
💜💜💜💜💜💜💜
Memikirkan hubungan Ariella dan Carlson yang belum dalam, membuat hati Ivander tergerak, jika bukan karena Carlton ingin segera menemui Ariella, dia ingin mencicipi Ariella terlebih dulu.
Setelah di cicipi baru akan di kirimkan ke Carlton, tapi sayangnya dia tak memiliki keberanian untuk merebut wanita Carlton.
Lagipula Ivander masih ingin berkarir, Carlton adalah satu satunya orang yang tidak boleh dia singgung.
Hotel Grup Acess terletak di pusat kota , bangunan hotel yang sangat khas dan juga merupakan Landmark di kota ini.
Setelah turun dari mobil Ariella berdiri di tengah udara dingin.
Ariella kedinginan sampai menggigil.
Ivander ingin memakaikan mantelnya untuk Ariella, tapi dia merasa itu tidak benar.
Ariella akan menjadi wanita Carlton, dia tidak boleh melakukan ini.
Jordan, orang yang bertanggung jawab di hotel ini telah menunggu di depan gerbang.
Melihat mereka datang ,Jordan langsung menyambutnya.
"Nona Ariella, anda akhirnya datang,Presdir sudah menunggu dari tadi"
"Presdir?"
Panggilan ini sangat familiar karena semua orang juga memanggil Carlson seperti itu.
" Direktur Jordan, hallo. Apakah Carlton sudah tiba?".
Ivander menyapa Jordan dengan sopan.
"Ariella"
Tiba tiba terdengar suara rendah ,menarik perhatian semua orang.Ariella menolah, melihat Carlson yang berjalan kearahnya.
Carlson berjalan sambil melepas mantelnya, ketika sampai di depan Ariella dia langsung memakaikannya di tubuh Ariella, setelah itu langsung menarik Ariella ke dalam pelukannya.Carlson memeluknya dengan erat.
"Carlson"
Ariella tiba tiba merasa bersalah pada Carlson karena tadi sempat hampir terprovokasi oleh Ivander dan mencurigai Carlson.
Kenyataan yang ia dapatkan, dia mengikuti perintah Carlson untuk mengikuti Ivander, karena ternyata memang Carlson yang menemuinya bukan Carlton pria legendaris itu.
Carlson tidak mengatakan apa apa, hanya membelai bahu Ariella dan memberikan kenyamanan dalam diam.
Melihat Adegan ini Ivander ingin segera menerjang kesana dan meraih Ariella kembali, tapi di hentikan oleh orang orang di sekitar Carlson.
Tidak bisa mendekati Carlson, Ivander sangat marah dan berteriak.
"Carlson cepat lepaskan dia, apa Ariella ku boleh di sentuh oleh tangan kotor mu itu"
__ADS_1
Ivander membawa Ariella untuk menemui Carlton dari Grup Acess, dan lagi Ariella juga tidak keberatan.
Usahanya hampir berhasil tapi Carlson tiba tiba datang menghancurkannya, bagaimana mungkin Ivander tidak marah.
Orang yang dapat melihat dan mendengarkan Carlson hanyalah Ariella, begitu juga dengan sebaliknya.
Mereka berpelukan dengan erat karena kemunculan satu sama lain. Hatinya yang tadinya cemas akhirnya bisa lega.
"Carlson apa telingamu tuli, apa kamu tau tempat milik siapa ini, disini adalah kotaku apa kamu pikir kamu bisa seenaknya disini"
Ivander berteriak sambil menelpon orang.
Daerah ini adalah wilayahnya, di daerah ini tak ada yang berani bergerak sembarangan.
Melihat orangnya sudah datang, Ivander semakin bersikap sok berkuasa.
"Carlson segera pergi dari daerah sini, aku akan membiarkanmu pergi"
Carlson tidak mempedulikan Ivander, dan menatap sekilas pada Daiva.
"Daiva tolong antar istriku pergi ke kamar untuk beristirahat"
"Sialan!!, orang yang ku bawa siapa yang berani membawanya pergi"
Ivander melambaikan tangan memberi isyarat untuk anak buahnya.
Tapi disana juga ada dua orang Carlson yang siap menghadapi Ivander dan juga anak buahnya.
Anak buah Ivander ada 10 orang namun tak bisa melawan penjaga Carlson yang hanya 2 orang.
Mereka menunggu perintah dari tuannya baru akan turun tangan.
Ivander menerjang ingin merebut kembali Ariella.
Orang disana malah sudah menahannya dan memukulinya, Dia sama sekali tidak bisa mendekati Carlson dan Ariella.
Ariella mendongak dari pelukan Carlson, menatap kearah Ivander.
"Ivander terima kasih kamu sudah mengantarkan ku keluar dari rumah"
"Ariella kamu ingin pergi begitu saja"
Ivander menatap Ariella lekat.
"Ya ,jika bukan karena bantuanmu , Caessa tidak akan membiarkanku keluar dengan begitu mudah".
Ariella tidak menyangkal bahwa dia telah memanfaatkan Ivander. Tapi Ivander bisa di manfaatkan itu juga karena dia ingin menyerahkan Ariella kepada orang lain.
Maka Ariella membalas memanfaatkannya.
"Pergilah lebih dulu ke kamar untuk beristirahat, sisanya serahkan kepadaku"
__ADS_1
Carlson tidak ingin Ariella terlalu banyak terlibat pada Ivander, dia mengelus kepala Ariella dengan lembut.
"Carlson"
Ariella tidak ingin menyerahkan masalahnya kepada Carlson. Tapi Carlson menatapnya dalam, masih dengan mengelus kepala Ariella.
"Patuh".
Satu kata perintah tapi juga terdapat kasih sayang di dalamnya.
Ariella mengangguk dan mengikuti Daiva menuju kamarnya.
Melihat Ariella masuk lift, dan melihat lift menuju ke angka 8, Carlson baru menoleh ke arah Ivander.
Pandangan matanya seperi tersenyum tapi juga dingin sampai menusuk tulang.
Ivander berteriak.
"Carlson sialan aku akan menghancurkan mu hari ini, tidak ada orang yang berani berbuat macam macam di daerahku "
Carlson hanya menatap sekilas dengan dingin, kemudian menoleh kearah Jordan.
"Jordan"
"Presdir"
Jordan melangkah maju dan menjawab dengan hormat.
"Segera atur siaran Pers, umumkan bahwa Grup Acess tidak akan pernah bekerjasama dengan Primedia dan juga anak perusahaannya, cari awak media untuk di sebarkan, semakin banyak semakin bagus"
"Baik Presdir" Jordan menjawab dengan hormat.
"Carlson sialan, atas dasar apa kau membuat Grup Acess tidak berkerja sama dengan Grup Primedia, memangnya kamu siapa"
Ivander marah dan ingin menerjang Carlson, dia juga menunjuk kearah Carlson.
Carlson menatapnya dengan tajam dan dengan dingin berkata.
"Karena aku adalah Carlson".
"Memangnya kenapa kalau kamu Carlson, lagipula kamu bukanlah Carlton dari Grup Acess".
Seketika Ivander menyadari sesuatu.
Jordan adalah orang yang bertanggung jawab atas Grup Acess yang secara pribadi di tunjuk oleh Carlton.
Memiliki jabatan tinggi di Grup Acess, Jordan hanya menerima perintah dari Carlton, semuanya tau hal itu.
Tapi hari ini Jordan bersikap hormat kepada Carlson, artinya....
Ivander menatap Carlson sekali lagi dengan waktu cukup lama,, dengan gemetar berkata.
__ADS_1
"Apakah kamu adalah Carlton?"
💜💜💜💜💜💜💜