Suamiku Ternyata Seorang Presdir

Suamiku Ternyata Seorang Presdir
Bab 75


__ADS_3

💜💜💜💜💜💜💜💜


Dalam bisnis mungkin Carlson adalah seorang kaisar, tapi dalam hal percintaan dan wanita, Nol besar bagai orang idiot.


Langkah pertama Jangan ada sopir ataupun asisten. Hanya mereka berdua berjalan dan mengobrol agar dapat suasana hangat.


Tapi Carlson masih tak tau apa yang harus di bicarakan.


Namun kemudian Carlson bertanya dengan hati hati.


"Apa kamu suka?"


Jika Ariella bilang kalau dia tidak menyukainya maka Carlson benar benar tidak tau harus bagaimana.


Ariella mengangguk dan tersenyum.


"Kamu bilang ini adalah tempat yang sukai para wanita, karena aku wanita jadi aku menyukainya"


"Hmmm"


Carlson melihat senyum puas Ariella, jadi dia tidak mengatakan apa apa lagi.


kemudian menggandeng tangan Ariella dan mulai berjalan jalan.


Tapi setelah sekian lama Ariella berbicara.


"Apa kamu merasa bosan berjalan jalan dengan ku?"


Karena Carlson diam saja maka Ariella yang mencoba mencari topik.


"Tidak bosan"


Kalau dia bosan tidak mungkin dia akan keluar untuk jalan jalan bersama Ariella.


Namun jawaban Carlson ini benar benar memutus pembicaraan.


Ariella menghela nafas , benar benar presdir yang dingin, fikirnya.


Ariella menggaruk kepalanya, dia mencoba mencari topik lagi tapi tak menemukannya.


Akhirnya mereka saling diam dan tetap berkeliling.


Mereka telah sampai di Pusat makanan terbesar di kota ini.


Ariella menarik Carlson


"Bagaimana kalo kita melihat lihat makanan"


Carlson mengangguk.


Tempat ini sangat ramai bahkan setiap stand makanan semuanya penuh.


Ariella sangat ingin makan sate cumi, maka dia menarik Carlson ke dalam kerumunan orang untuk mengantri.


"Cumi Teppanyaki ini sangat lezat , pasti kau akan ketagihan jika sudah mencobanya"


Carlson memiliki penyakit kebersihan, di hotel saja dia pemilih makanan, apalagi di tempat seperti ini.


Ariella mencium aroma lezat , tapi bagi Carlson seakan dia mencium baru racun.


tempat yang tidak higenis menurutnya.


banyak orang sili berganti.

__ADS_1


Bagaimana dia akan menyukainya.


Tapi melihat Ariella yang menyukainya, dia tak mungkin menarik Ariella pergi dari sini.


Ariella ingin makan ,maka kali ini ia akan menemaninya.


Setelah sekian lama mengantri, Ariella akhirnya membeli 4 tusuk sate cumi.


Lalu dia mengambil 1 untuk di berikan kepada Carlson.


"Ayo makan"


Carlson mengambilnya ,tapi hanya memegangnya tanpa dia makan.


Ariella makan sate cumi lalu mengangguk.


"Benar benar sangat enak"


Carlson mencoba melawan gejolak batinnya yang tidak ingin memakan.


Tapi karena Ariella akhirnya mencoba menggigit ujung sate itu.


Rasanya lumayan tapi seakan hatinya ingin menolak. wajahnya tetap tenang sehingga Ariella tak menyadari ketidak nyamanannya.


Ariella sendiri menghela nafas, bisa bisanya Carlson masih bisa makan dengan anggun di tempat seperti ini.


Carlson makan dengan elegan sedangkan dirinya makan seperti anak kecil yang sedang kelaparan.


Carlson tiba tiba mengulurkan tangan, ibu jarinya menyeka mulut Ariella yang belepotan.


"Mulutmu banyak minyak"


"Apa kamu mempermasalahkannya?"


Carlson menjawab dengan singkat.


