
Guys sorry kemarin kemarin othor ga Up.
weekend emang ga up, karna suami libur kerja, jika selalu quality time.
kalo jumat othor ga up, karna ngebut nulis di platform lain ,jadi yang ini di tunda dulu.
oke guys yuk cuss aja.
💜💜💜💜💜💜💜
Ariella menangis, air matanya jatuh ke kulit yg baru saja di cumbui Carlson, Matanya memancarkan penyesalan.
Dia menjadi canggung , dia berbuat gila kepada Ariella, apakah ini benar baner dirinya.
Carlson tidak mengerti mengapa dia sampai bisa lepas kendali seperti ini.
Dia menghela nafas dalam dalam, kemudian mendekati Ariella.
Dengan lembut ia mengecup mata Ariella.
Air mata yang menurutnya sangat terasa pahit, hatinya juga merasa sesak melihat Ariella menangis seperti ini.
"Maaf"
Setelah mengucapkan itu, Carlson bergegas pergi.
Ariella menunduk melihat keadaan dirinya, gaun yang cantik itu sudah robek tak berbentuk. Dia merasa sangat sedih.
Dia menghela nafas dalam dalam, beranjak dan menghapus air matanya.
Dia bersandar di balik pintu.
Carlson pria yang tiba tiba masuk kedalam hidupnya disaat Ariella tak memiliki persiapan apapun.
Perlahan Ariella menjadi peduli padanya, peduli kepada pandangan Carlson.
Sekarang ia tak punya nyali untuk memberitahu hal hal yang terjadi waktu itu.
Dia takut bahwa Carlson akan sama seperti orang lain yang memandang rendah dirinya.
Ariella tak ingin menceritakannya karna ia tak ingin Carlson tau seberapa buruk keluarganya.
Dia berfikir terlalu jauh, takut jika Carlson tau, maka akan itu akan menjadi hari perpisahan bagi mereka, ia takut Carlson tak mau menerima dirinya.
Bunyi ponsel membuat Ariella sadar dari pikirannya.
__ADS_1
Dia menyeret gaunnya dan mengambil ponsel.
Layar ponsel menunjukkan sederet angka yang berarti nomor itu tidak ada dalam daftar kontak ponselnya.
Meskipun nomor itu tidak ada namanya tapi dia tau itu nomor siapa.
Hatinya bimbang apakah ia harus mengangkatnya atau tidak.
kemudian akhirnya dia menjawab panggilan telpon, dia ingin mendengar apa yang akan dikatakan orang ini kepadanya.
Mereka sama sama tidak berbicara , hening sampai bisa mendengar nafas satu sama lain.
Setelah sekian lama Ariella mendengar orang itu berbicara.
"Ariella besok apakah kamu ada waktu, ayo kita bertemu"
Terdengar suara lembut dari ponsel.
Ariella ingat Puspita pernah mengatakan bahwa suara Elisa seperti suara orang yang suka menggoda pria lewat telpon. Tidak heran jika Ivander bisa begitu cepat tergoda olehnya.
"Ariella"
Orang di seberang telpon mencoba memanggilnya sekali lagi, tapi Ariella tetap tidak menjawab.
Tiga tahun lalu ketika Ariella tau bahwa Elisa yang menyebarkan gosip sampai dia di caci maki oleh netizen, dia sudah menganggap bahwa ia sudah tak memiliki kakak lagi.
"Ariella aku ingin berbicara denganmu mengenai Ibu"
Mendengar Ibunya di sebut ia jadi memikirkan ibunya yang terus di ranjang karena sakit.
"Katakan saja waktu dan tempatnya"
Akhirnya Ariella bersuara, ia hanya ingin tau kondisi fisik ibunya.
"Aku sudah melihat ada Restaurant di jalan xx ,bagaimana kalau kita bertemu disana"
Besok adalah hari sabtu , jadi ia menyetujuinya karna itu adalah hari libur.
Setelah menutup telpon Ariella berdiri di depan Cermin , memandang dirinya sendiri.
Tali di gaun itu telah putus karena ulah Carlson.
Tidak ada pakaian ganti disini , Ariella harus menemukan cara untuk mengakalinya.
Dia adalah seorang perancang busana.
__ADS_1
Menjadi hal biasa jika harus memotong dan menjahit , tidak masalah jika dia harus memperbaiki gaun ini.
Dia segera mendapatkan ide, dia mengikat selendang kecil menjadi pita kemudian menarik bagian ujung keatas untuk menutupi tali yang putus, dan juga menutup bekas kemerahan yang di tinggalkan Carlson.
Melihat gaun yang sudah di modifikasinya Ariella sangat puas. setelah merasa lebih baik dia segera membuka pintu dan keluar.
Tapi Ariella tak menyangka, Carlson yang dikira telah pergi ternyata berdiri di depan pintu, dia bertatapan mata dengan Carlson.
Mereka sama sama diam dan saling memandang, tidak tau harus berkata apa.
semuanya terlihat canggung.
Akhirnya Ariella berkata.
"Itu....Aku ingin pulang lebih dulu"
Ariella menunduk tidak ingin melihat tatapan Carlson.
"Hmmm"
Carlson menjawab sekilas , tangannya yang besar meraih tangan Ariella dan menggenggamnya dan menariknya pergi.
Tadinya ia ingin menarik tangannya, tapi ia urungkan, bukankah Ariella adalah istrinya.
Carlson membawanya masuk kedalam mobil.
sang sopir melihat mereka dari kaca spion.
Dengan hati hati bertanya.
"Tuan kita akan kemana?"
"Pulang"
Jawab Carlson dengan datar , lalu menutup matanya dan bersandar ke kursi.
Hatinya bergejolak, dirinya yang biasanya punya pertahanan diri yang kuat, tapi tadi dia bisa lepas kendali di hadapan Ariella.
Sedikit lagi, hanya sedikit lagi dia akan menjadi orang yang akan menyakiti hati Ariella.
Jika bukan karena air mata Ariella yang datang tepat waktu mungkin dia akan melakukan kesalahan yang tidak akan dapat di perbaiki.
Untungnya tidak ada yang terjadi, dia belum melakukan apapun yang akan menyakiti Ariella. Jadi dia dan Ariella masih bisa hidup dengan baik.
💜💜💜💜💜💜💜
__ADS_1
thankyou guys.