
"Itu karena aku bekerja secara diam diam. Hanya beberapa orang yang mengenal ku, dan hanya beberapa orang yang tau aku bekerjasama dengan Dark Devil." Jelas pak Danu.
"Lalu... Kenapa anda tetap membiarkan anak anak seperti kami menderita dalam percobaan gila itu?" Kini Revan yang bertanya. Ia pikir selama ini hanya orang tak punya hati yang mau membantu Avren melakukan percobaan itu. Bahkan setelah semua jeritan, rasa sakit, dan nyawa yang hilang akibat percobaan itu.
Lantas, apa alasannya tetap diam selama ini dan membiarkan hal seperti itu?
Sungguh suatu hal yang tidak mereka duga selama ini. Kebenaran macam apa yang sebenarnya di sembunyikan oleh pak Danu? Apa alasan nya pria itu ikut serta melakukan hal keji semacam ini?
"Shadow Agen tidak mungkin terlibat dalam hal keji seperti ini. Sebenarnya apa rencana mu? Apa alasan mu melakukan semua ini pada anak anak tidak bersalah?!" Seru Raile. Tangan nya mengepal kuat, iris emas nya menatap tajam pria di hadapan nya.
"Untuk menyelamatkan kalian."
"Menyelamatkan kami?" Tanya Revan lagi.
Situasi sekarang benar-benar membuat mereka bingung. Walau sudah jelas jika pak Danu ada di pihak mereka sekarang, tapi dari semua yang sudah di lakukan nya, bahkan membuat banyak anak anak menderita cukup membuat mereka marah.
__ADS_1
Jika alasannya hanya untuk mencari data dan menggagalkan rencana Dark Devil, seperti yang Sein dan Ice lakukan, tidak seharusnya dia juga membuat orang tidak bersalah menjadi korban. Secara tidak langsung, dia justru benar-benar membantu Avren. Itu yang masih membuat mereka bingung.
Setelah Revan melontarkan pertanyaan itu, Dokter Danu masih belum menjawab. Jeda yang cukup lama, membuat hening kembali menguasai ruangan itu. Tak ada satupun dari mereka yang angkat bicara. Semuanya ingin mengetahui apa jawaban pria itu. Bahkan Farel dan Naru pun juga terlihat penasaran.
Dokter Danu menarik nafas panjang dan kembali menghembuskan nya. Senyuman sendu kini terbentuk di wajah nya yang sudah sedikit mengkeriput karena faktor usia.
"Aku tidak bermaksud membuat kalian menderita. Tujuan kami untuk membuat Delaria City kembali menjadi kota yang aman, menyelamatkan kalian dari kekejaman kota ini. Dengan kalian sebagai para Esper yang memiliki kemampuan super, akan lebih mudah untuk menghentikan para mafia, dan membawa kembali kedamaian dan keamanan di kota ini." Jawab nya.
"Dengan mengorbankan banyak orang tidak bersalah? Kami semua menderita di sini! Berpisah dengan keluarga sejak kecil, menjadi kelinci percobaan yang telah merenggut banyak nyawa, apa kau pikir anak anak seperti kami hanya sekedar kelinci kecil yang bisa di buang setelah mati begitu saja?!" Seru Aira. Ia benar benar tidak bisa terima dengan apa yang pria itu katakan.
Mata nya mulai memanas, mata nya mulai berkaca kaca karena air mata yang mulai menumpuk di pelupuk mata.
"Keterlaluan." Desis Aira yang tidak lagi bisa menahan air mata nya. Bulir bening itu mengalir turun, membentuk anak sungai yang membasahi pipi.
"Maafkan aku, aku tau aku juga sudah menorehkan banyak luka untuk kalian. Aku hanya ingin mewujudkan tempat di mana tidak ada lagi anak anak yang menderita. Tempat di mana semua orang bisa hidup dengan damai tanpa takut akan para kriminal di kota ini." Tangan Dokter Danu terangkat mengusap pelan rambut gadis kecil di hadapan nya.
__ADS_1
Pak Danu mengalihkan pandangan nya pada Farel dan Naru yang masih menundukkan kepala nya. "Aku akan menghentikan percobaan ini, maka dari itu, aku memberikan data nya pada Farel dan Naru. Karena aku tau, kalian pasti akan mudah menemukan nya."
Mendengar itu, keduanya terkejut, namun dengan cepat kembali menormalkan ekspresi mereka.
'Jadi pak tua itu memanfaatkan kami?' desis Farel dalam hati. Namun, tak ada gunanya marah sekarang. Banyak fakta tersembunyi yang akhirnya ia tau sekarang. Jujur saja, membuat nya ragu harus memihak pada siapa sekarang.
"Sekarang aku akan menghentikan semua percobaan ini. Selain itu, aku juga melakukan ini untuk menyelamatkan kalian. Avren berencana untuk membuat kalian menjadi senjata penghancur. Tentu kalian tidak mau itu terjadi bukan? Maka dari itu, aku sedikit menyabotase percobaan nya, agar kalian tetap bisa kabur tanpa takut di kendalikan lagi."
"Walau tidak bisa benar-benar menghentikan nya secara langsung, tapi setidaknya kalian tetap bisa melakukan hal tanpa di ketahui Avren secara mendetail. Namun, ada satu masalah." Dokter Danu menjeda ucapan nya. Ia mengedarkan pandangan nya, menatap para pemuda di hadapan nya.
Seulas senyum kembali merekah di bibir nya, dalam hati ia senang, sekarang orang-orang dulunya selalu menderita dan kesakitan, kini sudah tumbuh menjadi pribadi yang tangguh.
Dokter Danu melanjutkan kata kata nya. "Beberapa dari kalian pasti sudah tau tentang Thory kan? Dia orang pertama yang menjadi percobaan Avren, bahkan sebelum aku resmi bergabung sebagai mata mata di Dark Devil. Dia memiliki kemampuan mengendalikan tumbuhan di sekitar nya. Namun... Kemampuan nya itu terbilang sangat berbahaya."
" Avren terus memaksa ku untuk menambah setiap percobaan obat obatan yang di ujian pada nya. Karena itu, kemampuan nya bertumbuh begitu kuat, namun juga berbahaya. Jika di biarkan, saat kemampuan nya siap dan percobaan selesai nanti, Shadow Agen dan Delaria City akan benar-benar jatuh dalam genggaman Dark Devil."
__ADS_1
Jelas Dokter Danu, membuat mereka terkejut. Jika seperti ini, mau tidak mau mereka harus mengalahkan Thory untuk menyelesaikan semua masalah ini.
Siapa sangka, orang yang begitu ceria, manis, polos dan selalu mengumbar senyum dan keceriaan selama ini adalah salah satu anggota Dark Devil, dan percobaan yang justru membawa mereka dalam masalah ini.