
💜💜💜💜💜💜💜
Ariella merasa sangat bahagia.
Dia memiliki ibu yang sangat menyayanginya, punya suami yang sangat perhatian dan juga mencintainya.
Memikirkan dia akan hidup bahagia bersama ibu dan Carlson, mungkin juga memiliki beberapa anak yang lucu dan menggemaskan.
Membayangkan saja Ariella sudah merasa bahagia.
Sedangkan Carlson sendiri, dia juga memiliki emosi yang beragam.
Dulu banyak wanita yang sengaja melemparkan tubuhnya kepada Carlson, tapi tak satupun yang membuatnya berhasrat.
Setelah bertemu Ariella, Carlson hanya menginginkannya, menikahinya dan membawanya pulang.
Memberikan label eksklusif di tubuh Ariella.
Seperti malam ini, dengan kuat dan berulang ulang, menjadikan Ariella menjadikan istri yang seutuhnya.
Saat ini Ariella berbaring di sampingnya wajahnya memerah, tubuhnya penuh dengan jejak tanda merah yang di buat oleh Carlson.
Carlson dengan susah payah menahan gejolaknya, dia ingin menerkam Ariella sekali lagi, jakunnya naik turun.
Tapi dia tak mau memaksa, ini adalah pertama bagi Ariella.
Dia memikirkan kondisi Ariella yang pasti sangat kelelahan.
Akhirnya Carlson banyak memeluk Ariella dengan erat.
Mencium pucuk kepala Ariella dan memanggil namanya dalam hati berulang kali, 'Ariella'
Keesokan harinya ketika Ariella bangun, langit sudah terang.
Bergerak sedikit tulangnya terasa remuk. Badannya terasa sakit.
Ariella mendesis merasakan badannya.
"Sudah bangun"
Seperti biasa Carlson yang sudah rapi duduk di dekat jendela sambil membaca koran.
Carlson menatap Ariella dengan lembut.
__ADS_1
"Hmmm..."
Bagaimana bisa pria yang semalam bercinta dengannya dengan penuh tenaga, sekarang sangat tenang.
Carlson beranjak dan berjalan kearahnya, mengulurkan tangannya untuk mengelus wajahnya.
"Jika merasa tidak nyaman, istirahatlah lebih lama, aku akan menyuruh suster untuk menjaga ibu mertua" .
Masih terasa jejak percintaan mereka tadi malam, membuat Ariella merona.
"Aku tidak bisa mengontrol kekuatanku semalam, lain kali aku akan lebih hati hati".
Pria ini bisa dengan mudah mengatakan ini dengan serius, seolah olah sedang membicarakan bisnis dengan Ariella.
Ariella mengulurkan tangan dan mencubit pinggangnya.
"Dasar jahat"
Tadi malam Ariella mengumpulkan keberaniannya untuk menerjang Carlson.
Dan hari ini ketika dia mengingatnya ,dia merasa malu.
Di tambah Carlson yang malah menggodanya sekarang.
"Kalau begitu tetaplah di ranjang aku akan membawakan sarapan untukmu"
"Tidak mau"
Ariella menarik baju Carlson.
"Carlson aku mau di peluk"
Ariella berharap pagi ini ketika dia bangun, Carlson masih memeluknya, bukan malah seperti pagi biasanya.
"hmmm"
Carlson memeluknya dan mengendus aroma tubuh Ariella.
Gadis bodoh ini pasti tidak tau betapa menariknya dirinya di mata Carlson.
Dengan seperti ini saja, Carlson ingin segera menerkamnya.
Jika saja Carlson tidak memiliki pertahanan yang kuat, dia tak akan membiarkan Ariella menyiksanya.
__ADS_1
Jika bukan karena memikirkan kondisi fisik Ariella dia tak akan pernah melepaskan Ariella dan akan terus menerus menerkam Ariella hingga lemas.
Ariella terus bergerak
"Carlson aku ingin setiap pagi , kamu memelukku seperti ini".
Api gairah yang belum padam, kini kembali di sulut oleh Ariella.
Setelah memikirkan jika Ariella cukup istirahat, tak masalah jika mereka melakukannya lagi.
"Aku akan melakukannya setiap pagi" bisik Carlson di telinga Ariella.
Kemudian Carlson menggigit telinga Ariella dan mulai mencumbunya..
Mereka kembali melakukan kegiatan panas pagi ini.
Sampai jam makan siang Ariella baru terlepas dari Carlson.
sekarang mereka sedang berada di ruang makan.
Terdapat kepuasan dan senyuman di wajah Carlson.
"Benar benar seperti binatang buas" batinnya.
Dulu saja dia menolak, tapi semalam dan juga pagi tadi dia benar benar sangat liar dan buas .
Ariella jadi berfikir apakah dulu Carlson pernah melakukannya dengan orang lain.
Kenapa dia begitu hebat dan kuat, sampai membuat Ariella memohon ampun kepadanya.
Tenaganya sangat kuat, dan melakukannya dengan berbagai gaya, apalagi tubuhnya yang sangat seksi dan menggairahkan.
Lamunan Ariella terhenti saat dia merasakan sudut bibirnya di seka oleh Carlson.
"ada susu di sudut bibirmu"
Putih lengket, ah Ariella ingin menampar dirinya sendiri , apa yang dia pikirkan , mengapa otaknya penuh dengan hal yang tidak tidak.
Susu adalah susu, mengapa dia menghubungkannya dengan milik Carlson.
Sepertinya otaknya sedang tidak beres .
💜💜💜💜💜💜💜
__ADS_1
guys apa kabar??