
Ketika menyebut Carlson wajah Ariella seketika memerah , ia memikirkan perkataan mesum puspita malam itu.
Puspita yang melihat Ariella, mengangkat tangan dan menempelkan pada dahi Ariella .
"Dasar gadis tidak berguna, menyebut priamu saja sudah seperti ini "
"Puspita bisakah kita tidak membicarakan pria ,gantilah topik lain"
Ariella tidak ingin membicarakan Carlson ,jika dia keceplosan pasti akan dimarahi habis oleh Puspita.
Sambil berbicara Ariella menambahkan sayuran kedalam panci
"Melihatmu yang terbang lebih dari 10 jam ,hari ini aku akan melayanimu makan"
"Ku harap kamu tau diri"
Kata Puspita sambil tersenyum ,kemudian berkata
"Aku masih belum pernah menemui priamu ,apa kamu tidak berencana untuk memperkenalkannya padaku?"
"Aku sudah merencanakan untuk memperkenalkannya padamu tapi waktunya tidak pas, beberapa hari terakhir dia sedang dalam perjalanan bisnis"
Ariella berkata sambil menaruh makanan di mangkuk Puspita.
Ketika membicarakan Carlson,ada telpon masuk darinya.
Ariella tersenyum lembut,
"Dia menelpon aku akan menerima telponnya dulu"
Suara Carlson di telpon masih rendah dan seksi seperti biasanya
"Sudah begitu larut dan masih belum pulang,kemana kamu pergi?"
Ariella merasa Carlson perhatian, ia tersenyum dan berkata
"Aku dan Puspita sedang memakan hotpot di luar"
"Makan dimana?"
" Di restauran xiao di jalan Hongdae, kamu juga tidak memakan hotpot, jika tidak aku akan mengajakmu lagi" jawab Ariella.
"Ya aku tau,kalau begitu kamu lanjutkan makan mu" ucap Carlson.
Ariella masih ingin banyak berbicara dengan Carlson tetapi Carlson tampaknya tidak tertarik untuk berbicara lebih lanjut.
Jadi Ariella hanya bisa mengucapkan selamat tinggal dan menutup telpon.
Dan dia mengabaikan poin penting,jika Carlson sedang berada dalam perjalanan bisnis maka tidak mungkin ia mengetahui jika Ariella masih belum kembali ke rumah.
"Ariella mengapa aku merasa kamu menjadi istri kecil yang tidan berdaya di hadapan suamimu bahkan kamu tidak berani berkata dengan kencang ,menelpon saja wajahmu sudah memerah,kamu dulu tidak seperti ini "
Puspita tadi tidak melewatkan ekspresi dan nada suara Ariella ,ia merasa sangat terkejut.
Ariella dia juga merasa sangat aneh ketika sedang berbicara tentang bisnis wajahnya akan menjadi tebal tapi mengapa jika sedang berbicara kepada Carlson wajahnya menjadi suka tersipu.
__ADS_1
Cara bicaranya juga tidak setajam biasanya.
Ketika Ariella dulu jatuh cinta pada Ivander ,Puspita juga belum pernah melihat muka Ariella yang memerah.
Menurut logika itu adalah cinta pertama Ariella,seharusnya dimana gadis cenderung lebih pemalu tapi Ariella pada saat itu seperti anak laki-laki ,kepribadiannya sangat liar.
Puspita berfikir dalam hati ,mungkin Carlson adalah orang yang di takdirkan untuk Ariella.
Tidak peduli seberapa kuat wanita jika ia bertemu seseorang yang tulus menyayangi dan mencintai,maka secara alami akan berperilaku seperti gadis kecil.
Setelah selesai makan hotpot waktu sudah larut, Ariella dan Puspita mengenakan jaket dan mengobrol sambil berjalan.
Ariella memakai jaket berwarna oren hari ini,warna ini membuat kulitnya yang putih menjadi lebih terpancar.
Puspita sambil berjalan sambil memujinya ,nada yang dilebih-lebihkan itu membuat Ariella hampir terbang ke langit.
"Nona Ariella, nona Puspita tolong berhenti"
Ariella dan Puspita ngobrol dengan bahagia, yadi membawa beberapa orang untuk membawanya.
"Mengapa kamu berada disini?" Tanya Puspita
Yadi sudah mengikuti Ivander bertahun-tahun ,Ariella dan Puspita sama-sama mengenal orang ini.
