
Menjadi anggota penting di Dark Devil tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi Farel dan Naru. Bisa mengakses data yang tidak bisa di akses orang lain tanpa dicurigai anggota lain nya. Kini mereka sedang berada di ruangan Avren, mencoba mencari data tentang kelemahan Thory.
Tidak sulit untuk mereka masuk ke ruangan Avren dan mencari apa yang mereka butuhkan. Karena, mereka sendiri sudah sering melakukan nya, jadi tak akan ada orang yang curiga. Walau begitu, mereka juga harus tetap berhati hati jika sewaktu waktu Avren atau Thory akan datang.
Semua orang yang melihat mereka pasti mengira jika Avran lah yang meminta mereka mencari sesuatu. Tapi tidak ada yang tau jika sebenarnya mereka berniat mencari informasi tentang Thory bahkan tanpa sepengetahuan Avren.
Setelah semua kebenaran yang mereka ketahui, kini mereka ingin memperbaiki semua yang telah mereka lakukan. Menghilangkan semua penderitaan yang telah anak anak itu alami dan membebaskan mereka.
Tangan Naru bergerak cepat mengetik setiap huruf di keyboard, mengetik kan kata pencarian untuk data yang ingin mereka cari, sampai akhirnya mereka mendapatkan data yang di cari.
Semua mengenai hasil percobaan yang telah Avran lakukan, bahkan kelemahan nya, tertulis lengkap di sana.
"Akhir nya kita mendapatkan informasi tentang kelemahan Thory." Ucap Farel senang sambil menepuk pundak saudara nya itu.
"Sekarang hanya perlu kita kirim pada Revan." Naru pun mulai mengirim data nya. Namun...
__ADS_1
"Wah... Kayak nya kalian lagi asik main nih. Kok aku enggak di ajak sih? Aku kan pengin ikutan juga..."
Seketika tubuh Farel dan Naru menegang. Di depan pintu, seorang pemuda ber iris zamrud sedang tersenyum sambil menyandarkan tubuh nya pada pintu.
Ia menatap kedua pria di hadapan nya yang tampak terkejut. Senyuman lebar merekah di wajah Thory yang terkesan manis itu.
Sesegera mungkin, Naru menyembunyikan apa yang di dapat nya tadi.
"T-Thory. Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Farel.
Tumbuhan mulai muncul di bawah nya. Setiap kaki nya melangkah, tumbuhan mulai muncul dari bawah nya dan bergerak mengikuti kemana Thory melangkah.
"Kalian mau coba main pencuri dan polisi ya? Tapi sayang... Kalian ketahuan duluan."
"Jadi... Kami memang nggak bisa bohong lagi ya..." Farel melangkah maju beberapa langkah di depan Naru. Tangan nya bergerak mengambil sebuah pistol di dalam saku jaket nya dan mengarahkan nya pada Thory.
__ADS_1
Senyuman Thory semakin lebar melihat itu. " Wah... Makin seru nih! Ayo main! Kita lihat siapa yang bakal menang dan... Siapa yang bakal berakhir dengan kehilangan nyawa."
DAR! DAR!!
Farel menekan pelatuk pada pistol nya dan terus menembakkan peluru ke arah Thory. Sementara pemuda itu terus menghindar dan menangkis setiap peluru yang mengarah padan ya dengan sulur tanaman rambat nya.
"Aku penasaran, apa kalian sudah lama tau tentang kemampuan ku? Padahal niat nya aku mau kasih kejutan, dengan beri kalian bunga mawar hitam sebagai ucapan perpisahan. Tapi sayang, kayaknya batang berduri nya lebih cocok untuk kalian."
Srek!
"Akh!" Pekik Farel menahan sakit akibat duri mawar yang tumbuh dan menusuk nya.
"Farel!" Seru Naru. Setelah di pastikan data yang dia dapatkan terkirim, Naru langsung mengeluarkan pisau milik nya dan ikut menyerang Thory.
Di luar rencana, mereka justru harus melawan Thory sekarang. Tapi semoga ini bisa di jadikan sebagai pengulur waktu untuk Revan dan lainnya masuk.
__ADS_1