
Julie memimpin mereka menuju tangga
"Pakaiannya ada di lantai 2 "
Ketika naik ke atas, Ariella baru menyadari bahwa tidak ada orang lain selain mereka.
Tidak ada staf lain juga tak ada pelanggan lain.
Ariella bingung apakah ini benar benar sebuah toko.
Dekorasi lantai 2 berbeda dengan Lantai 1.
Lukisan lukisan serta barang antik yang ada di lantai 1 tidak ada di lantai ini.
Di Lantai ini hanya ada deretan kain yang mempesona dan juga deretan gaun yang tak terhitung jumlahnya sudah seperti lautan pakaian.
Ariella yang melihat ini tiba tiba hatinya bersemangat.
tak peduli berapa lama waktu ini , kecintaannya terhadap desain fashion tidak pernah mereda.
Ariella sangat ingin memegang pena untuk merancang gaun pengantin untuk dirinya sendiri.
Dulu ia pernah mencobanya tapi sebelum gaun pengantin itu selesai , semua itu sudah mati di dalam pengkhianatan orang orang yang di cintainya.
Hingga kemudian ia sudah tak lagi memiliki pemikiran ini.
Ariella sudah tak tahan, lalu memandang Carlson yang ada di sampingnya.
' Carlson bisakah aku memegang pena lagi demi dirimu' batinnya
Carlson merasakan tatapan Ariella , menoleh dan menatapnya.
Dia tau bahwa dulu Ariella adalah perancang busana yang sangat berbakat.
Karena kejadian 3 tahun lalu dia menyerah akan mimpinya itu.
Keluarga dan orang yang dicintainya mengkhianatinya.
Mimpinya hancur, tubuh yang rapuh ini bagaimana bisa tahan melalui kejadian pada waktu itu.
Hati Carlson merasa sakit memikirkannya.
Dia tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakitinya.
"Pergi dan cobalah, pilih manapun kamu suka"
Ariella mengangguk, berjalan ke lautan pakaian itu.
Semua model gaun ada di hadapannya.
murni, menggoda, seksi , elegant, semuanya ada.
membuatnya terpesona.
Ariella tak bisa menahan untuk tidak mencari Logo pakaian.
Ingin tau desainer mana yang melahirkan pakaian pakaian ini.
Tapi mencari sekian lama dia tidak menemukan logonya.
"Kenapa? tidak suka?"
Tiba tiba ada sebuah telapak tangan besar merangkul pinggang Ariella yang sedang melamun.
Suara rendah dan seksi itu memenuhi telinganya, membuat tubuhnya sedikit mati rasa.
Ariella menggelengkan kepalanya
"Suka, sangat suka"
"Lalu mengapa kamu tidak memakainya"
Carlson menundukkan kepalanya di pucuk kepala Ariella, bertanya dengan suara berat.
"Aku tidak tau harus memilih yang mana"
Ariella seperti anak kucing yang sedang manja manja. ia pun berkata dengan sedikit manja kepada Carlson.
__ADS_1
"Tuan Carlson bantu aku untuk memilihnya"
Suara lembut terdengar di telinga Carlson.
Hatinya menghangat, tak bisa menahan diri untuk menundukkan kepalanya dan mencium sekilas di samping telinga Ariella.
Kemudian dia berkata dengan suara seraknya.
"oke"
Carlson melepaskan Ariella ,dengan serius memilih pakaian. Dari semua gaun yang ada tidak ada yang menarik perhatian Carlson.
Berbalik badan dan berkata kepada julie yang ada di samping
" Dimana butterfly Love milik Ivan?"
"Ivan bilang tidak bisa memberikannya padamu ,itu di simpan untuk pengantin Ivan"
Julie menjawab dengan penuh semangat.
"Berikan itu kepadaku"
Ucap Carlson dengan nada yang tidak di bisa di bantah.
Julie pun dengan sedikit kesal tetap mengambil gaun yang di namai Butterfly Love itu.
Setelah Julie pergi ,Ariella yang berada di samping dengan penasaran berkata.
"Ivan apakah desainer Italia yang terkenal itu?"
Carlson mengangguk
"Ya itu dia'
Petir raksasa seperti sedang menyambar kepala Ariella.
Ivan adalah desainer yang sangat dikaguminya.
Jika bukan karena ayahnya tidak mengizinkan,dia sudah akan pergi ke Italia untuk menjadi murid Ivan.