Yadi ada di sini jadi kemungkinan besar Ivander ada disini, berfikir jika Ivander akan muncul Puspita yang tidak tau jika Ariella pernah bertemu dengan Ivander dengan khawatir melihat Ariella.
"Ariella"
Ariella tersenyum padanya
"Gadis bodoh jangan khawatir aku baik-baik saja"
Yadi berkata
Ariella tersenyum dan berkata
"Tolong katakan pada tuan Ivander kamu tidak punya waktu dan lagi untuk beritahu dia untuk tidak mengganggu kami lagi dimasa depan"
"Nona Ariella tuan Ivander baru saja berpesan padaku jika tidak bisa mengundangmu maka aku harus memotong jariku sendiri untuk kembali menemuimu, tolonglah kasihani aku yang hanya seorang bawahan ini"
Yadi berkata dengan sangat memelas tapi ekspresinya sangat menyebalkan.
Ketika mendengarnya Puspita langsung marah
"Kamu katakan pada Ivander agar dia pergi mati saja ,membuat masalah di masalalu dan sekarang masih ada muka untuk muncul di hadapan Ariella, percaya atau tidak aku akan membunuhnya"
Ariella bergegas menarik tangan puspita, menggelengkan kepalanya
"Puspita tenangkan dirimu"
"Binatang itu masih memiliki muka untuk mencarimu bagaimana kamu menyuruhku untuk tenang?"
Setelah berteriak akhirnya puspita merasa ada yang salah
"Ariella kamu baik-baik saja?"
__ADS_1
Dia sangat emosional tapi Ariella malah sangat tenang seolah-olah Ivander tidak pernah muncul dalam kehidupannya.
"Jadi jika kalian tidak bersedia maka aku akan tidak berdaya ".
Yadi menggelengkan kepalanya dengan rasa tidak tega
"Tapi tuan Ivander hari ini harus bertemu dengan kalian ,kalau begitu aku harus berbuat salah pada kalian "
Setelah selesai berbicara yadi melambaikan tangannya ,kemudian beberapa anak buahnya mengepung mereka.
Ariella dan puspita hampir bersamaan ingin memblokir satu sama lain , Ariella diam-diam melayangkan tatapan pada Puspita.
Puspita yang mengerti langsung mundur ke belakang tubuh Ariella.
Ariella menatap yadi tersenyum dan berkata
"Yadi bagaimanapun kita sudah lama mengenal benar bukan?"
Yadi berkata
"Jadi nona Ariella bersedia pergi bersama kami"
Ariella mengangguk wajahnya terus tersenyum
"Tuan Ivander sangat memiliki hati ,aku tidak mungkin menolak undangan besar darinya "
Pada saat mereka berbicara ,Puspita diam-diam menelpon polisi ,setelah kira-kira tersambung Puspita menarik Ariella mundur dan dengan sengaja berkata dengan keras.
"Ariella kamu tidak boleh pergi dengannya,aku percaya bahwa negara kita ini negara hukum ,mereka tidak akan berani menculik orang secara terang-terangan"
Ariella menerima tatapan mata dari Puspita mengerti bawah mereka sudah tersambung pada mereka.
'Puspita mereka memang ingin menculik kita tapi tujuannya adalah aku disini di jalan Hongdae nomer 200 tidak jauh dari rumahmu ,kamu pulanglah tidak usah memperdulikan ku"
Yadi berkata
" Karena nona Ariella sudah mengatakan bahwa kami ini sedang melakukan penculikan kalau begitu kamu memaksa kami untuk melakukannya ,saudara-saudaraku tangkap dan masukkan ia kedalam mobil"
"Coba saja jika ada yang berani menyentuhku "
Ketika orang-orang mengerumuninya Ariella mengubah sikapnya yang lembut , dengan marah berteriak, ternyata membuat orang yang ingin mendekatinya terdiam.
Namun itu hanya membuat mereka terdiam sesaat.
Mereka berdua hanya bisa berdoa supaya para polisi segera sampai sebelum mereka dibawa oleh mereka.
Yadi kembali berkata
"Saudara-saudaraku naikkan nona Ariella kedalam mobil"
"Aku ingin lihat siapa yang berani menyentuhnya"
Suara rendah dan dingin itu terdengar di belakang mereka ,membuat orang yang mendengarnya tanpa sadar bergidik.
______
__ADS_1
udah tengah malem,ayo tidur jangan pada begadang yaak...
🤣🤣🤣🤣