
πππππππ
Melihat Ariella yang terlihat kesal ,Carlson justru malah tertawa.
Namun kemudian Ariella juga ikut tersenyum karena dia bisa melihat Carlson tertawa.
Wajahnya terlihat sangat tampan, Ariella menjadi sedikit posesif karena tak ingin orang lain juga melihat senyum Carlson.
Tak lama Carlson menerima telpon, dan Ariella pun beranjak.
setelah selesai Carlson mendekati Ariella dan mengelus kepalanya.
"Kalau begitu ayo kita pulang"
Ariella menatap Carlson
"Kalau ada sesuatu yang ingin kamu katakan, katakanlah, jangan berbicara ambigu seperti ini"
Carlson menaikkan alisnya.
"Apa yang ambigu?"
Ariella jadi berfikir apakah dia lagi yang berfikir terlalu jauh?
"Tidak ada"
Ariella menjawab dengan muka memerah, demi menutupi kegugupannya dia melingkarkan tangannya di lengan Carlson.
"Ayo kita pulang"
-
Di saat bersamaan Ivander sedang mendengar berita tentang Grup Acess yang telah membeli Teknologi Inovatif.
Tapi sialnya belum lama ini dia mengumumkan bahwa grup Primedia tidak akan bekerjasama dengan Teknologi Inovatif.Itu sama saja seperti Ivander menggali kuburannya sendiri.
Harmon menatap Ivander
"Tuan sebaiknya kita kembali terlebih dulu, biarkan presdir yang menanganinya"
Dengan marah dan berteriak Ivander berkata
__ADS_1
"Kembali?? kau menyuruhku untuk kembali?"
Ivander mana mungkin kembali dengan tangan kosong. Dia sudah berjanji kepada para pemegang saham bahwa dia jauh jauh ke kota ini hanya untuk bisa bekerjasama dengan Grup Acess.
Kali ini dia masih tidak menyerah, dia tidak mau kehilangan muka di depan para pegang saham.
Dia harus bekerja keras bagaimanapun caranya agar bisa bekerjasama dengan Grup Acess. Kalau perlu jika harus berlutut dia akan melakukannya.
Ivander memiliki cara untuk bisa menemui Carlton yaitu dengan membawakan wanita cantik.
Memikirkan wanita cantik dia jadi memikirkan yadi, kalau bukan karena kebodohannya dia tidak akan masuk penjara.
"Kamu cari cara untuk mengeluarkan yadi dari penjara"
Untuk masalah mencari wanita cantik, Ivander masih percaya kepada yadi.
"Baik aku akan mencari cara untuk mengeluarkannya"
Setelah Harmon pergi Ivander memukul meja kerjanya.
Sialan, kenapa dia bisa tidak tau kalau yang mendukung Carlson adalah grup Acess.
Jika tau kalau Carlson bagian dari Grup Acess dia tidak akan melakukan tindakan sembrono, sekarang dia malah menjadi kesusahan sendiri.
"Ivander, jangan marah marah"
Elisa datang dan menghampiri Ivander, dia berkata dengan sangat lembut. Elisa juga memijat pundak Ivander.
"Bagaimana pertemuan mu dengan Ariella?"
"Ivander kamu juga tau bagaimana tempramen Ariella, jika dia tidak mau maka tidak ada yang bisa memaksanya."
"Karena aku tau tempramen Ariella, maka aku menyuruhmu kesini untuk berbicara dengannya, kalau kau tak bisa melakukannya untuk apa kau di sini"
Masih dengan amarah Ivander berbalik dan memaki Elisa. Namun kemudian dia sadar, bukankah Carlton menyukai wanita cantik, wanita di depannya ini juga cantik walau tidak secantik Ariella.
Elisa juga terlihat cantik ketika berada di bawahnya, bukankan semua lelaki tidak hanya menyukai wanita cantik di depan, tapi juga yang terlihat cantik ketika di ranjang.
Ivander segera mengubah sikapnya.
"Elisa maafkan aku, aku akhir akhir ini memiliki banyak masalah, tolong mengertilah jika sikap ku berubah ubah"
__ADS_1
Elisa tersenyum dengan manis.
"Aku tunangan mu, aku akan selalu mengerti kamu".
"Sekarang aku memiliki masalah rumit apa kamu bersedia membantuku?"
Ivander tersenyum licik, jika Carlton bisa menyukai Elisa bukankah itu sangat bagus.
"Baik aku akan selalu membantumu"
"Elisa biarkan aku mencium aromamu"
Ivander segera menggendong Elisa menuju kamar, tak lama kemudian terdengar suara lenguhan dan ******* dari kedua orang itu.
Dari dulu aw ketika melakukan hal ini Ivander selalu meneriakkan nama Ariella, sedangkan Elisa selalu di tutup matanya.
Maka dia tidak dapat melihat ekspresi Ivander saat ini.
Elisa awalnya tidak mempermasalahkan ketika Ivander selalu menyebut nama wanita lain ketika mereka sedang bergumul.
Tapi lama lama dia merasa sakit hati, karena sudah terbiasa dia akhirnya hanya bisa pasrah. Siapapun yang disebut Ivander yang penting yang berada di bawah Ivander adalah dirinya seorang.
Dia tidak takut jika Ivander akan di rebut oleh orang lain karena hanya dirinya yang diakui oleh keluarga Ivander sebagai tunangan.
πππππππ
renov belum kelar guys.
btw ini aku nulisnya pagi, aku gatau bakal lulus review jam berapa.
Sama kayak pas jumat pagi othor nulis, tapi lulur reviewnya udah tengah malem...
Sehat sehat yaa kalian semua.
Terima kasih yang udah mampir.
semoga hidup kalian bahagia selalu dan di limpahi keberkahan dan barokah dalam hidup kalian..
Aamiin..
Borahaeπππ
__ADS_1