Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
Episode 38


__ADS_3

Gadis itu mendongak berkata dengan marah


"Aku sudah 18 tahun, sudah bukan anak-anak lagi, atas dasar apa kamu melakukan ini? aku ingin melakukan apapun tidak perlu kau atur"


Carlson berkata dengan tegas


"Atas dasar kau yang masih memanggilku kakak"


"Jika memang kakakku mengapa masih menyuruhku berendam air dingin, jika kau kakakku apa kau jadi bisa galak seperti ini"


Gadis itu menangis dengan kencang, tubuh kecilnya bergetar.


"Menangis tidak ada gunanya, aku akan membuatmu kembali agar kau bisa introspeksi diri selama 3 bulan, menyalin puisi sebanyak 300 kali"


Mengetahui bahwa gadis kecil ini hanya berpura-pura menangis dan menyedihkan, Carlson mengeraskan hatinya dan tidak tertipu oleh sandiwaranya.


"kamu tidak menyukaiku, kalian semua tidak menginginkanku, kamu selalu menindas ku"


dia semakin berkata semakin menangis


"Jangan mengalihkan topik pembicaraan, kita sedang berbicara tentang masalah malam ini"


Carlson menekankan fakta yang tak terbantahkan


"Kamu menindas ku"


Gadis itu menyeka matanya , menatap Carlson dengan matanya yang memerah.


Carlson marah dan berkata


"Eva!!!"


Gadis itu menggosok matanya dengan kencang berteriak


"Apa??aku sudah di tindas dan tidak di biarkan berbicara"


"Bereskan barang mu, kembali ke Amerika besok, pergi dan pelajari etika yang baik, pelajari apa itu tua dan muda, pelajari yang di sebut etika dan rasa malu, jika kamu tidak belajar dengan baik jangan harap kamu keluar lagi"


Setelah mengucapkan itu, Carlson berdiri berbalik badan dan pergi tidak memberinya kesempatan.


Eva sangat marah


"Carlson atas dasar apa kau melakukan ini ,aku sudah berumur 18 tahun, aku sudah dewasa kamu tak bisa mengganggu kebebasanku "


Carlson berhenti dan berbalik


"Memanggil kakakmu sendiri langsung dengan nama, benar-benar sangat tidak sopan. Hukuman mu di tambah selama sebulan, di tambah pinalty menyalin puisi sebanyak 100 kali "


"Carlson..."


"5 bulan"


Eva sangat marah ,namun ia tidak berani membuka mulut untuk menggunakan kata-kata kasar, karena ia tau kakaknya selalu tegas dalam mengatakan satu hal, tidak bisa di rubah.


Dia membuat masalah para tetua di keluarganya mungkin akan mengampuninya , tapi hanya kakaknya lah yang tidak akan memberi ruang untuk kompromi.


Dari kecil dia selalu mengaturnya, ini tidak di izinkan, itu tidak di izinkan ,ketika berdiri harus berdiri dengan benar, ketika duduk juga harus duduk dengan benar.


Jika ada yang tidak sesuai maka harus pergi untuk belajar etika lagi.

__ADS_1


Dulu dia masih kecil ,kakaknya juga masih muda dia punya waktu untuk merawatnya jadi dia membiarkannya.


Sekarang dia sudah 18 tahun, kakaknya juga sudah berusia 28 tahun ,dia bukan mencari seorang wanita untuk menjadi pasangannya, malah masih mengaturnya.


Dia yang berhati dingin itu mana ada wanita yang mau dengannya, pantas saja dia masih tidak laku.


"Nona, tuan muda melakukan ini demi kebaikanmu"


pelayan keluarga ,bu vita tersenyum


"Dia sangat menyayangimu, bagaimana mungkin jika menindas mu"


"Bu Vita bahkan kamu membantunya berbicara, aku tidak mau hidup lagi"


Eva marah dan menyelam di dalam air.


Jika dia benar melarangnya keluar bagaimana dengan karir actingnya.


"Nona cepatlah naik, kalau kau tidak mau naik maka kamu akan masuk angin, jika sidah begitu kamu harus minum obat"


Mendengar dia harus minum obat dia langsung berdiri dan naik dari kolam, meminta bu Vita untuk membantu memakaikan jubah mandinya.


Bu Vita berkata


"Nona aku akan menemani mu kembali ke kamar untuk beberes, nanti baru cari waktu untuk bicara dengan tuan muda, siapa tau dia akan mengurangi hukuman mu"


Eva tidak berani melakukan hal itu karena sejak kecil selama dia jatuh di tangan kakaknya maka tidak ada jalan keluar.