Dia masih terlihat tenang, padahal dalam hatinya ia ingin membersihkan bibir Ariella dengan bibirnya.


Mendengar jawaban Carlson Ariella tersenyum. Kemudian mengambil tusuk sate yang ada di tangan Carlson dan melemparkannya ke dalam tempat sampah.


"Apa lagi yang ingin kamu makan?"


Jika Carlson sendiri, dia tak mungkin mau memakan makanan seperti ini. Tapi karena untuk Ariella dia mau memakannya.


kemudian Carlson menjawab


"Aku tidak pemilih, terserah kamu saja ingin makan apa"


"Ariella, presdir Carlson "


Suara Lindsey tiba tiba terdengar di belakang mereka.


Membuat Ariella terkejut dan langsung mundur 2 langkah membuka jarak dengan Carlson.


Ariella berbalik melihat Lindsey dan Helen yang sedang menatap mereka bingung.


"Presdir Carlson, Ariella kalian sedang berjalan jalan bersama?"


Lindsey orang yang sangat lugas, dia akan mengatakan apa yang ada di dalam fikirannya .


Ariella bingung harus mengatakan apa, jika menjawab tidak maka ia takut melukai Carlson, namun jika menjawab Iya dia tak memiliki keberanian.


Ariella menggigit bibirnya, dia merasa gugup, tangannya tanpa sadar mengepal.

__ADS_1


kemudian dia mendengar suara Carlson.


"Ariella, Daiva sudah menjemput, kamu uruslah urusanmu"


"oohh"


Dia melirik Carlson , pria ini selalu membantunya ketika ada masalah.


Carlson dapat melihat bahwa Ariella takut mengakui hubungan mereka.


Carlson tau bahwa Ariella tidak mau menerima banyak perhatian di perusahaan karena hubungan mereka.


Ariella selalu ingin naik dengan usahanya sendiri tanpa bantuan Carlson di belakangnya.


Setelah itu Carlson mengangguk, lalu berbalik dan pergi tanpa melihat kearah Lindsey dan helen.


"Ariella kamu benar sedang tidak jalan jalan dengan Presdir Carlson?"


Setelah Carlson pergi Lindsey langsung bertanya.


"Presdir Carlson sudah punya istri bagaimana mungkin bejalan jalan dengan Ariella. Benar kan Ariella?"


Hellen membantu Ariella menjawab.


Ariella hanya tersenyum , tapi entah mengapa hatinya merasa tak nyaman.


Lindsey menarik tangan Ariella.


"Ariella karena kamu sendirian, maka ikut dengan kami saja".


Tanpa menunggu Ariella setuju atau tidak Lindsey tetap menariknya pergi.


Ariella hanya mengikutinya, ada banyak yang mereka lihat.


Makanan, pakaian, Accesories dan banyak hal lainnya ada di depan mereka. Tapi Ariella sama sekali tidak ada niat untuk memilih.


Yang dia pikirkan adalah tatapan kesepian Carlson tadi. Padahal Carlson sudah meluangkan waktu berharganya untuk jalan jalan ini, tapi mengapa dia masih memikirkan rasa takutnya.


"Lindsey , Hellen aku masih ada urusan jadi maaf aku harus pergi dulu".


Ariella masih ingin berjalan jalan dengan Carlson, tidak ingin berjalan dengan yang lainnya.


"Kamu tidak bersama dengan kami?"


Lindsey bertanya dengan sedikit kecewa.


Hellen segera mencubit lengan Lindsey.


"Ariella kalau begitu kamu pergilah tidak perlu menunggu kami"


"Ya"


Ariella pergi, kemudian Lindsey menoleh dan melotot kepada Hellen.


"Untuk apa kau mencubit ku tadi?"


Hellen melihat ke arah Ariella pergi. Bibirnya tersungging.


"Apa kamu tak bisa melihatnya? Lihat saja di divisi kita akan segera ada yang naik jabatan dengan cepat"


💜💜💜💜💜💜💜


Besok 2 hari ga up ya guys..tapi kalo sempet sih Up.

__ADS_1


__ADS_2