Shadow Agen

Shadow Agen
Ketua Dark Devil Yang Sebenarnya


__ADS_3

"Ku beritahu semuanya nanti. Sekarang lebih baik kita ke rumah ku dulu. Akan buruk bagimu jika itu di biarkan bukan?"


"Jadi mereka sudah saling ketemu ya... Kayaknya bakal jadi lebih seru nih."


Di balik sebuah bangunan, seorang pemuda ber iris hijau zamrud mengintai mereka dalam diam. Senyuman lebar terukir di wajah nya yang terlihat manis.


Thory, pemuda itu mengambil ponsel dari saku celana nya dan menelfon seseorang. "Hey, cepat siapkan rencana nya. Aku mau itu selesai hari ini juga."


"Siap tuan muda!" Sahut seseorang di sebrang sana.


Thory tersenyum dan berbalik pergi. Senyuman ceria masih tak lepas dari wajah nya.


Thory pov


Sekarang aku sudah tau doi mana tempat para senjata ku berkumpul. Hanya tinggal menyiapkan waktu yang tepat untuk membawa mereka kembali, khususnya Revan.


Selama ini... Tak ada yang mengetahui jika ketua dari Dari Devil yang sebenarnya adalah aku, bukan Avren. Aku menggunakan Avren agar tak seorang pun tau identitas ku, dan aku bisa dengan mudah mencari informasi dari Shadow Agen.


Tujuan ku ingin menghancurkan Shadow Agen dan menguasai Delaria City. Tentu itu bukan tanpa alasan.


Seperti yang kalian tau, Delaria City tidaklah seindah yang orang lain lihat. Tingkat kriminalitas di kota ini sangat besar. Namun di samping itu, kota ini juga termasuk kota yang paling kaya dengan teknologi yang maju walau di tengah kegelapan para kriminal dan mafia yang merajalela.


Menjadi nomor satu di kota ini tentu adalah posisi yang di incar banyak orang. Maka dari itu aku melakukan nya.


Namun, alasan ku menjadi mafia bukan hanya itu.


Dulu orang tua ku bekerja sebagai anggota Shadow Agen. Namun, saat menjalankan misi, kedua orang tua ku justru tertangkap polisi dan di tuduh sebagai anggota mafia. Tak ada satupun anggota Shadow Agen yang membantu mereka. Seolah mereka tak saling kenal, anggota yang ada di lokasi pun memilih untuk tidak ikut campur demi menyelamatkan dirinya sendiri.

__ADS_1


Tentu aku kesal. Organisasi yang seharusnya di bentuk untuk melindungi orang orang, tapi justru melakukan hal sekeji itu. Sampai akhirnya Avren datang mengajak ku bersama nya.


Aku tau itu hanya trik. Sebagai anak dari kedua agen yang hebat, aku belajar banyak dari kedua orang tua ku. Memancing anak kecil yang sedang terjatuh dalam kesedihan, amarah dan kesendirian adalah trik yang paling umum di lakukan.


Tanpa menolak aku mengikuti nya. Awalnya dia sangat baik padaku, memperlakukan ku seperti keluarga nya sendiri. Aku juga melihat beberapa anak lain di sana yang kurang lebih seusia ku. Tapi... Pada akhirnya niat asli nya terbongkar.


Avren melakukan percobaan untuk anak anak dan menjadikan mereka sebagai senjata untuk menguasai Dark Devil.


Sepertinya itu juga bisa ku manfaatkan untuk ku membalas dendam pada Shadow Agen. Aku menerima semua percobaan itu dan membuat kesepakatan dengan Avren. Sampai akhirnya kemampuan ku muncul.


Pengendali tumbuhan.


Itu alasan nya aku begitu menyukai tumbuhan. Karena selain indah, mereka juga bisa menjadi senjata untuk ku. Setiap hari aku berlatih, menjadi semakin kuat dan terus membantu misi misi Dark Devil dari belakang. Sampai akhirnya, Avren menyerahkan posisi sebagai ketua padaku. Tapi tentu, aku masih membutuhkan dirinya untuk menutupi identitas ku dan menghancurkan Shadow Agen untuk selamanya.


