
πππππππ
Ariella mencium Carlson sangat liar tak beraturan, dia hanya mengikuti insting dan gairahnya.
Dia ingin menyatu dengan Carlson dengan perasaan yang bahagia, dia ingin menjadi pasangan suami istri seutuhnya dengannya.
Di kemudian hari dia ingin mempunyai banyak anak dengan Carlson. Kemudian dia ingin membawa ibunya bersamanya.
Tidak ingin mempedulikan keluarganya dan juga Ivander.
Ariella tidak hanya menciumnya tapi tangan kecilnya juga bergerak tak beraturan menyentuh tubuh Carlson.
Tapi untuk waktu yang lama Carlson tidak memberikan respon membuat hati Ariella cemas. Malam ini dia sudah mengumpulkan niatnya untuk menjatuhkan Carlson.
Dia tak mau niatnya gagal seperti semalam.
Malam ini dia sudah bertekad untuk melakukannya, jika gagal lagi Ariella sudah tak tau lagi apakah nanti dia masih akan memiliki keberanian lagi.
"Carlson, sebenarnya kamu menginginkan ku atau tidak?"
Wajahnya memerah dan tersipu, tapi dia pura pura galak dan berteriak.
Ariella menatap Carlson, dia gugup dan tanpa sadar menjilat bibir merahnya yang basah karena saliva mereka.
Ariella sangat takut jika Carlson tidak menginginkannya.
Tanpa Ariella sadari gerakan menjilat lidah itu membangkitkan gairah Carlson yang telah dia tekan
Bagaimana mungkin Carlson tidak menginginkannya. Dari awal dia sudah ingin memakan Ariella hidup hidup.
Dia terus menahan diri karena sudah berjanji untuk tidak memaksanya.
Melihat tatapan Carlson yang penuh dengan gairah, Ariella gugup dan mengalihkan pandangan matanya.
Carlson merasa tidak rela, dia meraih dagunya untuk menatap kearah Carlson.
"Ariella, apa kamu sudah berfikir baik baik?"
Jika ini di mulai Carlson tidak akan pernah berhenti , Ariella sudah menggodanya, maka dia harus menanggung akibatnya.
"Carlson sebenarnya kamu ini masih seorang pria atau tidak? jika ingin melakukannya maka cepat lakukan, jika tidak maka pergi, untuk apa begitu banyak omong kosong"
Rasanya Ariella ingin menendangnya, mengapa dia begitu banyak omong kosong, bukankah seharusnya langsung saja melakukannya.
"Bagus"
Kata itu keluar dari mulut Carlson.
Carlson langsung saja memeluk Ariella dan membalikkan posisi mereka.
__ADS_1
Carlson langsung menyerangnya.
Menciumnya dengan ganas, lidah mereka saling membelit satu sama lain.
Setelah kehabisan nafas Carlson turun ke leher Ariella mencumbunya dengan kecupan, jilatan dan juga hisapan.
Tangan Carlson bermain di dada Ariella, meremasnya dengan lembut, mulutnya kini turun ke dada Ariella dan ....... ( bisa ga part ini di skip aja, kalian juga udah pada tau ah)
Kini inti Carlson mencoba melesak masuk, tangan Ariella mencakar punggung Carlson.
Rasanya sangat sakit seakan tubuhnya terbelah.
"Ariella"
Carlson memanggilnya dengan sangat lembut, dia mempedulikan perasaannya.
Carlson dapat melihat air mata dan juga pancaran kebahagiaan di mata Ariella.
Ariella hanya mengangguk mengizinkan Carlson untuk melanjutkannya.
"Baiklah istriku"
Carlson kembali mencium Ariella dan.....(hahahaha, dah lah ya).
Carlson membimbing Ariella, tatapannya, sentuhannya, mereka menikmati sampai gelombang ombak datang sampai puncak.
Ariella merasa gelombang ombak besar datang terus menerus.
Pengalaman pertama yang dibawa Carlson kedalam hidupnya.
Tak tau setelah berapa lama Ariella seperti di bawa oleh ombak, suasana menjadi tenang.
Hanya nafas mereka yang tak beraturan.
Ariella sudah terkapar lemas, bahkan dia tak tau bagaimana dia bisa berada di ranjang.
Dia samar samar ingat bahwa Carlson menggendongnya ke kamar.
Pipinya memerah ketika ingat saat Carlson menggendongnya ke kamar mereka tak melepaskan inti mereka.
"Ariella".
Suara serak Carlson terdengar diatas kepalanya.
Ariella menatap Carlson
"Carlson peluk aku yang erat"
Entah mengapa dia merasa kosong.
__ADS_1
Carlson langsung memeluk Ariella dengan erat, mencium pucuk kepadanya.
Carlson menarik nafasnya.
"Istriku, ayo lakukan sekali lagi".
Ariella sudah merasa sangat lemas, tapi Ariella juga tidak menolak.
Karena tadi Carlson sangat memikirkan kenikmatan Ariella.
Dan lagi gairah dimata Carlson belum juga padam.
Ketika melihat Ariella menganggukkan kepalanya, Carlson langsung menyerang Ariella bagai serigala lapar.
Ariella mengangkat ujung bibirnya, dia merasa bahagia, akhirnya bisa menjadi istri seutuhnya untuk Carlson.
Ariella juga tidak menyangka, Carlson yang kaku dan irit berbicara itu bisa begitu liar dan ganas di ranjang.
Setelah kegiatan panas mereka selesai, Ariella benar benar tak memiliki tenaga lagi.
Tubuhnya terasa sangat lemas.
Carlson bergegas pergi menuju kamar mandi, seketika hati Ariella merasa kosong, dia memaki dalam hati, tidak bisakah orang ini memeluknya lebih lama.
Namun tak lama kemudian dia melihat Carlson berjalan kearahnya, Ariella melihat inti Carlson sampai lupa menutup matanya.
"Apa yang kamu pikirkan?"
Carlson berkata dan langsung menggendong Ariella menuju ke kamar mandi.
Mereka sama sama polos.
Untuk pertama kalinya Ariella mengusap perut berotot milik Carlson.
Carlson meletakkan tubuh Ariella di bathtub yang sudah di isi dengan air dan aromatherapy.
Carlson membantu Ariella membersihkan diri.
Dia begitu mati matian menahan gairahnya, bagaimana tidak, dia di hadapkan dengan tubuh polos istrinya di depan matanya.
Jika tidak mengingat ini yang pertama bagi Ariella, dan tidak mengingat jika Ariella sudah kehabisan tenaga, dia sudah pasti akan menggempur Ariella lagi dan lagi.
πππππππ
ini kan mau kalian????
kurang greget ya??? bikin dan bayangin aja sendiri.
wkwkwkwkwk..
__ADS_1
dah ah aku mau lanjut nontonin ayang aku.
Army borahaeππππ