
"Ini aku"
orang itu tersenyum berjalan santai ke samping Madona kemudian mengambil syal di atas meja dan berkata
"Syal yang begitu bagusnya, manager Betty tidak menerimanya. Benar-benar sangat di sayangkan"
Orang itu berkata sambil melilitkan syal itu di lehernya dan tersenyum berkata
" Lihat sepertinya lebih cocok untuk ku"
Madona menatapnya dan berfikir , syal merah terlilit di leher orang yang baru datang itu seperti api yang menyilaukan mata ,seolah-olah itu adalah obor dalam kegelapan.
Mungkin ini satu-satunya kesempatan untuk menginjak Ariella di bawah kakinya dia harus memanfaatkannya sebaik mungkin.
Jadi dia berkata
"Mengapa kamu mau membantuku"
Sikap orang itu mengotak atik syal di lehernya ,dia tersenyum dan berkata
" Karena aku suka syal ini"
Madona tertegun, baru ingin bertanya dengan jelas kemudian mendengar dia berkata
"Foto-foto di tanganmu itu aku juga sudah pernah mendengarnya tapi jika di sebar melalui email akan mudah di ketahui siapa yang berada di belakang semua ini, manager Betty tentu saja tidak akan mau melakukan hal ini ,tapi aku punya cara yang lebih baik"
Setelah mendengar orang itu memiliki cara lain, Madona segera melemparkan kecurigaannya dan buru-buru bertanya
"Cara apa?"
"Kamu pergi cari seseorang"
orang itu mengeluarkan sebuah kartu nama dari tas dan menyerahkannya pada Madona.
"Selama kau mencarinya dia akan memberi tahu mu apa yang harus di lakukan"
"oke"
Madona dengan hati-hati mengambil kartu nama dari tangan orang itu, Dia menatap kartu nama itu dengan bersemangat.
Seolah-olah melihat pedang yang akan di tusukkan ke dada Ariella .
*
Ariella akhir-akhir ini tidak pernah sibuk bekerja , mandi dan ingin tidur lebih awal, tapi dia tidak bisa tidur,akhirnya mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Puspita yang ada di Amerika.
Ujung jarinya yang ramping dengan cepat bergerak di layar ponsel dengan cepat mengetik
๐ Ariella
"Puspita bagaimana kehidupanmu di Amerika sana."
Setelah mengirimkannya Puspita dengan cepat membalasnya
๐ Puspita
"Makan dengan enak, bermain dengan baik dan juga ada seorang pria yang menarik ku untuk melakukan hubungan antara pria dan wanita setiap malam, menurutmu apakah hidupku ini ku lewati dengan baik?"
Ariella sedikit tercengang bisakah Puspita sedikit feminim ,hal intim seperti itu bisa digunakannya untuk menggoda.
Benar-benar hanya puspita yang dapat melakukannya .
__ADS_1
Ariella masih belum membalas dia kembali menerima pesan dari puspita
๐Puspita
"Ariell apakah suamimu sudah meniduri mu?"
Ariella berkeringat apa bisa dia mengatakan belum, jika mengatakannya dia pasti akan di ceramahi oleh puspita.
Tidak hanya itu dia pasti akan mengatakan bahwa apakah Carlson memiliki penyakit tersembunyi ,setelah memikirkannya Ariella mengetik
๐Ariella
"Semua yang harus di lakukan telah di lakukan "
Jelas-jelas terpisah begitu jauh, tapi Ariella merasa kalau Puspita mengetahui bahwa dia berbohong.
Kemudian Ariella dengan cepat bersembunyi di dalam selimut.
Begitu pesannya di kirim ,Puspita mengirim pesan suara
๐ Puspita
๐ " Ariell ceritakan padaku bagaimana pertama kali melakukannya apakah dia hanya peduli dengan kepuasannya sendiri dan tidak peduli dengan perasaanmu, atau dia hanya menjaga perasaanmu dan melupakan kepuasannya sendiri"
Wajah Ariella memerah ketika mendengarnya dan jantung Ariella berdetak kencang.
Puspita kelihatannya sangat polos tetapi ketika berbicara benar-benar sangat mesum.
Ariella sangat malu untuk membalas, Puspita heboh mengirim pesan suara satu persatu.