Aku terus membantu setiap percobaan nya, sampai akhirnya ku menemukan seseorang yang bisa di bilang sempurna untuk menjadi senjata penghancur. Siapa lagi jika bulan Revan?


Tapi sayang nya dia mencoba kabur bersama beberapa teman nya. Beruntung dia bisa kembali kami dapatkan. Tentu sayang, jika benda berharga sepertinya di biarkan begitu saja.


Namun setelah ku amati, kemampuan Revan meningkat karena tekat nya untuk kembali bersama saudara nya yang ternyata adalah anggota Shadow Agen. Itu suatu keuntungan tersendiri jika bisa memanfaatkan Revan untuk menghancurkan Shadow agen dari dalam. Maka dari itu kami memutuskan membiarkan nya dulu bermain main.


Boneka saja perlu di mainkan, apalagi Revan bukan?


Tapi tentu aku tak membiarkan nya bebas begitu saja. Aku tak sebodoh itu membiarkan barang berharga yang sudah ku rawat sejak lama pergi dan bergabung dengan organisasi itu.


Setiap anak yang menjadi percobaan akan di pasang sebuah cip dalam tubuh nya yang membuat ku tau di mana lokasi mereka. Selain itu, juga memungkinkan ku mengendalikan mereka, walau tidak sepenuhnya sih... Tapi ku rasa itu sudah cukup.


Aku selalu mengawasi mereka yang sudah berhasil kabur, dan aku senang sekali mereka berkumpul bersama. Ini justru akan menjadi kesempatan bagus untuk ku membawa mereka semua kembali.

__ADS_1


Dengan mereka yang sekarang berkumpul, tentu akan memudahkan ku untuk menjalankan rencana ku bukan?


"Dengan begini aku gak perlu repot repot lacak mereka satu persatu deh. Sungguh bodoh... Bahkan mereka tak sadar sama sekali mereka sedang dalam pengawasan ku selama ini." Aku tertawa kecil sambil berjalan kembali menuju markas Dark Devil.


Saat waktunya tiba nanti, aku akan menjerat mereka untuk kembali.


Normal pov


Thory masuk melalui pintu belakang markas Dark Devil, mencegah orang lain tau kedatangan nya. Sampai saat hendak masuk ke ruangan Avren, pintu secara tiba tiba terbuka dan seorang pria keturunan Jepang keluar dari sana.


Pria itu menatap Thory sekilas lalu pergi meninggalkan nya. Thory tampak sedikit mengamati nya. Pria itu Himaki, orang yang bergabung dengan Dark Devil untuk membalas dendam kematian adik nya. Sepertinya tak perlu terlalu waspada.


Greg.


Pintu di buka menampilkan sosok pria ber jas hitam yang sedang susuk di kursi meja kerja nya.


"Sudah kau siapkan?" Tanya Thory pada Avren.


Avren mengangguk. "Ya. Hanya perlu menunggu. Seperti biasa kerjaan mu bagus juga, ketua."


Thory mengangguk dan tersenyum. Ia lalu mendekati meja dan menyentuh pot berisi bunga mawar hitam yang di letakkan nya. "Sekarang, saatnya kita bawa kembali mereka. sudah terlalu lama kita biarkan kelinci kelinci percobaan itu bermain di luar."


"Tentu saja."


******


Sementara itu di rumah Erano, Hali menatap serius sambil menuntut penjelasan. Mata merah nya menatap tajam pada sosok pemuda ber iris hazel di hadapan nya. Banyak pertanyaan yang ingin Revan tanyakan tentang alasan pemuda itu mencari informasi tentang nya, atau pun alasan mengapa pemuda itu seolah sudah kenal lama diri nya.

__ADS_1


"Jadi, sebenarnya kau itu siapa?"


__ADS_2