
💜💜💜💜💜💜💜
Kembali ke kamar, Ariella berbaring dan tidak bisa tidur.
Dia sedikit malu dan juga canggung.
Malam ini dia sudah berusaha mengumpulkan keberanian pergi ke ruang kerja, tapi dia malah di tolak.
Jelas jelas Carlson menciumnya dengan sangat ganas, dia tau bahwa suaminya juga menginginkannya. Tapi ternyata kenyataannya tak sesuai ekspektasi.
Carlson mendorong pintu kamar ,langkahnya juga sangat ringan.
Carlson naik keatas ranjang,kemudian menyelimuti Ariella.
Carlson berbaring di sampingnya, Ariella mendengar Carlson menghela nafas panjang.
Ariella jelas di buat kesal.
Setelah itu Ariella sengaja menendang pada Carlson agak keras.
Carlson merasa tercengang.
"Jangan membuat masalah"
Suaranya seperti orang yang tidak berdaya. Seperti orang tua yang menghadapi anaknya yang nakal.
"Aku sedang tidak membuat masalah"
"Ariella"
Carlson menyebut namanya dengan suara rendah. lalu lanjut berkata
" Aku tidak mau melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan hatimu, apa kamu mengerti"
Akhirnya Ariella mengerti, Carlson mengkhawatirkan dia mau melakukan hubungan suami istri karena status pernikahan mereka, bukan dari hatinya dengan tulus.
Mereka sudah mendaftarkan pernikahan selama 3 bulan, dan Carlson masih memegang janjinya, untuk menunggu Ariella bersedia menerima dirinya sepenuh hati.
Ariella berbalik badan , berguling ke arah Carlson dan menarik tangannya untuk dijadikan bantal.
"Aku mengerti".
"Ayo tidur"
__ADS_1
Carlson mengusap kepalanya dengan lembut .
Hari berikutnya Carlson sudah bangun dan duduk di samping jendela membaca koran.
dia mempunyai Auranya kuat.
"Sudah bangun?"
Seperti biasa dia akan menyapa Ariella dengan lembut.
Ariella tiba tiba teringat semalam dirinya yang sedikit agresif membuatnya malu dan wajahnya memerah.
Carlson berjalan ke arahnya dan memegang kakinya, dia kaget dan secara reflek dia menghindar.
"Aku ingin melihat keadaan kakimu"
"oohh"
Carlson menekan kakinya agak sedikit kencang.
"Apa masih sakit?"
" Sudah tidak berasa apa apa"
"Pergilah membersihkan diri, aku akan menunggu untuk sarapan".
Ariella memperhatikan mereka.
Dia tersenyum.
Akhirnya setelah sekian lama, dia merasakan memiliki rumah. Dimana dia harus pulang ke orang ini, tanpa memberikan imbalan kepada Carlson. Cukup hidup berdua menjadikan rumah satu sama lain.
Seperti biasa di meja makan akan banyak hidangan lezat dan bergizi.
Karena suasana hati Ariella sedang baik maka dia makan agak sedikit banyak.
Carlson sudah meletakkan sendoknya, dia menatap Ariella.
Melihat Ariella yang sekarang seperti melihat Ariella yang dulu, auranya ceria.
Meskipun Aura yang di tampilkan Ariella ceria ,tapi membuat orang ingin selalu melindunginya.
"Aku sudah selesai"
__ADS_1
Ariella mendongak
"Hmm?"
"Aku akan pergi dinas untuk beberapa hari"
Hati Ariella sedikit kecewa tapi dia tidak menunjukkannya. Dia tersenyum dengan manisnya.
"Pergilah, ada mian mian yang menemaniku di rumah".
Mereka secara bersamaan menoleh kearah mian mian.
Dan mian mian pun menggonggong seolah memberi jawaban.
Ariella mengangkat mian mian.
"Bayi kecil kamu harus mengubah panggilan mu, jangan panggil paman Carlson, kamu harus panggil ayah, kalo mau sedikit keren panggil daddy"
Ariella menoleh ke arah Carlson seakan meminta jawaban.
"Apakah boleh mian mian memanggilmu seperti itu"
'Tentu saja boleh' tapi itu hanya dia ucapkan di hatinya. Dan Carlson hanya mengangguk memberikan jawaban kepada Ariella.
Setelah selesai sarapan Carlson dan Ariella kembali ke kamar.
Ariella melihat Carlson yang sedang akan memakai dasi.
Dia menatap Carlson ,ingin mengucapkan beberapa kata tapi tidak bisa keluar dari mulutnya, dia malah menggigit bibir lembutnya.
"Kenapa? tenang saja aku akan segera kembali"
Carlson berkata dengan lembut. Ariella tersenyum ,ternyata Carlson tidak mengerti maksudnya.
Ariella hanya tersenyum dan mengangguk. Kemudian dia mengulurkan tangan dan mengambil dasi di tangan Carlson. Kemudian memakaikannya.
"Aku hanya akan memakaikan dasi untukmu seumur hidupku, di kemudian hari biar aku yang memakaikannya.
Ariella berkata dengan pelan.
Mulai dari semalam Ariella sudah berubah, dia sudah tak lagi terjerat oleh dendam masa lalu.
Carlson sebenarnya sedikit terkejut tapi dia lebih ke perasaan bahagia yang masuk ke relung hati terdalamnya.
__ADS_1
💜💜💜💜💜💜💜
Borahae