Tapi sekarang dia sudah dewasa, demi karir actingnya kali ini biar bagaimana pun dia harus memperjuangkannya.


Setelah membersihkan tubuhnya Eva menggunakan piyama tebal, dia yang masih berumur 18tahun wajahnya sangat lembut dan cantik


Setelah mendengar jawaban dari dalam baru dua berani mendorong pintu untuk masuk.


Dia berjalan ke arah meja Carlson dengan patuh menundukkan kepalanya.


"kakak"


Carlson mendongak menatapnya , make up tebal di wajahnya sudah menghilang, dia terlihat lebih enak di lihat. Tanpa sadar suaranya sudah melunak


"Ada apa?"


"Tidak ada apa-apa"


Eva berlari ke belakang punggungnya menggunakan tangan kecilnya dan dengan lembut memijatnya.


"kamu sudah lelah bekerja aku akan membantumu memijit agar kamu lebih rileks"


Carlson melepaskan tangannya


"Jika kamu tidak ada urusan maka istirahatlah lebih awal, besok pagi kembali ke Amerika"


"Kak aku baru saja mengambil drama, dan sudah menandatangani kontrak, hanya menungguku untuk masuk"


Eva tersenyum dengan tidak tau malu, sebagai seorang wanita harus pintar menarik ulur, hal ini akhirnya di pahami setelah dia menerima tekanan selama bertahun-tahun.


"Masalah ini aku akan menyuruh orang untuk mengurusnya"


Carlson sama sekali tidak bermaksud untuk melepaskannya , orang-orang di keluarganya tidak boleh masuk dalam lingkungan hiburan.

__ADS_1


Ini baru setengah tahun Eva sudah berani memakai pakaian seperti itu dan menari dengan pria lain, jika lebih lama lagi jangan-jangan dia akan membuat masalah lain yang lebih besar.


Eva sangat marah dan menggigit bibirnya, sekali lagi menekankan


"Aku sudah menandatangani kontrak, jika membatalkan kontrak maka harus membayar kompensasi 10x lipat"


"Aku sudah berkata aku akan menyuruh orang untuk menanganinya"


Suara Carlson sangat tegas, seperti tetua yang memberi nasehat pada anaknya yang tidak patuh dirumah.


"Atas dasar apa kamu...."


"hah"


Carlson menaikkan alisnya membungkam kata-kata Eva .


"Pulang yaa pulang, ketika pulang aku akan mengatakannya pada kakek, bahwa kamu hanya tau untuk menindas ku, agar kakek membalasnya untukku"


Eva tau bahwa Carlson tidak akan melepaskannya maka dia tidak akan melakukan hal yang tidak berguna lagi.


hanya bisa membiarkannya, dia tidak akan kembali ke Amerika , mengenai bagaimana dia bisa tinggal disini , dia akan memikirkan caranya. Dia tidak akan membiarkan kakaknya yang kolot ini menangkapnya.


Setelah Eva pergi, Carlson menelpon bu Vita untuk membuatkan sup jahe untuk Eva, jangan sampai dia masuk angin .


Setelah menelpon Carlson melanjutkan pekerjaannya dan sibuk sampai jam 1 dini hari.


Sebelum ke kamar untuk tidur dia ke kamar Eva terlebih dahulu .


Menyelimuti dengan baik seorang gadis kecil yang setengah tubuhnya terekspose di luar selimut.


'Gadis ini kapan kamu akan dewasa, kapan bisa tidak membuat orang-orang khawatir'


Carlson membelainya dengan tatapan lembut , nada suaranya dengan penuh kasih sayang.


Dia membelai Eva dan berkata


"Tidur yang nyenyak besok aku akan mengirim mu kembali ke Amerika , aku tidak punya waktu untuk menjagamu disini"


Setelah berbicara dia kembali membenarkan selimut kemudian Carlson bangkit dan pergi .


"Darwin"


Dia baru berjalan ke depan pintu ,Eva menggumamkan nama itu dalam tidurnya.


wajah Carlson tiba-tiba gelap ketika mendengar nama itu.


Keesok harinya Carlson sedang duduk di ruang tamu dan membaca koran sambil menunggu Eva bangun untuk sarapan bersama .


Setelah beberapa saat bu Vita datang dengan panik


"Tuan muda nona tidak ada "


_______


Hallo guys,, baru up lagi neh..


dah langsung gas aja .


have a nice day🥰

__ADS_1


__ADS_2