
Entah kenapa adegan ini seperti adegan di film film saat perempuan dan laki laki bertabrakan dan menjatuhkan barang lalu mengambilnya bersamaan. Selanjutnya saling jatuh cinta, bla bla bla bla hidup bahagia selamanya... Sungguh gaje.
Rei jelas terkejut dengan sosok di hadapan nya. Bagaimana bisa Revan di sini? Apalagi bersama Sein. Apa mungkin dia tertangkap?
"Apa yang kau lakukan disini Rev? Apa kau tertangkap? Bagaimana dengan kalung itu? Bagaimana jika Avren tau? Apa kau tak akan dibunuh? " Tanya Rei bertubi tubi.
Baru datang langsung di serbu pertanyaan. "Tidak, kurasa. Aku tak tertangkap tapi aku bergabung dengan Shadow Agen sekarang" Ucap Revan membuat mata Rei langsung berbinar.
"Sungguh? Sungguh? Sungguh??? Kau tak bercanda kan? Tapi bagaimana bisa???" Wah... Sikap Rei sungguh berubah... Tak jauh beda seperti Thory atau Riz.
Revan pun menceritakan semuanya pada Rei sejak awal hingga akhir. Rei yang mendengar itu hanya mengangguk angguk mendengar cerita itu sedangkan Sein malah asik dengan dunianya sendiri.
"Oh begitu... Jadi artinya kita bisa bersama lagi. Kembali bersama seperti dulu! " Ucap Rei girang.
"Pasti. Walau aku belum benar benar bebas tapi aku bersyukur ada kalian yang masih mempedulikan ku" Ucap pemuda ber iris merah itu. Cukup aneh sebenarnya bagi seorang Revan pikachu yang tsundere, dingin kek es dan seekor harimau kelaparan itu mengatakan hal seperti itu. Tapi apapun bisa terjadi jika semesta sudah menggariskan nya.
Begitu juga takdir yang akan dijalaninya setelah ini. Semua derita yang ia rasakan perlahan akan mulai memudar seiring berjalan nya waktu. Tapi sayangnya masih ada dendam dan salah paham yang masih menghalang bagaikan dinding tak kasat mata yang menghalangi dua tali yang harusnya terikat.
Tapi, setebal apapun dinding itu, tali yang menghubungkan mereka akan tetap menyatu jika saja semesta terus berpihak padanya. Tapi, tak menutup kemungkinan juga bahwa dinding itu akan terus menebal seiring waktu berjalan.
Tak ada yang tau apa yang direncanakan oleh Nya. Yang bisa dilakukan hanyalah bersabar dan tabah menghadapi nya.
Tapi jika jalan terang telah terbuka, disinilah Revan berada untuk memulai hal baru.
"Kami akan selalu membantu mu Rev. Tak perlu khawatir. Kau aman di sini. Jika begitu, aku pergi dulu ya... Ada yang harus ku urus" Ucap Rei pada akhirnya. Revan pun mengangguk. Senang rasanya bisa bertemu sahabatnya lagi setelah sekian lama
"Kalian cukup akrab juga ya... Sayang sekali saat itu kau gagal pergi" Ucap Sein membuat Revan mengalihkan pandangannya pada pria ber kacamata itu.
__ADS_1
"Kurasa begitu. " Ucapnya singkat. Tak lama, mereka pun sudah berada di depan ruangan agen Raka. Sein pun mengetuk pintu terlebih dahulu dan meminta izin untuk masuk. Tak lama kemudian terdengar sahutan dari dalam dan barulah Sein membuka pintu nya.
Mereka pun masuk. Di sana terlihat agen Raka yang sedang duduk di balik mejanya. Cahaya lampu remang remang membuat kesan sedikit seram yang entah kenapa membuat Revan merasa sedikit gugup.
"Agen Raka, ini Revan yang sering saya bicarakan"ujar Sein. Revan pun menunduk sedikit memberikan hormat.
" Jadi kau Revan? " Tanya Raka
"Ya." Jawab Revan singkat. Pada dasar nya Revan memang irit bicara..