๐Puspita
๐"oh aku lupa kamu tidak punya pengalaman di bidang ini kalau begitu ku katakan padamu yang pasti kamu jangan bisu, kamu harus berteriak ketika kamu harus berteriak, jangan malu-malu pria sangat menyukainya "
๐" Ariell tidak hanya berteriak kamu juga harus memuji dia seperti aku dan gustin, semakin aku memujinya ,dia semakin ganas, semakin dia ingin melakukannya "
Ariella tidak bisa menahan untuk tidak menyeka keringatnya , benar-benar ingin melihat bagaimana pikiran Puspita , dia baru saja berbohong satu kalimat dan dia sudah mengatakan begitu banyak hal .
Pesan suara Puspita berlanjut
๐Puspita
๐" Ariell cepat balas pesanku bagaiman rasanya untuk pertama kalinya"
Ariella hanya terdiam ,dia tidak membalas, Puspita kembali mencecarnya.
๐" Oh karena itu sudah sangat lama sekali aku melakukan untuk pertama kalinya ,aku sudah tidak mengingat hal itu saat pertama kali , jika tidak mana mungkin aku bertanya padamu"
๐" Oh ya apa suamimu memakai kond*m saat melakukannya jika dia melakukannya ,berapa ukuran yang dia pakai,katakan padaku aku akan membawakan satu dus dari Amerika"
๐" Aku jamin kehidupan **** kalian akan sangat bahagia"
Hanya mendengarkan saja Ariella sudah cukup malu dan ingin bersembunyi di dalam lubang, tetapi Puspita yang mengatakan ini tidak sama sekali tidak ada kesadaran diri dan dia masih berbicara tanpa henti.
Ariella tidak pernah tau bahwa kond*m memiliki berbagai ukuran jadi dia dengan pelan mengetik beberapa kata
๐Ariella
" Apa benda memiliki ukuran?"
Puspita kembali mencecarnya
__ADS_1
๐Ariell beberapa pria tidak suka memakai benda ini, merasa jika memakai benda ini tidak senikmat jika tidak memakainya tapi baru berapa umurmu ,ini adalah waktu yang indah jika kamu hamil apakah kamu akan melahirkannya"
Ariella kembali membalas dengan tanda titik saja.
Puspita kembali berkata
๐ Jika kamu hamil dan kamu melahirkannya ,kamu hanya akan mengurus anak dan menyerahkannya pada kehidupan ini, jika kamu tidak melahirkannya dan melakukan aborsi maka itu sangat berbahaya bagi wanita "
Sebenarnya masalah mengenai memiliki anak Ariella benar-benar tidak memikirkannya karena hubungannya dengan Carlson benar-benar tidak berkembang hingga sejauh itu.
Namun jika dia dan Carlson memiliki kesempatan untuk memiliki anak di masa depan dia berfikir akan melahirkannya.
Seorang pria seperti Carlson harusnya bisa mendidik anaknya sebaik dia dan lagi jika memiliki anak yang wajahnya mirip dengannya.
Tiba-tiba menyadari apa yang sedang di fikirkannya Ariella dengan cepat mendongak ke pintu, khawatir jika tiba-tiba Carlson masuk dan melihat apa yang sedang ia fikirkan.
Puspita mengirim pesan suara lagi
๐Cepat beritahu aku karena aku akan pergi berbelanja, jadi sekalian membelinya, sekalian membandingkan pria mu dan pria ku ,ukuran siapa yang lebih besar"
Puspita orang yang suka bertindak , selama dia mengatakannya maka dia akan segera melakukannya.
Ada adegan Puspita yang membelikannya sekotak dus besar kond*m dan di kirim padanya di benak Ariella.
Memikirkan adegan yang memalukan ini Ariella segera menggelengkan kepala dan mengirim pesan padanya
๐Ariella
"Puspita tidak usah merepotkan mu ,aku bisa membelinya sendiri "
๐Puspita
๐ Ariella ku bilang,apa kamu takut aku tau ukuran pria mu terlalu kecil?"
Pesan suara itu masih belum selesai di dengar.
Ariella mendengar suara pintu terbuka ,terkejut hingga menutup pesan suara itu ,dengan kaku berbaring di ranjang
Carlson berjalan ke arahnya dan berbaring di sampingnya
"Apanya yang ukurannya terlalu kecil?"
"Ti..ti..tidak ada"
Ariella sangat malu hingga tergagap .
Tidak bisa memberi tahu Carlson bahwa sahabatnya sedang bertanya apakah ukurannya terlalu kecil.
_______
Sorry guys agak vulgar...
eiits malam minggu kalian kemana nih,,
jangan pada keluar nongkrong deh,, lagi musim korona.
Jaga kesehatan kalian yaa...
oh yaa guys disini ada yang lagi promil ga ya??
kalo ada komen yaah...๐ฅฐ
__ADS_1