Bagaimana bisa dia mengenal Ivan.
Ketika Ariella masih sibuk dengan pikirannya.
Julie datang dengan membawa Butterfly Love.
Gaun itu di perlihatkan kepadanya.
Dan Ariella terkejut sekali lagi.
Ini benar benar gaun yang sempurna.
Butterfly Love benar benar nama yang sangat cocok , gaun panjang dan menyebar tidak berat sama sekali.
Berwarna abu abu muda menjurus ke putih, membuat orang terpana melihatnya.
Bahan yang digunakan begitu lembut dan nyaman, dan ringan menambah keestetikan gaun.
Di gaun terdapat kupu kupu yang seakan sedang menari.
Tetapi seperti ada kupu kupu yang sedang terjatuh. Seperti gambar kupu kupu yang hidup dan mati.
Kupu kupu ada di bagian depan dan belakang terbang ke atas.
Carlson menatap gaun itu dan mengangguk dangan puas, kemudian mengulurkan tangan mengelus kepala Ariella.
"Pergi dan cobalah"
Ariella mengangguk dan mengikuti julie yang dengan enggan menuju ruang ganti.
Proses berganti pakaian sangat lancar, gaun Butterfly Love ini seakan dibikin khusus untuk Ariella.
Ukurannya pas, tidak Longgar ataupun kesempitan.
Bahkan Julie yang awalnya tidak rela, dia memuji Ariella yang telah memakai Butterfly Love ini.
Mendorong Ariella dan berkata
__ADS_1
"Perlihatkanlah kepada tuan Carlson"
Ariella melihat dirinya di cermin dan mengangguk.
Ariella berjalan keluar.
Tatapan Carlson langsung kepada Ariella.
Pandangan mata Carlson di balik kacamata berbingkai emas itu memicing begitu dalam dan rumit.
Dia pernah bertanya kepada Ivan, mengapa menyebut gaun ini Butterfly Love, apa karena terdapat kupu kupu.
Saat ini Ivan sedang meminum kopi, menatapnya dengan ketidak setujuan.
dan berbalik bertanya
'Apakah kamu tidak pernah melihat apa yang sedang di kejar kupu kupu'
Apa yang sedang di kejar kupu kupu, akhirnya hari ini Carlson mendapatkan jawabannya .
Kupu kupu seakan mengejar gadis cantik , karena itu di tidak ragu menyerahkan kehidupannya yang singkat.
Di tatap oleh Carlson begitu lama ,Ariella agak tidak nyaman, tersenyum dan berkata
"Apa jelek?"
Carlson menggelengkan kepalanya , tidak berbicara kemudian melambaikan tangan kepada Ariella .
Ariella berjalan dengan perlahan, Carlson mengulurkan tangan ke Ariella.
Tangan Ariella di letakkan di pundaknya.
mendekat ke telinga Ariella dan dengan lembut berkata
"Sangat cantik"
Mendapat pujian Carlson , wajah putih Ariella tiba tiba memerah .
Ingin mengucapkan terima kasih, tapi kembali mendengar Carlson berkata
" Aku benar benar tidak ingin orang lain melihatmu yang seperti ini"
Carlson mengatakannya dengan serius, seperti anak kecil yang melindungi barang kesayangannya.
Ariella segera menggodanya
"Apakah aku harus menggantinya dengan pakaian lain?"
"Tidak"
Carlson dengan tegas menolak.
Menoleh kepada Julie dan berkata
"Katakan pada Ivan aku menginginkan gaun ini, jika dia mau pembayaran suruh pergi mencari Daiva "
Ariella belum pernah melihat Carlson yang semena mena . Dia menebak Carlson berteman baik dengan Ivan.
Maka dari itu dia melepaskan Aura, ketika berbisnis dengan orang asing.
Ketika mereka pergi dari butik ini.
Mereka tidak melihat ada pandangan aneh yang melihat mereka dari atap bangunan.
Ada seseorang memandang mereka dengan pandangan terkejut, menikmati .
Pandangan pria itu terus berubah dalam waktu singkat.
Butterfly Love miliknya sudah menemukan siapa pemiliknya.
___
Siapakah pria tersebut?? apakah ia akan merebut Ariella dari Carlson??.
kalo ada typo typo dikit maklumin aja yak..
thankyou
__ADS_1