"Aku sudah mendengar semuanya dari Sein. Kau pasti mengalami hari hari yang berat selama ada di sana. Tapi tenang saja, disini semua itu tak akan terjadi lagi. " Ucapnya sambil menunjukkan seulas senyum. "Informasi yang kau tau mungkin akan sangat membantu untuk kita mengalahkan mereka. Dan... Apa ada yang kau inginkan atau suatu tujuan tertentu setelah bergabung dengan Shadow agen? " Sambung nya.
"Ada. Aku ingin menghancurkan Dark Devil. Aku tak ingin ada lebih banyak anak anak yang bernasib sama denganku." Ucapnya.
Raka tersenyum. Di saat kondisi nya seperti itu, dia masih saja memikirkan orang lain. "Tujuanmu sangat baik. Jika begitu, selamat bergabung di Shadow agen. Semoga kau betah ada di sini. "
"Jadi, siap menjalankan misi pertamamu? " Tanya agen Raka yang sempat membuatnya terkejut. Yang benar saja... Baru saja diterima langsung mendapatkan misi?
"Apa ini tak terlalu cepat agen Raka? " Tanya Sein. Namun seringaian muncul di bibir pira yang sedang duduk santai di kursi meja nya itu.
"Anggap saja sebagai ujian masuk dan untuk mengetes apa kau layak menjadi agen atau tidak. Bagaimana Revan? Apa kau mau menjalankannya? " Tanya Raka. Revan sempat terdiam beberapa saat sebelum menjawab dengan mantap
"Ya. Aku siap. "
Sementara itu...
Di sisi lain, di Raile dan Riz sedang berusaha mengalahkan geng motor yang menurut laporan sering mengganggu warga. Ada sekitar 20 orang di sana dan sepertinya Raile dan Riz begitu bersenang senang menghajar mereka.
__ADS_1
Terlihat kebanyakan dari anggota geng motor itu yang sudah tak sadarkan diri. Kini tersisa 1 orang yang masih bertahan melawan kedua pemuda itu. Siapa sangka jika yang mereka kira hanya anak sekolah biasa ternyata memiliki kemampuan bela diri seperti itu.
"Mati kau!!!" Seru seorang pria yang sepertinya merupakan ketua dari geng motor itu. Ia berjalan menuju ke arah Raile dan bersiap menusuknya. Tapi dengan cepat, Raile langsung menggenggam erat tangan pria itu dan memutarnya kebelakang. Lalu ia menendang punggung pria itu yang membuatnya langsung jatuh tersungkur ke tanah.
"Sepertinya sudah semua Raile! " Ujar Riz yang telah selesai mengikat semua anggota geng motor itu.
"Baiklah, kita tinggal menunggu agen senior datang dan membawa mereka. " Ucap Raile. Riz pun mengangguk.
"Eh, kau sudah tau ada anggota baru di Shadow agen?"
Raile menoleh ke arah sepupunya itu dan menggeleng. Sebelumnya ia tak tau dan tak ada pemberitahuan tentang itu bukan? Kira kira siapa? "Kau tau dari mana? "
"Hehe... Gak sengaja denger waktu lewat ruangan ne-Raka itu. " Ucapnya sambil tersenyum menunjukkan gigi putihnya.
"Ketahuan baru tau rasa"
"Rasa apa? Manis? Asin? Pedas? Pahit? Atau...pahit seperti hidupmu yang masih jomblo?"
"Oi ngaca! Kau sendiri juga masih jomblo tau."
"Se jomblo jomblo nya aku tapi aku masih lebih populer dari mu. Itu lebih baik bukan.. Hehehe... " Ucap Riz sambil sedikit bergaya.
Tapi di samping itu, mereka tak menyadari jika ada salah satu anggota geng motor itu yang secara diam diam berhasil melarikan diri.
Tak lama kemudian, beberapa agen senior pun datang dan membawa mereka ke markas shadow agen untuk diinterogasi sebelum kemudian diserahkan kepada kepolisian.
TBC
__ADS_1