahkan kaki menuju ke dekat jendela yang tidak jauh dari tempat tidur.


Aku menatap ke luar jendela. Matahari bersinar dengan terik, angin berhembus sejuk. Jujur saja, aku merindukan suasana seperti ini.


Tapi... Jika suatu saat nanti aku tertangkap lagi... Mungkin tidak akan ada lagi langit biru yang mampu ku lihat. Tidak ada lagi angin sejuk yang mampu ku rasakan.


Setidaknya aku harus melakukan sesuatu.


Aku berjalan ke luar secara perlahan, menuruni tangga menuju lantai satu. Suasana rumah yang begitu sepi. Aku baru saja hendak membuka kenop pintu, saat secara tiba tiba aku mendengar suara yang tidak asing bagi ku.


Aku menarik nafas lega. Hampir saja aku ketahuan. Tapi, untuk apa mereka di sini? Atau mungkin cuma mau jalan jalan?


Ah, apa peduli ku. Sekarang yang ku perlukan adalah mencari informasi.


Aku berjalan ke luar, memasuki gang sempit agar tidak bertemu dengan mereka lagi. Semoga kali ini pun tidak akan bertemu anggota Dark Devil lain. Namun...


"Hey kau yang di situ, berhenti!" Sepertinya kali ini bukan keberuntungan ku! Karena kaget, tubuh ku berhentilah seketika saat mendengar suara itu. Jelas sekali orang itu dari belakang ku.


Sungguh ceroboh! Harus nya aku memastikan lagi sudah benar benar aman atau belum!


Terdengar suara langkah kaki yang semakin mendekat ke arah ku. Rasanya aku tak ingin menengok. Padahal baru sebentar bebas, masa sudah tertangkap lagi sih!


Greb!


Aku terkejut saat merasakan tangan yang menyentuh pundak ku. Tamat sudah riwayat ku!

__ADS_1


Namun...


"Kau... Rei bukan?"


Mendengar pertanyaan itu, aku langsung menoleh ke belakang. Aku menarik nafas lega, ternyata yang memanggilku adalah Sein. Ku pikir siapa tadi.


"Kau... Sudah bebas? Sejak kapan? Bagaimana kondisi mu? Apa ada yang sakit? Mereka tidak melakukan hal buruk pada mu kan? Bagaimana cara mu bebas? Atau kau sedang menjalankan misi dari Avren?" Tanya nya bertubi tubi.


"Aku baik baik saja. Ada yang sudah menolong ku." Ucap ku. Tentu aku tidak bisa langsung memberitahu semua nya.


Tampak Sein menarik nafas lega. Tangan nya bergerak mengusap puncak kepala ku. Sepertinya dia khawatir.


"Ngomong ngomong... Apa kak Sein sedang menjalankan misi?" Tanyaku. Sebab aneh saja, kalau cuma jalan jalan tapi masuk gang sempit seperti ini. Walau bukan pertama kali nya sih...


"Aku di tugaskan mencari Raile, Revan dan Riz. Trio R itu ngilang sejak kemarin, bahkan nggak bisa di hubungi." Ujar Sein sambil menggaruk belakang kepala nya.


Ah, bahkan Sein pun tidak mereka beri tahu. Dari apa yang Erano katakan, mereka memang tak ingin meminta bantuan Shadow Agen dalam masalah ini. Mengingat ada penghianat sebelum nya, tidak ada lagi yang bisa mereka percaya. Tapi aku tak berfikir jika Sein juga sama.


"Mereka tidak tertangkap kan?" Lanjut Sein dengan Ekspresi cemas.


"Kurasa tidak. Mereka tidak akan tertangkap semudah itu." Ujar ku.


Sein tampak mengangguk. "Kebetulan kau di sini, bisa sekalian membantu ku mencari mereka? Siapa tau kita juga bisa mendapatkan informasi lain tentang Dark Devil sembari mencari." Ajak Sein. Aku tidak menolak. Lagipula, aku juga tidak tau harus mulai mencari informasi dari mana.


Normal POV


Kedua pria itu langsung pergi, kembali mencari Revan dan teman-teman nya, sambil mencari data juga.


*****


"Satu kelinci sudah keluar dari persembunyian dan menemui teman nya. Menarik juga."


Di atap bangunan, seorang pemuda ber mata zamrud tersenyum lebar memandang kedua lelaki di bawah nya. Iris mata zamrud nya berkilau saat terkena cahaya mentari. Bukan hanya terkesan indah, namun juga menyeramkan.


Dia adalah Thory, yang mengawasi mereka sedari tadi. Tidak, tepatnya Sein. Namun siapa sangka, ia justru bertemu dengan salah satu senjata nya yang kabur.

__ADS_1


"Makin seru nih. Ku biarin kelinci itu main main, sebelum ku suruh kembali ke kandang nya."


__ADS_2