Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
Bab 96


__ADS_3

💜💜💜💜💜💜💜


Ibu dan Carlson baru saja selesai berbicara, Ariella sudah datang dari membeli makanan.


Ariella menatap ibunya dengan senyum.


"Bu aku membeli bubur telur pitan kesukaan ibu, cobalah,, mana yang lebih enak, ini atau di kampung kita yang lebih enak?"


"Memang Ariella ku yang paling perhatian"


wajah ibu sudah tidak begitu pucat, Ariella merentangkan tangannya dan memeluk ibunya, bermanja manja di pelukan ibunya.


Carlson melihat pancaran kebahagiaan di mata Ariella membuatnya tersenyum lembut.


Sebelum menikah dengan Ariella , dia sudah menyuruh orang untuk menyelidiki semua.


Dia menemukan hal tentang orang tua Ariella.


Carlson tau alasan mengapa ibu tak pernah bisa mengangkat kepalanya di depan ayah Ariella.


Itu semua ibu lakukan untuk melindungi Ariella, dia melakukan ini sudah 20tahun.


"Ariella sudah larut, kamu dan Carlson kembalilah terlebih dulu".


Ibu berbaring setelah makan, dia mendesak mereka untuk segera pergi,


"Bu bagaimana mungkin aku bisa tenang meninggalkan ibu sendirian disini, lagipula aku tidak pergi bekerja, jadi aku akan menemanimu disini untuk mengobrol denganmu" .


"Siapa yang ingin mengobrol denganmu, pulanglah dan urus suamimu, hati hati jangan sampai ada orang yang merebutnya"


Ibu mengelus lembut kepala Ariella.


"Tidak, aku akan menemanimu"


Ariella melirik ke arah Carlson " Kalau dia bisa dengan mudah di ambil orang, aku akan melepaskannya, untuk apa di pertahankan" suara Ariella lirih.


"Dasar anak ini, kamu sudah menikah, bagaimana mungkin mengatakan hal konyol seperti ini"


"Ada perawat disini, cepat kalian pergi, Carlson bawa istrimu pulang, jangan biarkan dia menggangguku disini"


"ibuuuu"


"Cepat pulang, jangan menggangguku"


Ibu mengusir Ariella dengan tidak sabaran, dia tidak tega jika Ariella harus begadang disini hanya untuk menemaninya.


akhirnya Ariella tidak bisa menang dari ibunya. Dia pergi dengan Carlson dan akan kembali esok pagi.


Mereka tak akan pernah menyangka, setengah jam setelah mereka pergi, ada pria paruh baya yang datang ke bangsal.

__ADS_1


Pria itu menyibak selimut ibu


"Apa kau lupa Untuk apa tujuanmu datang kesini? Apakah aku menyuruhmu untuk bersenang senang?".


Melihat pria itu, Ibu Ariella hanya tersenyum dengan tatapan kosong.


"Putriku sudah tumbuh dewasa, dia sudah menemukan seseorang yang benar benar tulus mencintainya, kamu jangan harap untuk menyakitinya dan memanfaatkannya lagi" .


Ayah Ariella memaki dengan keras.


"Aku membesarkannya lebih dari 10 tahun, apa dia tak mau melakukan sesuatu untuk balas budi, aku hanya menyuruhnya untuk melahirkan anak Ivander, nantinya anak itu memiliki setengah dari darah kita, mengapa dia tidak mau?"


" Karena dia adalah putriku, bukan sebuah alat"


Ibu Ariella tersenyum, memikirkan ada pria yang akan melindungi Ariella, ibu sudah tidak begitu khawatir.


Putrinya akan memiliki kehidupan yang baik dengan suaminya, pria yang bisa di andalkan untuk melindungi putrinya.


walaupun jika ibu tidak bisa membantu, Setidaknya dia tidak akan menyeret Ariella untuk dijadikan alat .


Ayah menjambak rambut ibu dengan kuat


"Karena kamu tidak mau melakukan perintahku, maka aku akan menyulitkanmu"


"Caessa aku tidak akan membiarkanmu"


ibu sudah memperkirakan hal ini akan terjadi.


Jika sang dia menolak makan dia akan menjalani hidup dengan tidak baik.


Ariella adalah putrinya, dia ingin Ariella hidup dengan baik, dia tak ingin Ariella di manfaatkan oleh ayahnya sendiri.


"Apa kamu ingin aku menyebarkan ini?"


Ayah memperlihatkan foto-foto di tangannya.


Dulu jika ayahnya mengancam dengan foto itu, ibu akan langsung menyerah.


Tapi kali ini ibu menanggapinya dengan tersenyum.


seolah olah foto foto itu tak memiliki pengaruh apapun.


Semakin ibu Ariella tidak menanggapi, Ayah akan semakin marah.


"Aku akan membawamu pulang, jika anakmu itu masih berbakti kepadamu, dia pasti akan pulang dengan sendirinya".


--


Dan saat ini Carlson dan Ariella baru saja sampai rumah.

__ADS_1


Ariella bergelayut di tangan Carlson, dan mengedipkan matanya dengan nakal.


"Tuan Carlson apa yang kamu bicarakan dengan ibu tadi?".


Carlson mengelus kepalanya


"Apa kamu ingin tau?"


"Tentu saja"


Ariella mengangguk dengan keras.


Carlson tersenyum lembut.


"Tebaklah"


tebak?


Ariella sangat kesal mendengarnya, matanya melotot, bibir lembutnya mengerucut.


seolah olah sedang menunggu Carlson untuk melahapnya.


Carlson melihat itu merasa gemas, dia menundukkan kepalanya dan mencium bibir Ariella serta menggigitnya.


Setelah ingin melepaskannya, justru Ariella malah menahannya.


"Carlson aku ingin melahirkan anak untukmu" .


Perasaan Ariella sangat bahagia, akhirnya kesalahpahaman dengan ibunya sudah selesai, mereka sudah berbaikan.


Dan pria yang di depannya ini juga kembali dari jarak yang begitu jauh,membuat perasaan Ariella semakin baik dan manis.


"Ariella"


Carlson masih tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Apa yang baru saja kamu katakan"


"Aku ingin menjadi suami istri yang seutuhnya denganmu, sebenarnya kamu mau atau tidak"


Ariella menjawab dengan kesal.


Melihat Carlson yang seolah tak percaya, membuat Ariella kesal, apa dia harus mengatakan dengan jelas bahwa dia ingin bercinta dengannya.


Melihat Carlson yang terkejut Ariella bertambah marah.


Dia segera mendorong Carlson kearah sofa , kemudian menciumnya dengan liar dan menggigit bibirnya dengan gemas.


💜💜💜💜💜💜💜

__ADS_1


🙂


__ADS_2