Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
Bab 95


__ADS_3

💜💜💜💜💜💜💜


Carlson masuk ke dalam ruangan itu, langkah kakinya tegap memancarkan aura.


" Ariella"


Carlson memanggilnya dengan suara rendah. Tanpa ragu Ariella melemparkan dirinya masuk ke dalam pelukan Carlson.


"Carlson kenapa kamu bisa kembali?"


Dia pulang karena tau bahwa Ariella membutuhkannya.


Carlson membalas pelukan Ariella, dan satu tangannya menepuk punggung Ariella dengan pelan.


"Ariella ibu mertua tidak akan kenapa kenapa, kamu jangan takut"


"Tadinya aku takut, tapi karena ada kamu aku sudah tidak takut lagi"


Ariella mengatakannya dengan pelan lalu semakin mendusel di pelukan Carlson.


Saat ini Carlson membuatnya jauh lebih tenang. Tanpa Ariella sadari bahwa Carlson membuatnya merasa aman.


Carlson tidak berbicara lagi, dia hanya menekan dagunya diatas kepala Ariella, dan mengendus aroma wangi rambut Ariella, dan mengeratkan pelukannya.


Ariella mendongak


"Apa pekerjaanmu disana sudah selesai?".


"Masalah yang tersisa disana, orangku dapat menanganinya"


Memang jelas, kepergian Carlson kembali membuat orang orang disana ricuh, mereka harus bekerja kerasa lebih extra demi kelangsungan rapat yang sudah di agendakan.


Mendengar itu Ariella merasa lega kemudian masuk lagi kedalam pelukannya.


"Baguslah jika pekerjaanmu sudah selesai, kalau belum, aku benar benar merasa tidak enak".


"Hmmm".


Carlson membelai wajah Ariella dan mencium dahinya.


" Kamu jangan terlalu khawatir tentang ibu mertua, tadi aku sudah bertanya kepada dokter tentang keadaannya"

__ADS_1


" Tuan Carlson aku harus berterima kasih banyak kepadamu"


"Nyonya Carlson aku memang harus melakukan ini untukmu".


"Ariella siapa dia"


Ibu Ariella sudah memperhatikan dari tadi tapi tidak mengeluarkan suara, sampai dia mendengar Tuan Carlson dan Nyonya Carlson.


Ariella menarik tangan Carlson kesisi ranjang ibunya.


"Carlson ini ibuku"


"Ibu mertua ,hallo"


Carlson berkata dengan santun.


"Bu, namanya Carlson, kami sudah menikah, dia adalah menantumu".


Ibu Ariella menatap Carlson dengan serius, matanya meneliti dari atas sampai bawah berulang ulang, membuat Ariella merasa tidak enak.


"Bu, mengapa melihatnya seperti itu" .


" Ariella aku ingin berbicara berdua dengannya".


"Bu apa yang akan ibu bicarakan dengannya, kenapa harus berdua saja"


Ariella menatap Carlson dengan khawatir.


" Ariella, mungkin ibu mertua sudah lapar, kamu pergilah keluar beli makanan untuk ibu".


Akhirnya mau tak mau dia pergi, namun sebelum keluar dia kembali menatap ke arah mereka, seolah tidak rela.


Setelah Ariella pergi ibu langsung berkata


"Carlson apa kamu mencintai putriku"


"Aku tidak mencintai putrimu, orang yang aku cintai adalah Ariella"


Carlson berkata dengan tegas, mencegah pandangan lain karena Ibu memiliki 2 orang putri, maka dia dengan tegas mengatakan itu.


Wanita yang ia nikahi adalah Ariella, dan Ariella hanya satu tidak ada yang lain.

__ADS_1


Ibu terpaku dengan jawaban Carlson, lalu dia berkata kembali.


"Carlson apakah kamu bisa seumur hidup memperlakukan Ariella dengan baik"


"Ariella adalah istriku, jika aku tidak bersikap baik padanya,maka aku tidak tau harus bersikap baik kepada siapa".


Suara Carlson yang rendah ,tenang namun juga tegas, Ibu kembali menilai Carlson.


"Tidak peduli bagaimana identitasnya, apakah kamu akan tetap berfikir seperti itu?".


Ini adalah pertama kalinya dia mendapatkan banyak pertanyaan, namun karena ini mengenai Ariella, merasa tidak menyebalkan.


Carlson tau ibu mengkhawatirkan Ariella.


Carlson menikahi Ariella secara personal, tidak peduli dengan identitasnya, jadi Carlson menegaskan.


"Identitas Ariella adalah sebagai Nyonya Carlson"


"Maksudku dia sebelumnya..."


"Ibu mertua dengarkan aku"


Untuk pertama kalinya Carlson secara tidak sopan memotong perkataan para tetua.


Dia memandang ibu.


"Ibu mertua aku tau apa yang kamu khawatirkan, pikiranmu sama dengan ku, kita hanya ingin melindungi Ariella dan tidak membuka kembali lukanya yang sangat menyakitkan, dan aku katakan sekali lagi, bahwa Ariella adalah istriku".


Ibu dapat menilai karakter seseorang, maka dari itu dulu dia juga melarang Ariella untuk melanjutkan dengan Ivander.


Dia menyuruh Ariella merelakan Ivander dengan Elisa.


Karena dia tau Ariella tidak layak untuk pria seperti Ivander. Apalagi mengingat Ariella memiliki tempramen yang kuat, ia takut jika akan membuat masalah kepada keluarga Ivander.


Ibu melihat kearah Carlson , pria ini sangat tampan dan memiliki aura, terlebih terlihat kejujuran di matanya. Tempramen pria ini juga elegan dan juga tenang.


Pria seperti inilah yang layak untuk putrinya.


💜💜💜💜💜💜💜


🙂

__ADS_1


__ADS_2